Secretchina, oleh Li Ao– Senator kelas berat Amerika Serikat, Rindsey Graham dan rekan-rekannya menggagas Rancangan Undang Undang – RUU pada hari Selasa 12 Mei 2020, yang memungkinkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjatuhkan sanksi terhadap Tiongkok terkait virus corona. 

Partai pendukung Trump itu menyatakan, Trump dapat menjatuhkan sanksi pada pemerintah Komunis Tiongkok, termasuk pembekuan aset jika pihak berwenang Beijing menolak bekerja sama dengan dunia internasional untuk menyelidiki sumber dan penyebaran virus. 

Melansir laman Fox News, Graham mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Saya sangat yakin, jika tidak ada kebohongan oleh Partai Komunis Tiongkok, virus tidak akan muncul di Amerika Serikat.”

Graham menegaskan pihak berwenang Beijing menolak mengizinkan komunitas internasional memasuki laboratorium Wuhan untuk penyelidikan. Mereka menolak mengizinkan para penyelidik untuk mempelajari asal mula wabah itu.

“Saya yakin, dan kecuali dipaksa, jika tidak, Beijing tidak akan pernah bekerja sama dalam investigasi,” kata Graham. 

Menurutnya RUU  tanpa kompromi ini akan memberi sanksi kepada Beijing sampai mereka bekerja sama dengan penyelidik internasional.

Hukum Akuntabilitas Pneumonia Wuhan akan memberikan wewenang kepada Presiden Trump untuk memberikan sanksi berat kepada Beijing.

Rancangan Undang Undang  disebut Undang-Undang Akuntabilitas Pneumonia Wuhan, akan meminta Presiden Trump untuk bersaksi di depan Kongres bahwa Beijing telah menutup pasar basah yang berisiko tinggi menyebarkan virus corona. 

Penyelidikan tersebut dipimpin oleh Amerika Serikat dan sekutunya serta badan PBB seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Selain itu, RUU ini juga mendesak Tiongkok untuk membebaskan aktivis Hong Kong yang ditahan.

Jika tidak demikian, maka Presiden Trump akan diberi wewenang oleh Kongres untuk menjatuhkan serangkaian sanksi, termasuk pembekuan aset, larangan perjalanan, dan pencabutan visa, serta membatasi akses bisnis Tiongkok ke pembiayaan bank Amerika Serikat  dan pasar modal.

RUU digagas bersama Senator North Carolina, Thom Tillis, senator Mississippi, Cindy Hyde-Smith, senator dari Indiana, Mike Braun, senator Florida Rick Scott, Senator  Montana, Steve Daines, senator Indiana, Todd Young, senator Oklahoma, Jim Inhofe dan  senator Mississippi, Roger Wicker.

Senator Cindy Hyde-Smith mengatakan : “Ketika penyelidikan dimulai, Komunis Tiongkok harus menjadi lebih terbuka, dan kita akan bekerja keras untuk menarik hikmah dari bencana ini.”

RUU  itu akan menunjukkan kepada rezim komunis di Beijing bahwa dunia membutuhkan jawaban tentang asal mula epidemi ini dan bagaimana menyebarkan penderitaan di seluruh dunia.

Ini adalah bagian dari tekad Kongres yang semakin kuat untuk menyelidiki, dan membuka jalan bagi hukuman Amerika Serikat  atas tindakan kebohongan oleh otoritas Beijing ketika krisis pandemi pertama kali pecah.

Secara kebetulan, beberapa minggu lalu, mantan kepala ahli strategi Gedung Putih, Steve Bannon telah membuat komentar serupa di media. Bannon menyarankan bahwa setelah aset Partai Komunis Tiongkok di Amerika Serikat diidentifikasi, dan membekukan aset pribadi mereka di Amerika Serikat. Diperkirakan asetnya mencapai lebih dari puluhan miliar, dan dibagikan sebagai kompensasi kepada keluarga para korban epidemi pneumonia Wuhan.

Menuntut tanggung jawab pemerintah Beijing

Pekan lalu, Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat membentuk “Satuan Tugas khusus Tiongkok” untuk mengkoordinasikan strategi dalam menanggapi ancaman geopolitik dari Beijing. Tugas dari tim kerja tersebut mencakup hal-hal yang diprioritaskan, mengumpulkan informasi, dan metode koordinasi untuk menghadapi ancaman dari Beijing, termasuk penanganan masalah hukum.

Pada saat yang sama, badan intelijen Amerika Serikat juga sedang menyelidiki penyebaran awal dari virus tersebut, terutama apakah berasal dari kecelakaan di laboratorium Wuhan, atau dari pasar makanan liar hewan di dekat laboratorium tersebut.

Laporan Fox News pada awal April mengatakan, bahwa pejabat Amerika Serikat  semakin yakin akan peran Laboratorium Wuhan sebagai sumber dan penyebaran virus. Direktur Badan Intelijen Nasional Richard Grenell kemudian mengumumkan bahwa Amerika Serikat sedang menyelidiki kemungkinan ini.

Sementara itu, “The Daily Telegraph” Australia memperoleh dokumen setebal 15 halaman dari badan intelijen (Five Eyes Alliance) di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia dan Selandia Baru. Menurut laporan, bahwa penyembunyian informasi terkait penyebaran virus oleh otoritas Beijing merupakan pelanggaran terhadap transparansi internasional. 

Dokumen tersebut menyoroti penyangkalan awal pihak berwenang Beijing bahwa virus itu dapat ditularkan dari orang ke orang, melenyapkan dokter whistleblower yang memperingatkan, menghancurkan bukti, dan melakukan penolakan memberikan sampel asli kepada para ilmuwan yang bekerja pada penelitian vaksin. Berbagai tindakan Komunis Tiongkok akhirnya menyebabkan bencana pandemi global.

Sebagai catatan editor, virus yang menyebabkan wabah pneumonia Wuhan berasal dari Tiongkok di bawah pemerintahan Partai Komunis Tiongkok. Karena Otoritas Komunis Tiongkok menyembunyikan fakta,  akibatnya menyebabkan epidemi menyebar secara global. Orang-orang dari Wuhan, Hubei, dan bahkan semua orang Tiongkok dan orang-orang di seluruh dunia adalah korban. Partai Komunis Tiongkok bukan Tiongkok, dan tidak bisa mewakili Tiongkok. Oleh karena itu, virus yang muncul di bawah kekuasaan Partai Komunis Tiongkok itu disebut “virus Komunis Tiongkok.”

Johny / rp  

Video Rekomendasi

Share

Video Popular