Komunis Tiongkok akhirnya terpaksa mengakui bahwa mereka telah memerintahkan instansi yang berwenang untuk melenyapkan sampel virus, dengan dalih demi kepentingan keamanan laboratorium. Argumen yang terlambat ini jelas tidak bisa dibenarkan. Pada saat yang sama, komunis Tiongkok terus menutupi dan menyembunyikan data-data mengenai perkembangan wabah telah menimbulkan keraguan berbagai pihak.  Jadi komunis Tiongkok masih terus menutupi situasi epidemi dan mengelabui masyarakat dalam dan luar negeri

 oleh Chen Han

Salah satu dari fakta bahwa komunis Tiongkok menutupi situasi epidemi yang terjadi di negaranya adalah meminta instansi yang berwenang mereka untuk melenyapkan sampel virus. Namun komunis Tiongkok selalu membantahnya.

Hingga pada 15 Mei 2020, di bawah tekanan internasional dan pembuktian yang kuat, Liu Dengfeng, inspektur Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok baru mengakui untuk pertama kalinya bahwa Komisi Kesehatan Nasional mengeluarkan dokumen yang relevan tentang pelenyapan sampel virus pada 3 Januari 2020. Dengan dalih bahwa perintah itu dikeluarkan berdasarkan pertimbangan kepentingan keamanan biologis laboratorium.

Xing Tianxing, seorang komentator politik yang tinggal di Amerika Serikat mengatakan : “Pada awalnya komunis Tiongkok berulang kali membantahnya. Sekarang harus mengakuinya karena sebagian besar bukti nyata telah berada di tangan komunitas internasional. Mereka mau tak mau mengakuinya. Pada saat ini, mereka mulai berdalih”.

Menurut Xing Tianxing, tidak mungkin bagi negara-negara di seluruh dunia untuk mempercayai alasan yang dikemukakan komunis Tiongkok. Dikarenakan menghilangkan sampel virus tidak ada hubungannya dengan keselamatan laboratorium itu sendiri, tetapi mereka justru secara langsung mencegah penyelidikan terhadap sumber penyebaran virus.

Xing Tianxing berkata : “Memang niatnya adalah untuk menutupi sumber sebenarnya dari penyebaran virus. Pada saat yang sama, tanpa malu-malu untuk menghindari berbagi sampel virus dan menolak penyelidikan oleh komunitas internasional. Bagi dunia, penjelasan komunis Tiongkok sudah tidak dapat diterima, tidak dapat membuat orang percaya kepada mereka. Dengan kata lain, mereka sudah tidak bisa menipu lagi.”

Radio France Internationale mempertanyakan : Mengapa Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok begitu terlambat dalam mengeluarkan penjelasan ? Jika hanya persoalan keamanan, mengapa menyembunyikan informasi penting seperti ini sampai sekarang ?

Sejak awal penyebaran wabah, sudah beredar berita di kalangan masyarakat soal komunis Tiongkok melenyapkan sampel virus. Bahkan media ‘Caixin’ pada bulan Februari telah mengungkapkan bahwa Komisi Kesehatan Nasional Cabang Provinsi Hubei masing-masing pada 1 Januari dan 3 Januari tahun ini, telah menginstruksikan Laboratorium P4 Wuhan dan instansi terkait lainnya untuk melenyapkan sampel virus. Instruksi juga melarang baik instansi maupun individu untuk menerbitkan makalah atau data yang relevan kepada pihak luar.

Pada 20 April 2020, media Taiwan memperoleh salinan dokumen internal Partai Komunis Tiongkok yang mengungkapkan bahwa Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok telah memerintahkan instansi terkait untuk melenyapkan sampel virus. 

Pada 1 Mei, media luar negeri mengungkapkan bahwa Aliansi Intelijen Lima Mata yang dibentuk oleh badan intelijen Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia dan Selandia Baru mengecam keras tindakan komunis Tiongkok melenyapkan sampel virus.

Saat ini, Komite Kesehatan Nasional Tiongkok yang tidak dapat mengelak fakta terpaksa mengakui perbuatannya, meskipun dengan alasan demi keamanan laboratorium itu masih berbau bohong. Jelas, ini tidak dapat dibenarkan, apalagi menjelaskan kepada komunitas internasional : Mengapa melarang instansi maupun individu membocorkan informasi tentang sampel virus kepada dunia luar, atau untuk mempublikasikan tesis dan data terkait ?

Dalam hal ini, kolumnis Epoch Times Cheng Xiaorong mengatakan bahwa masalah ini cukup membuktikan komunis Tiongkok terus berbohong, Jadi tidak heran jika masyarakat bertanya : Selain itu, apa yang komunis Tiongkok sembunyikan ?

Pada 9 dan 10 Mei 2020, sejumlah kasus baru COVID-19 kembali muncul di Komunitas Sanmin dari Distrik Dongxihu, Wuhan, Tiongkok.

Pada 11 Mei, otoritas Wuhan mengeluarkan pemberitahuan darurat untuk melakukan tes asam nukleat nasional dalam 10 hari. Seorang warga Wuhan yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan bahwa untuk mencari prestasi politik, terlepas dari ketidakakuratan hasil tes asam nukleat, terburu-buru membongkar rumah sakit darurat ala gudang telah menanam bahaya tersembunyi yang harus dihadapi sekarang.

Warga dengan identitas anonim tersebut berkata : “Setelah secara politis menutup rumah sakit berbentuk gudang tempat penampungan pasien, orang-orang yang tidak menunjukkan gejala dianggap tidak terinfeksi kemudian dipulangkan. Setelah pulang, yang satu menularkan virus ke lainnya, dan akhirnya menyebabkan wabah berkecamuk seperti yang terjadi di komunitas Sanmin.”

Padahal para pejabat sangat menyadari apa yang akan terjadi ketika orang-orang ini dipulangkan. Tapi untuk mempertahankan jabatan, mereka menutupi dengan cara mengelabui, demikian tambahnya.

Pada 13 Mei 2020, Media ‘Foreign Policy’ mengungkapkan sebuah database epidemi yang diproduksi oleh Continental University of Defense Technology. Laporan itu menemukan bahwa ada 640.000 kasus informasi di 230 kota di seluruh daratan Tiongkok. Meskipun ini hanya data statistik yang tidak lengkap, belum dapat dikonfirmasi apakah ini mewakili 640.000 kasus infeksi yang terjadi. Akan tetapi jumlah ini jauh melebihi angka resmi yang dipublikasikan komunis Tiongkok yang hanya mencapai 80.000 lebih. Ini saja sudah cukup untuk membuktikan bahwa komunis Tiongkok menutupi fakta sebenarnya dari epidemi. (sin/asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular