NTD, oleh Li Ming- Pada 13 Mei 2020 lalu, seorang netizen Wuhan mengunggah video di media sosial yang memperlihatkan seorang pria berusia sekitar 50 tahun  sedang berolahraga pagi di Taman Zhongshan, Hankou, Tiongkok. Pria itu  tiba-tiba jatuh dan menghembuskan nafas terakhir.

Perekam video menyatakan bahwa insiden itu terjadi pada pukul 8:20 pagi. Pria itu sedang berolahraga di sudut Yuanyangjiao, Taman Zhongshan, Hankou. Tiba-tiba, orang-orang di sekitarnya mendengar suara orang jatuh. Setelah ditengok ke belakang, ternyata seorang pria jatuh terlentang di jalanan. Orang-orang di sekitar itu segera memanggil nomor panggilan darurat 120 dan  nomor panggilan ke polisi 110.

Anggota polisi yang tiba di lokasi bertanya : “Siapa yang mengenal orang tersebut ?”

Tetapi tak seorangpun yang tahu siapa pria tersebut kecuali sering melihatnya ketika ia berolahraga.

Sekitar 15 menit kemudian, ambulan tiba di lokasi. 2 orang petugas medis yang mengenakan pakaian pelindung lengkap memeriksa tubuhnya dan berkata : “Dia sudah meninggal. Apakah kalian ada yang mengenalnya ?” 

Orang-orang di sekitar berkata tidak ada yang tahu. Staf medis mencoba melakukan Resusitasi jantung paru (CPR) pada pria itu, lalu meminta tubuh pria itu diangkat ke tandu. Staf medis mengatakan kepada polisi di tempat kejadian bahwa pada dasarnya pria itu sudah tidak terselamatkan.

Perekam video berkata dengan emosi : “Terlambat, seorang lagi meninggal dalam 15 menit ini”.

Belum diketahui alasan mengapa pria itu jatuh, dan pejabat berwenang juga tidak memberikan laporan resmi. Namun, sejak kota Wuhan dibebaskan dari lockdown, kasus serupa sudah sering lagi terjadi. Dunia luar menduga bahwa kematian mendadak tersebut memiliki hubungan dengan infeksi virus komunis Tiongkok.

Dalam beberapa hari terakhir, laporan resmi menyatakan bahwa sudah ada 6 kasus yang dikonfirmasi terinfeksi terjadi di Komunitas Sanmin, di Distrik Dongxihu, Wuhan. Para pakar dari komunis Tiongkok menyimpulkan bahwa infeksi komunitas tampaknya kembali terjadi. 

Dan video yang beredar di media sosial menunjukkan bahwa ada banyak kasus infeksi di daerah lain di Wuhan, dan sejumlah besar warga telah dibawa oleh pihak berwenang untuk menjalankan karantina.

Selain itu, kembali maraknya kasus infeksi virus komunis Tiongkok, bahkan infeksi kluster terjadi di banyak wilayah timur laut Tiongkok baru-baru ini. Oleh karena itu kota Shulan di Jilin terpaksa diisolasi. 

Sebelumnya, infeksi kluster di kota Harbin di Provinsi Heilongjiang sampai membuat rumah sakit dan banyak komunitas diblokir.

sin/rp

Video Rekomendasi

Share

Video Popular