NTD, oleh Xiao Jing

Menurut pemberitaan Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat dan Kantor Kejaksaan Negeri Little Rock di Arkansas pada hari Senin 11 Mei 2020 lalu, bahwa Ang Simon Saw-Teong yang kini berusia 63 tahun memiliki kontak dekat dengan baik pemerintah Tiongkok maupun perusahaan-perusahaan Tiongkok. Akan tetapi ketika mengajukan permintaan dukungan dana untuk akademik, ia membuat pernyataan  palsu kepada NASA dan Universitas Arkansas. Sejak tahun 2013 Ang Simon Saw-Teong telah secara ilegal menerima dari pemerintah federal dana dukungan sebesar lebih dari USD. 5 juta.

Jaksa penuntut menunjukkan bahwa kasus ini terpapar oleh sebuah insiden biasa. Pada saat itu, seorang anggota staf dari Universitas Arkansas mencoba untuk memeriksa sebuah hard disk entah milik siapa yang diserahkan kepada loket pengambilan barang hilang atau ketinggalan di perpustakaan kampus. Staf tersebut mencoba dengan membuka isi perangkat untuk mencari tahu siapa pemilik barang tersebut.

Staf menemukan bahwa file-file email itu adalah milik Ang Simon Saw-Teong, dan salah satu dari email itu berbunyi : “Karena suasana politik, bagi saya akhir-akhir ini ada beberapa hal menjadi sangat sulit untuk saya lakukan. Anda dapat mencari di situs web berbahasa Mandarin untuk memahami bagaimana Amerika Serikat akan memperlakukan para sarjana yang berpartisipasi dalam ‘Program 1.000 Talenta’. Di sini, tidak banyak orang yang tahu bahwa saya adalah salah satu dari mereka, tetapi jika ini bocor, pekerjaan saya di sini akan mengalami masalah serius. Saya harus sangat berhati-hati, kalau tidak saya mungkin akan kehilangan pekerjaan di universitas ini.”

The Associated Press melaporkan bahwa Ang Simon Saw-Teong saat ini telah ditahan di pusat penahanan Fayetteville dan tidak dapat dibebaskan dengan jaminan. Ang Simon Saw-Teong  akan menghadapi tuntutan 20 tahun penjara begitu kejahatannya terbukti.

Simon Saw-Teong memulai karirnya di Universitas Arkansas pada tahun 1988. Saat ini Ang Simon Saw-Teong menjadi direktur Pusat Elektronik Kepadatan Tinggi di Departemen Teknik Listrik. Saat ini, pihak universitas telah menangguhkan jabatan yang bersangkutan dan menyampaikan kesediaannya untuk membantu FBI dalam investigasi.

Baru-baru ini, banyak kasus di Kementerian Kehakiman Amerika Serikat menunjukkan masalah yang sama, yaitu beberapa dosen dan peneliti di universitas-universitas Amerika telah menyembunyikan minat dan penelitian yang berkaitan dengan komunis Tiongkok dan melanggar aturan dalam mengajukan permintaan dukungan dana dari pemerintah federal.

Konflik kepentingan yang disembunyikan dengan sengaja ini dapat ditelusuri kembali melalui program perekrutan bakat yang disponsori oleh otoritas komunis Tiongkok. 

Melalui ‘Program 1.000 Talenta’ komunis Tiongkok dapat menarik para ahli dari seluruh dunia untuk memberikan keahlian yang sensitif. Akibatnya, komunis Tiongkok dapat memperoleh penelitian ilmiah dan pencapaian teknologi dengan cara gratis, padahal negara lain perlu menghabiskan banyak waktu dan uang.

sin/rp 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular