NTDTV.com

Pada 13 Mei 2020, pemerintah kota Jilin, Provinsi Jilin mengumumkan penutupan kota. Media daratan Tiongkok mengungkapkan bahwa epidemi tidak dapat disembunyikan lagi, sejak 9 Mei 2020 lalu, warga di seluruh kota segera membeli obat-obatan penurun demam seperti antipiretik. Pada malam 12 Mei 2020, pihak berwenang setempat memberi tahu pemilik apotek untuk menurunkan obat-obatan dari rak dan melarang klinik menerima pasien demam.

Menurut sebuah laporan “Pear Video” Tiongkok, sejak Sabtu 9 Mei 2020 lalu, malam itu, sudah tampak antrian panjang di depan toko apotek-apotek besar di Kota Jilin. Warga setempat memborong obat-obatan penurun demam, pereda batuk, flu dan antibiotik.

Keterangan foto: Beberapa hari sebelum penutupan Kota Jilin, toko apotek mulai dibanjiri pembeli. (Tangkapan layar video)

 Pada malam 12 Mei 2020, otoritas setempat mengeluarkan pemberitahuan, meminta apotek untuk tidak menjual obat-obatan dan menurunkannya dari rak. Pemberitahuan itu juga melarang klinik menerima pasien demam, meminta mereka ke lembaga medis yang ditunjuk untuk berobat, jika tidak toko atau klinik akan ditutup.

 Media daratan Tiongkok mengatakan bahwa pembelian obat-obatan oleh warga kota Jilin berawal dari “kepanikan warga” yang disebabkan oleh epidemi di Kota Shulan. Namun, opini publik menduga, jika hanya karena “sentimen kepanikan,” pemerintah kota setempat tidak akan segera memberlakukan penutupan kota. 

Sementara itu, larangan pada apotek menjual obat dan klinik dilarang menerima pasien demam juga diduga untuk menutupi fakta atas pecahnya epidemi di kota tersebut.

Keterangan foto: Sehari sebelum penutupan kota, pihak berwenang Kota Jilin memerintahkan apotek untuk berhenti menjual antipiretik, dan melarang klinik menerima pasien demam. (Tangkapan layar video)

Pada 13 Mei 2020, pemerintah kota Jilin mengumumkan bahwa distrik dan desa di seantero kota akan ditutup, transportasi umum akan sepenuhnya ditutup, dan tempat hiburan juga akan ditutup.

Sebelumnya, terjadi ledakan epidemi di Kota Shulan yang berada di bawah yurisdiksi provinsi Jilin. Komisi Kesehatan Nasional Partai Komunis Tiongkok menugaskan kelompok ahli ke kota tersebut.

Pejabat pemerintah daerah setempat mengatakan epidemi disebabkan oleh rantai infeksi dari seorang pekerja binatu dari Biro Keamanan Publik, yang kini telah menyebar ke seluruh provinsi. Namun, kalangan luar menduga tingkat keparahan yang sebenarnya mungkin jauh melampaui laporan resmi pejabat pemkot setempat. (jon)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular