- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Sektor Keuangan Menolak Renminbi dan Aliansi Anti-Komunis Tiongkok Sedang Terbentuk

Epochtimes, oleh Liu Yi

Sejak krisis ekonomi global kali ini, demi menghindari risiko, minat pasar membeli dolar Amerika Serikat telah menciptakan dolar Amerika  yang beredar di pasar berkurang. The Feb untuk menghindari bank sentral setiap negara menjual surat utang Amerika  untuk mendapatkan dolar, kemudian menandatangani perjanjian pertukaran mata uang dengan 9 bank sentral negara di dunia, yang isinya yaitu, Federal Reserve meminjamkan dolar Amerika  kepada mereka dengan menggadaikan utang  ke Federal Reserve. Dengan demikian The Feb telah dapat menghindari akibat jika negara-negara itu menjual surat utang Amerika Serikat.

Dilaporkan oleh ‘Hongkong Economic Times’ bahwa Li Yang dalam sebuah pidato di forum online menyebutkan Amerika Serikat dan 9 negara bank sentral telah menandatangani perjanjian pertukaran mata uang. 

Menurut Li Yang ada dua hal yang perlu menjadi perhatian. Pertama adalah 9 bank sentral itu tidak termasuk bank sentral komunis Tiongkok. Kedua adalah  mata uang renminbi tidak termasuk dalam jaringan ini.

Li Yang menilai, dalam Perjanjian Kemitraan Trans-Pasifik (Trans-Pacific Partnership. TPP) yang diluncurkan Amerika Serikat, komunis Tiongkok juga tidak disertakan. Komunis Tiongkok jelas terisolasi. Terlebih lagi, versi 2.0 dari mata uang digital Libra telah keluar baru-baru ini. Mata uang digital ini ditentukan nilainya berdasarkan nilai mata uang dari beberapa negara, tetapi dalam “keranjang mata uang” itu tidak termasuk mata uang renminbi.

Li Yang percaya bahwa secara khusus, sektor keuangan internasional suatu aliansi yang menolak mata uang renminbi yang anti-komunis Tiongkok sedang terbentuk. Ini bisa disebut sebagai Keuangan Internasional yang menyingkirkan komunis Tiongkok. Sebuah kecenderungan yang membahayakan komunis Tiongkok.

Komentator keuangan senior Wang Jian mengatakan bahwa The Fed mengadakan pertukaran dolar dengan bank sentral negara lain, tetapi tidak melibatkan bank sentral komunis Tiongkok. Hal ini akan menyebabkan Tiongkok kekurangan dolar Amerika Serikat. 

Selain itu, pendapatan perdagangan luar negeri Tiongkok sekarang sedang menyusut, dolar yang diterima jelas berkurang, tetapi untuk membeli bahan persediaan pangan, membeli minyak mentah dan lainnya, akan memperburuk situasi kekurangan itu. 

Jadi ini juga salah satu alasan mengapa Bank Sentral  Tiongkok tidak berani membiarkan nilai renminbi terdepresiasi. Otoritas Tiongkok takut arus modal keluar akan mengalir semakin deras.

Setelah virus komunis Tiongkok menyebar menjadi pandemi global, semua lapisan masyarakat di seluruh dunia semakin sadar akan bencana yang disebabkan oleh ketergantungan yang berlebihan terhadap rantai produksi daratan Tiongkok. 

Terlebih lagi, komunis Tiongkok telah menutup-nutupi situasi sebenarnya dari epidemi yang terjadi di Tiongkok tanpa peduli hidup mati rakyatnya dan penduduk di seluruh dunia. Hal ini jelas memicu tuntutan pertanggungjawaban baik secara hukum maupun secara materi. 

Amerika Serikat, Jepang dan negara lainnya semakin mendorong perusahaan mereka yang berinvestasi di Tiongkok untuk meninggalkan negara komunis itu. Tampaknya gerakan menyingkirkan komunis Tiongkok akan semakin gencar.

sin/rp 

Video Rekomendasi