NTD, oleh Li Yun

Dalam acara briefing di Gedung Putih mengenai situasi epidemi pada 11 Mei, Presiden Amerika Serikat Donald Trump ditanya wartawan soal tanggapan Amerika Serikat Donald terhadap keinginan Beijing untuk menegosiasikan kembali perjanjian perdagangan antara kedua negara. 

Trump mengatakan : “Mereka ingin mengadakan negosiasi ulang agar (perjanjian) lebih menguntungkan mereka, saya tidak minat sama sekali. Mari kita lihat saja apakah mereka telah memenuhi perjanjian yang mereka tandatangani”.

Tiongkok dan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan perdagangan tahap pertama pada 15 Januari lalu. Menurut perjanjian tersebut, Tiongkok ingin melakukan pembelian sedikitnya USD. 200 miliar barang dan jasa Amerika Serikat, termasuk dalam produk pertanian sebesar USD. 32 miliar, dalam waktu 2 tahun.

Untuk itu, Amerika Serikat telah membagi penurunan tarif impor komoditas asal Tiongkok menjadi 2 macam, yakni terhadap komoditas senilai USD. 120 miliar yang masuk tarif 15% diubah menjadi 7,5%, tetapi masih mempertahankan tarif 25% yang dikenakan pada komoditas senilai USD. 250 miliar.

Trump di Gedung Putih pada 30 April mengatakan bahwa perjanjian dagang yang telah dicapai dengan Xi Jinping sekarang menjadi yang sekunder jika dibandingkan dengan bagaimana komunis Tiongkok menanggapi pandemi tersebut.

Trump percaya bahwa komunis Tiongkok telah melakukan suatu kesalahan besar dan berusaha menutupi epidemi.

 “Mereka mencoba memadamkan kobaran api besar, tetapi tidak memadamkannya,” kata Trump.

Menurut Trump,  hal yang sangat buruk adalah cara komunis Tiongkok memperlakukan dunia. Mereka mencegah perjalanan di dalam negeri Tiongkok, tetapi mereka tidak mencegah warga Tiongkok bepergian ke Amerika Serikat dan negara-negara lain di seluruh dunia. Orang tidak dapat terbang dari Wuhan ke Beijing atau ke mana pun di dalam negeri Tiongkok … tetapi mereka dapat melakukan penerbangan dari Wuhan ke seluruh  dunia, bagaimana hal itu bisa terjadi ?

Mungkin karena satu alasan, yakni komunis Tiongkok menginginkan epidemi ini memiliki dampak besar terhadap Tiongkok, juga membiarkan seluruh dunia ikut memiliki masalah ini. 

“Sehubungan dengan situasi yang tepat yang kami yakini, laporan yang sangat kuat akan segera kita terbitkan. Saya pikir ini akan menjadi laporan yang sangat konklusif,” kata Trump.

Trump juga mengatakan bahwa sesuatu yang tidak dapat diterima akal telah terjadi dalam kasus epidemi yakni masalah komunis Tiongkok menutupi kebenaran epidemi. 

Trump mengaku, Insiden ini sangat mengubah pandangannya terhadap diri Xi Jinping, karena semuanya sudah sangat berbeda, karena itu tidak menutup kemungkinan kita akan mengenakan tarif tambahan atas komoditas yang diimpor dari daratan Tiongkok sebagai hukuman terhadap komunis Tiongkok karena menyebarkan virus.

Keterangan foto: Bagi Trump, perjanjian dagang yang telah dicapai dengan Xi Jinping sekarang menjadi yang sekunder jika dibandingkan dengan bagaimana komunis Tiongkok menanggapi pandemi tersebut. Ia dapat memberlakukan tarif baru kepada Tiongkok sebagai kompensasi atas dampak penurunan ekonomi AS akibat pandemi komunis Tiongkok. (Win McNamee/Getty Images)

Pada 6 Mei 2020 lalu, ketika Trump ditanya wartawan apakah dia puas dengan implementasi Beijing atas perjanjian perdagangan, Trump mengatakan bahwa tanggapan mengenai hal ini akan diberikan dalam 1 hingga 2 minggu ke depan.

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada 8 Mei, Trump menjelaskan bahwa Amerika Serikat dan Tiongkok mencapai kesepakatan perdagangan yang hebat beberapa bulan yang lalu, tetapi begitu wabah menyebar, mereka berperan buruk dalam pelaksanaan perjanjian ini.

Amerika Serikat  sebelumnya tidak pernah mencapai kesepakatan dengan Beijing, dan mereka tidak dapat melakukannya karena komunis Tiongkok tidak ingin melakukan itu, komunis Tiongkok telah berjalan cukup nyaman di satu jalur yang membantai Amerika Serikat. 

“Kita setiap tahunnya kehilangan USD. 500 miliar, USD. 500 miliar”, kata Trump.

Menurut Trump belum ada keputusan yang dibuat tentang bagaimana menangani hubungan perdagangan  dengan Tiongkok.

Malam sebelum wawancara Trump, Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He berbicara lewat sambungan telepon dengan Perwakilan Dagang Amerika Serikat Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin, membenarkan bahwa kedua pihak sepakat untuk mengimplementasikan isi tahap pertama perjanjian dan percaya bahwa ketentuan perjanjian akan diimplementasikan pada waktunya. 

Virus komunis Tiongkok telah menyebabkan Amerika Serikat kehilangan banyak pekerjaan dalam beberapa bulan terakhir, Trump menyebutkan status lapangan kerja Amerika Serikat dalam sebuah wawancara. Dia mengatakan bahwa Amerika Serikat kehilangan 20,5 juta lapangan kerja pada bulan April.

Trump memprediksikan bahwa ekonomi Amerika Serikat pada kuartal ketiga tahun ini akan membaik dan cukup optimis terhadap prospek ekonomi Amerika Serikat.

“Kita memiliki ekonomi terbesar dalam sejarah … Kita menutupnya secara artifisial. Pekerjaan ini akan kembali, segera akan kembali. Tahun depan kita akan memiliki tahun yang luar biasa. Orang-orang dapat keluar rumah dengan aman menuju tempat kerja”, kata Trump.

Dalam briefing epidemi Gedung Putih pada 11 Mei, Trump kembali menyatakan bahwa ekonomi akan membaik pada kuartal ketiga dan akan menjadi lebih baik pada kuartal keempat tahun ini. Diharapkan tahun depan akan mengalami tahun yang sangat baik karena adanya permintaan besar yang tertekan atau tertunda pelaksanaannya.

sin/rp 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular