Ntdtv- Dalam video pidato itu, Bannon dengan jelas menggambarkan akhir dari Komunis Tiongkok. Selama ini, komunitas internasional seakan menutup mata terhadap penindasan Komunis Tiongkok terhadap hak asasi manusia. Hanya demi hasrat egois berkolusi dengan rezim Komunis Tiongkok, tapi sekarang virus telah menyebar ke seluruh dunia, dan Komunis Tiongkok tidak bisa lagi untuk berpura-pura.

Oleh karena itu, virus Komunis Tiongkok akan menjadi sebatang jerami terakhir yang meruntuhkan Komunis Tiongkok.

Berikut isi pidato dalam video Steve Bannon :

“Saya benar-benar berpikir ini adalah krisis yang bersejarah. Seratus tahun kemudian, orang-orang akan melihat kembali sejarah dan menganalisa apa yang sedang kita lakukan sekarang. Kini sudah saatnya, kita harus memaksa dunia, memaksa industri keuangan, memaksa pelaku usaha, memaksa media, memaksa dunia politik, mereka harus dipaksa untuk melihat sosok Komunis Tiongkok yang sebenarnya.

Selama bertahun-tahun, mereka seakan menutup mata tentang “pengambilan organ oleh Partai Komunis Tiongkok”, penindasan yang diderita oleh umat Buddha Tibet dan Dalai Lama, etnis Uighur di Xinjiang, penindasan terhadap gereja Kristen bawah tanah dan Falun Gong oleh Partai Komunis Tiongkok. Menutup mata terhadap kesepakatan Vatikan dan  Komunis Tiongkok mengkhianati gereja Katolik bawah tanah Tiongkok.

Pada kenyataannya, seluruh dunia dan seluruh kekuatan dunia menutup mata terhadap perbuatan jahat Komunis Tiongkok. Tapi sekarang, mereka tidak bisa lagi berpura-pura untuk tidak terlihat. Anda tahu kenapa?

Karena virus ini, virus iblis dari Komunis Tiongkok ini, sekarang virus  telah menyebar ke seluruh dunia, tak peduli apakah Anda seorang miliarder, atau berapa pun harta kekayaan yang Anda miliki, posisi politik seperti apa, seberapa tinggi status Anda, virus  akan menyerang Anda.

Sekarang, kita tahu sosok seperti apa Komunis Tiongkok itu, meski pun virus itu bukan buatan mereka, tapi kita asumsikan saja bukan mereka yang membuatnya, berasumsi bahwa virus itu terjadi secara alami, namun, Komunis Tiongkok tetap saja berbohong tentang itu. Komunis Tiongkok menutupi fakta penyebaran virus, dan tidak segera mengambil tindakan. Tetapi mereka juga tidak berdaya ketika mengambil tindakan, tidak dapat mengatasi masalahnya dengan benar.

Selain itu, mereka juga terus menekan penyebaran informasi yang sebenarnya, tidak mengizinkan organisasi dan pakar dunia untuk melakukan intervensi. Sekarang, mereka telah memperburuk krisis ini pada seluruh umat manusia.

Sekarang, orang-orang telah tahu siksaan dan penderitaan selama beberapa dekade yang dialami orang-orang Tiongkok, orang-orang Tiongkok yang layak dihormati dan baik hati itu.

Dan sekarang, teror putih ini sedang menyerang dunia. Oleh karena itu, inilah saatnya virus komunis Tiongkok akan menjadi sebatang jerami terakhir yang menggulingkan Komunis Tiongkok. Ingat apa yang saya katakan hari ini.”

Isi pidato di atas adalah pernyataan Steve Bannon dalam sebuah wawancara dengan NTDTV pada akhir Februari 2020.

Sementara itu, dalam “Berita Internasional Review”, CCTV News mengecam Bannon sebagai “pelopor anti-Tiongkok.” Padahal Bannon adalah pelopor anti-komunisme, dia menyatakan rasa hormatnya kepada rakyat Tiongkok, menyatakan keprihatinannya terhadap kebebasan orang-orang Tiongkok, dan meramalkan bahwa Komunis Tiongkok akan runtuh dalam wabah besar ini.

Bannon: Kekejaman dan darah dingin totaliter Komunis Tiongkok

Pada 25 April, Bannon kembali menyatakan dalam program Fox News bahwa Komunis Tiongkok adalah rezim totaliter, sama kejam dan berdarah dinginnya dengan Nazi tahun 1930-an.

Bannon meminta rakyat Amerika untuk menghadapi tantangan dari Partai Komunis Tiongkok: “Jelas ini adalah perjuangan untuk kebebasan. Ingat, ini tidak ada hubungannya dengan orang-orang Tionghoa-Tiongkok yang tidak bersalah yang juga menjadi korban. Ini adalah perang melawan rezim totaliter. Setiap bagian dari perang ini adalah sama kejam, berdarah dingin, dan sulitnya seperti perang dengan Nazi pada tahun 1930-an, tetapi kita harus menghadapinya. “

Menurut Bannon pada akhir Desember 2019,  Komunis Tiongkok tahu virus telah menyebar dari orang ke orang, tetapi menyembunyikannya, selain itu juga memborong peralatan pelindung pribadi di seluruh dunia. Mereka tahu persis apa yang hendak dilakukan, yakni memanfaatkan sarana-sarana pelindung itu sebagai cara untuk menghadapi negara lain.

Ini tentang kebebasan rakyat Tiongkok, kita harus menghadapinya dan tidak punya pilihan. Ini adalah panggilan takdir bagi generasi kita saat ini.”

CCTV berulang kali mengecam Pompeo dan Bannon dalam ulasan internasional, namun, kecaman itu justeru meningkatkan popularitas mereka di Tiongkok.

Beberapa netizen mengomentari dengan nada sindiran : “Apa sih yang Pompeo dan Bannon katakan, sampai-sampai membuat marah host CCTV ? Di media mana kedua orang ini secara terbuka mengatakan hal-hal buruk tentang kita, mengapa wartawan CCTV bisa tahu, sementara kita tidak tahu? Karena itu, saya menduga, jangan-jangan reporter CCTV telah mendengar kabar burung? “

Menurut Wikipedia, Steve Bannon adalah seorang eksekutif media, politisi, ahli strategi, dan mantan bankir investasi Amerika, ia menjabat sebagai Kepala Staf Strategi dan Penasihat Presiden Gedung Putih Amerika Serikat selama tujuh bulan pertama masa jabatan pertama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. 

Johny / rp 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular