NTD, oleh Li Yun- Bersamaan dengan ditandatanganinya Deklarasi Hari Militer oleh Presiden Trump di Gedung Putih pada 15 Mei, Menteri Pertahanan AS Mark Esper dan Penanggung jawab Pasukan Luar Angkasa AS ikut menyaksikan Presiden Trump meresmikan  bendera Angkatan Luar Angkasa AS.

Bendera ini melambangkan Angkatan Luar Angkasa Amerika dengan warna dasar hijau gelap dan memiliki sayap delta di tengahnya. Ini adalah simbol yang digunakan oleh komunitas pertahanan antariksa AS selama bertahun-tahun. Orbit elips dan 3 buah bintang di sekitar sayap delta melambangkan tujuan pasukan antariksa dalam mengatur, melatih, dan memperlengkapi.

Bendera ini diproduksi di ruang bendera milik Departemen Logistik Kementerian Pertahanan AS di Philadelphia. Selain bendera ini, ruang bendera tersebut juga menghasilkan bendera presiden AS, yang melambangkan komandan tertinggi angkatan bersenjata Amerika Serikat.

Dalam upacara peresmian itu Trump mengatakan bahwa baik untuk kepentingan pertahanan maupun serangan, Angkatan Luar Angkasa akan menjadi andalan masa depan AS. Trump mengatakan, berdasarkan  apa yang ia dengar dan laporan yang ada, AS sekarang adalah pemimpin di bidang teknologi luar Angkasa. Ia mengatakan, AS tidak punya pilihan selain untuk bersaing dengan lawan di luar angkasa, jadi AS sudah memiliki rudal baru yang mana  disebut Trump sebagai rudal super hebat.

Trump juga mengungkapkan bahwa kecepatan peluncuran rudal super hebat adalah 17 kali lebih tinggi dari rudal yang ada dan telah melampaui kecepatan rudal milik komunis Tiongkok dan Rusia. 

“Anda mungkin sebelumnya pernah mendengar bahwa Rusia memiliki 5 kali kecepatan rudal suara, dan komunis Tiongkok sedang bekerja keras untuk mengembangkan Rudal yang berkecepatan peluncuran 5 sampai 6 kali lebih cepat dari kecepatan suara, tetapi kita memiliki rudal yang 17 kali lebih cepat dari kecepatan suara”.

Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat yang baru didirikan 5 bulan lalu, adalah angkatan bersenjata keenam terbesar yang dibentuk oleh Amerika Serikat setelah Angkatan Udara, Angkatan Darat, Angkatan Laut, Korps Marinir, dan Penjaga Pantai (United States Coast Guard).

Luar Angkasa bakal menjadi medan perang baru di dunia. Tanggung jawab utama Angkatan Luar Angkasa adalah mengatur, melatih, dan memperlengkapi pasukan yang didedikasikan untuk bidang operasi luar angkasa. Fokus militer Angkatan Luar Angkasa AS adalah untuk melindungi satelit dan mempertahankan kepentingan ruang angkasa AS.

Wakil Presiden Mike Pence mengungkapkan pada tahun 2018 bahwa ada sekitar 60.000 orang yang bekerja dalam keamanan luar angkasa di Amerika Serikat, mereka tersebar di semua dinas militer dan badan intelijen utama Amerika Serikat.

Presiden Trump ketika menyaksikan Kementerian Pertahanan AS membentuk Angkatan Luar Angkasa pernah mengatakan : “Tidak cukup bagi Amerika Serikat untuk sekedar eksis di ruang angkasa. Namun, Amerika Serikat harus memiliki posisi dominan di luar angkasa”.

Kementerian Pertahanan AS dalam sebuah laporannya pada bulan Februari lalu menyebutkan bahwa komunis Tiongkok dan Rusia dengan giat mengembangkan teknologi luar angkasa untuk merusak atau menghancurkan satelit Amerika Serikat dan sekutu bila situasi krisis atau konflik membutuhkan.

Angkasa termasuk NDAA (National Defense Authorization Act), yakni Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional 2020, Kegiatan tersebut menandakan bahwa Amerika Serikat telah mendirikan suatu kekuatan militer baru.

Trump percaya bahwa banyak hal sedang terjadi di luar angkasa. Ini adalah medan perang baru di dunia. Di antara ancaman serius terhadap keamanan nasional AS, superioritas Amerika di bidang ruang angkasa sangat penting.

Trump mengatakan bahwa keuntungan AS di ruang angkasa berada di posisi terdepan, tetapi yang berada di posisi terdepan belum cukup, dan kita akan segera memimpin lebih banyak lagi”. Dia menekankan bahwa AS perlu mempertahankan agar dominasi ruang angkasa AS tidak akan pernah terancam.

Kemudian, Trump menginstruksikan NASA untuk membangun benteng jangka panjang sesuai program ‘Artemis.’ Langkah yang dilakukan mengirim astronot Amerika kembali ke permukaan bulan sebelum tahun 2024.

(sin/asr)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular