The Epoch Times, oleh Liang Yi

Dalam video juga menunjukkan saat Cui Shanying memberikan pidato berjudul “Teknologi Baru, Teknologi yang Mendorong Kelahiran Peluang Bisnis Super” di PricewaterhouseCoopers.

Cui Shanying mengatakan dalam pidatonya bahwa seorang pemimpin memberi tahu dia di sebuah jamuan makan kalau sekelompok besar orang paling awal yang menciptakan mata uang digital di Beijing masing-masing memiliki setidaknya puluhan miliar aset. Ada lebih dari selusin orang seperti itu di Beijing.

Cui Shanying mengatakan bahwa pertukaran nama besar itu memiliki volume transaksi harian 120 miliar yuan, dan pendapatan harian setiap orang adalah antara 20 juta dan 50 juta yuan. 

Tetapi sekarang semua orang berpikir hanya ada satu masalah, “Semua uang bisa diberikan kepada negara, tujuannya hanya dua kata yang menyelamatkan jiwa.”

Cui Shanying juga mengungkapkan bahwa tidak ada miliarder ini yang bisa keluar dari Beijing sekarang, apalagi berbicara tentang pergi ke luar negeri. Semuanya diperintahkan oleh Biro Keamanan Umum Kota Beijing dan Biro Keamanan untuk “dicekal” kapan saja, menunggu penyelidikan dan peninjauan oleh lembaga yang ditunjuk pusat.

 “Semua uang tidak bisa bergerak, semua uang dan harta domestik dibekukan,” kata Cui Shanying. 

Cui Shanying juga mengatakan bahwa meskipun orang-orang  dapat memposting lingkaran teman dan blog online, satu-satunya ide nyata mereka adalah untuk menyelamatkan hidup mereka. Tidak ada yang mengatakan untuk apa uang tersebut.

Ditemukan bahwa pidato Puhua Business School berlangsung pada Mei 2018, tetapi Cui Shanying tidak mengungkapkan rincian orang-orang kaya ini dalam video.

Informasi publik menunjukkan bahwa “Puhua Business School” adalah produk pendidikan dari “Puhua Zhongxin Cultural Communication Co., Ltd.”, bukan “sekolah” dalam arti sebenarnya, atau unit bisnis, dan tujuannya adalah untuk melatih bakat bisnis. Cui Shanying adalah pendiri perguruan tinggi ini.

Pada tahun 2018 silam, pasar keuangan di daratan Tiongkok bergejolak. Sebelum September 2017, karena kekhawatiran tentang mata uang virtual menjadi saluran untuk arus modal keluar dari Tiongkok daratan, Bank Sentral Republik Rakyat Tiongkok menangguhkan Bitcoin ICO, penerbitan token pertama dan kemudian mengumumkan penutupan beberapa platform perdagangan cryptocurrency yang dipimpin oleh Bitcoin.

Hal itu juga menyebabkan harga Bitcoin anjlok hingga 20%. Bitcoin pernah melonjak menjadi US $ 20.000 pada akhir 2017 silam, tetapi pada 2018 itu dua kali dipotong menjadi hampir US $ 3.000. Disebut sebagai “mukjizat alternatif” dalam sejarah keuangan. 

Selain itu, pasar keuangan Tiongkok juga sering bergemuruh di tahun 2018. Dari ledakan peer-to-peer/ P2P hingga ledakan obligasi korporasi dan dana ekuitas swasta, keuangan Tiongkok telah menjadi “tong yang meledak”. 

hui/rp 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular