Erabaru.net. Laporan pemerintah yang disampaikan melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menyebutkan per Jumat (15/5) kasus positif yang dikonfirmasi mencapai 490 orang sehingga secara total berjumlah 16.496 kasus sedangkan pasien yang sembuh juga mengalami peningkatan.  

Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resminya di channel Youtube  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menguraikan kasus sembuh bertambah mencapai 285 orang sehingga secara total menjadi 3.803 orang.

Pada kesempatan itu, Yuri menjelaskan sebanyak 178.602 hasil uji spesimen yang sudah dilakukan dengan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 61 laboratorium dan Test Cepat Melokuler (TCM) di 9 laboratorium.

Menurut Yuri, sebanyak 132.060 orang yang diperiksa dikonfirmasi data positif 16.496 positif dan 115.564 negatif. Adapun kasus meninggal dunia mencapai 1.076 orang. Kasus tersebut merata hampir di seluruh wilayah Indonesia.

“Sudah 384 Kabupaten/Kota yang terdampak di seluruh provinsi, artinya hampir sebagain besar kabupaten/kota kita sudah terdampak,” ujar Yuri.  

Kemudian untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) menjadi 262.919 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi 34.360 orang.

Data-data tersebut, kata Yuri, menunjukkan bahwa penambahan kasus positif masih terus meningkat. Sedangkan sebaran di Kabupaten/Kota semakin meluas. Jika dilihat ada 1 dan 2 per Kabupaten/Kota masih terus menunjukkan tren semakin tinggi. Meski demikian, ada Kabupaten/Kota yang mana kasusnya semakin mendatar.

“Bagi kita kontak dengan kasus positif tanpa gejala masih terjadi, karena itu bagi kita meningat bagimana mencegahnya yaitu cuci tangan dengan benar, gunakan masker jika keluar rumah hindari kerumunan, jaga jarak,” ujarnya.

Gugus Tugas merincikan data positif COVID-19 di Indonesia yaitu di Provinsi Aceh 17 kasus, Bali 343 kasus, Banten 622 kasus, Bangka Belitung 29 kasus, Bengkulu 53 kasus, Yogyakarta 188 kasus, DKI Jakarta 5.774 kasus.

Selanjutnya di Jambi 69 kasus, Jawa Barat 1.596 kasus, Jawa Tengah 1.109 kasus, Jawa Timur 1.021 kasus, Kalimantan Barat 129 kasus, Kalimantan Timur 251 kasus, Kalimantan Tengah 227 kasus, Kalimantan Selatan 363 kasus, dan Kalimantan Utara 141 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 115 kasus, Nusa Tenggara Barat 358 kasus, Sumatera Selatan 458 kasus, Sumatera Barat 393 kasus, Sulawesi Utara 105 kasus, Sumatera Utara 202 kasus, dan Sulawesi Tenggara 183 kasus.

Adapun di Sulawesi Selatan 871 kasus, Sulawesi Tengah 112 kasus, Lampung 66 kasus, Riau 95 kasus, Maluku Utara 85 kasus, Maluku 62 kasus, Papua Barat 88 kasus, Papua 335 kasus, Sulawesi Barat 74 kasus, Nusa Tenggara Timur 19 kasus, Gorontalo 22 kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 21 kasus. (asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular