Ntdtv.com- Melansir laporan media corong Partai Komunis Tiongkok pada 15 Mei 2020 lalu, otoritas manajemen darurat setempat mengatakan bahwa pada 15 Mei pukul 11 ​​pagi waktu setempat, sebuah gedung pabrik sewaan yang membuat lem sepatu di Jalan Timur Xiaoliang, Kota Danyang, Provinsi Jiangsu tiba-tiba meledak.

Menurut laporan, ledakan itu sangat keras hingga membentuk awan jamur di lokasi kejadian. Ledakan itu menyebabkan 8 orang dilarikan ke rumah sakit. Salah satu dari korban terluka parah. Saat itu ada 2 orang yang terjebak di tempat kejadian yang belum diselamatkan.

Awan berbentuk jamur itu adalah kumpulan dari asap dan debu, biasanya disebabkan oleh kompresi uap air yang dipicu oleh ledakan besar. Fenomena ini bukan hanya ledakan nuklir, selama cukup energi untuk meledak atau terbakar, juga akan menghasilkan efek yang sama.

Menurut laporan,  Komunis Tiongkok memaksa dimulainya kembali produksi ditengah maraknya corona. Baru-baru ini, sering dilaporkan bahwa pabrik di seluruh negeri yang baru memulai aktivitas  menghentikan produksi karena tidak ada pesanan. Yang lebih aneh lagi, pabrik dan perusahaan di berbagai tempat kerap dilaporkan terbakar secara berturut-turut dalam beberapa hari terakhir, sehingga memicu perhatian publik.

Pada 16 April 2020 lalu, sepenggal video menunjukkan taman hiburan di Taman Shangshan, Kota Tengzhou, Provinsi Shandong terbakar hingga membentuk asap tebal di lokasi kejadian.

Sehari sebelumnya, media setempat melaporkan, kebakaran terjadi di sebuah bangunan pabrik Babei Company, Yijing Road, Zona Pengembangan Shaoxing pada 15 April lalu sekitar pukul 2 siang. Tak lama kemudian pada hari yang sama, kebakaran tiba-tiba terjadi di Pasar Yuehu di Changsha, Provinsi Hunan, Tiongkok.

Pada hari yang sama, beberapa netizens memposting video, mengatakan bahwa pada 14 April sekitar pukul 17:00 waktu setempat, sebuah pabrik onderdil mobil di Taman Industri Guangling, provinsi Jiangsu terbakar. Tampak asap tebal membubung ke angkasa karena kobaran api yang cukup besar.

Sejumlah besar video pada hari itu menunjukkan, pabrik dan perusahaan di berbagai tempat mengalami kebakaran aneh. Pada 14 April pagi, Jimin Food Co., Ltd mengalami kebakaran hebat di Jubaoshan, Kabupaten Kangbao, Kota Zhangjiakou. Siangnya kebakaran kembali terjadi di Perpustakaan Xi’an di Provinsi Shaanxi, dan kebakaran juga terjadi di Pabrik Keramik Jinshuntong di Zhaoqing, provinsi Guangdong.

Sarjana dan kolumnis independen guppydong mengatakan bahwa ia mengumpulkan setidaknya satu hingga dua ratus video tentang kebakaran dan ledakan di pabrik. Jumlah ini terlalu banyak, jelas merupakan faktor akibat ulah manusia.

Guppydong, seorang Kristiani, cendekiawan independen, kolumnis, musuh rezim otoriter, tokoh kebebasan dan demokrasi, pelindung supremasi hak asasi manusia, mengatakan : “Ini seperti keadaan yang dipaksa. Perusahaan-perusahaan ini tidak punya jalan keluar lagi, pesanan tidak ada, sehingga perusahaan tidak punya pilihan. Lalu apa cara terakhirnya, membakar pabrik, selain melawan pemerintah, masih bisa mendapatkan sejumlah uang asuransi. Tetapi ini juga cara yang sangat berisiko. Karena perusahaan asuransi tidak senaif itu.”

Tentu saja tidak mengesampingkan kebakaran itu disebabkan oleh desinfeksi beberapa perusahaan. Di bawah situasi epidemi, rezim Komunis Tiongkok memaksa untuk memulihkan pekerjaan seperti biasa. Menurut Guppydong, itu tak ubahnya seperti bertaruh pada pesanan barang dan ekonomi dengan menggunakan nyawa para pekerja.

“Sejak maraknya wabah pneumonia Wuhan, apa yang bisa dilakukan Komunis Tiongkok pada kenyataannya adalah melanggar kemanusiaan dan melanggar hukum sosial normal. Entah itu lockdown, atau membuka kembali pekerjaan secara paksa, sepenuhnya sesuai dengan tujuannya. Komunis Toongkok tidak peduli apakah Anda terinfeksi besok atau tidak, saya bisa berbohong tidak ada kasus infeksi,” tambah Guppydong. 

Selain itu, Guupydong juga menemukan bahwa tidak hanya masalah kebakaran di berbagai tempat, tetapi juga sejumlah besar ledakan pabrik, kebakaran hutan, dan salju lebat yang tiba-tiba turun di banyak provinsi seperti Hebei, Shandong, dan Henan. 

Menurut Guupydong, bertahannya rezim Komunis Tiongkok hingga detik ini telah membuat murka Tuhan. Berbagai indikasi yang terjadi saat ini adalah tanda berakhirnya masa depan Partai Komunis Tiongkok.

Johny /rp

Video Rekomendasi

Share

Video Popular