Yan Feng Yi – NTDTV Asia Pasifik

Wabah virus Komunis Tiongkok yang dikenal dengan coronavirus kini menjadi pandemi global. Setelah pejabat setempat mengumumkan “pembersihan” daerah berisiko tinggi di seantero Tiongkok, daerah berisiko tinggi kembali muncul pada hari Sabtu, 9 Mei 2020 lalu. 

Di Kota Shulan, Provinsi Jilin, rantai infeksi terus berkembang dan menular antar provinsi sejak seorang anggota Biro Keamanan Umum terjangkit corona pada Jum’at 8 mei 2020 lalu. 

Saat ini, kota Shulan telah memasuki “Kondisi perang” mencegah epidemi. Bahkan pada 10 Mei lalu, dinaikkan levelnya sebagai daerah epidemi berisiko tinggi, seperti kota tertutup, operasional kereta api kota Shulan dan transportasi umum juga dihentikan. 

Kini seluruh lingkungan pemukiman ditutup. Sedangkan orang-orang dari daerah lain dan kendaraan dilarang masuk.

Tingkat risiko epidemi virus itu di Kota Shulan, Provinsi Jilin telah dinaikkan levelnya dari risiko rendah menjadi “siaga perang” berisiko tinggi dalam waktu dua hari dari 8 – 10 Mei. 

Menurut angka resmi pemerintahan Komunis Tiongkok, Kota Shulan menambahkan 11 kasus baru pada Minggu 10 Mei, dan 2 pasien terinfeksi tidak menunjukkan gejala.

 Untuk diketahui, Pemkot Shulan sudah mengedarkan pemberitahuan terkait manajemen dan kontrol secara ketat.  Manajemen tertutup itu diberlakukan di lingkungan pemukiman, dan kontrol ketat terhadap akses keluar masuk personel. Warga diminta untuk tidak keluar rumah, tidak bepergian, tidak berkumpul, bagi mereka yang tidak mematuhi, Biro Keamanan Publik akan menindak tegas. 

Selain itu, mengenai definisi infeksi tanpa gejala, pakar penyakit pemerintahan komunis Tiongkok Zhong Nanshan baru-baru ini merangkum empat jenis kondisi terkait, termasuk terinfeksi tetapi tanpa gejala.  Sementara yang bersangkutan tidak tahu, dan mungkin akan menular pada orang lain. Ada juga tanpa gejala pada masa inkubasi dalam tubuh dan diduga sebagai kasus penyakit. Hasil tes positif, tetapi tidak ada gejala. (jon/asr)

Share

Video Popular