Ntdtv.com- Muncul sejumlah kasus terbaru penyebaran virus komunis Tiongkok atau coronavirus di Wuhan, Tiongkok, sebuah  kota yang berpenduduk lebih dari 11 juta jiwa. Kini uji asam nukleat secara massal di Wuhan telah menjadi topik hangat di media sosial.

Laporan yang dilansir oleh NTDTV menyebutkan, warga berdiri dalam antrean yang mengular di luar berbagai tempat pemantauan terbuka dan pengujian rumah sakit. 

Banyak warga harus mengantre lebih dari 3 jam. Dilaporkan ada banyak warga dari sejumlah daerah. Kumpulan orang dalam jumlah besar tidak dapat menjamin social distancing.

Wei Zhijie, seorang penduduk Wuhan berkata : “Ketika ada banyak orang, harus dipisahkan, ketika ada banyak orang. Kadang-kadang, ada yang pakai masker, ada yang tidak pakai, Saya pikir itu harus dideteksi dengan metode terpisah.”

Ada juga penduduk yang melaporkan bahwa petugas penguji tidak mengganti sarung tangan atau tidak mensteril tangannya, dikhawatirkan terjadi infeksi silang.

Warga Wuhan itu berkata : “Apa yang harus saya lakukan jika terjadi infeksi silang selama tes? Anda perlu membuka mulut untuk pengujian, Anda harus melepas masker? Bagaimana staf medis mengganti sarung tangan dalam waktu yang singkat? Bagaimana memastikan disinfeksi? Juga ada beberapa orang batuk dan bersin selama proses itu, dan udara di sekitarnya bisa tercemar. Bagaimana Anda mendesinfektannya? “

Sejumlah pakar di pihak pemerintahan Komunis Tiongkok juga memiliki sikap yang berbeda tentang diperlukan atau tidaknya uji asam nukleat secara nasional. 

Seorang mantan peneliti dari Pusat Pengendalian Penyakit Komunis Tiongkok tak mendukungnya. Ia mengatakan bahwa melakukan survei asam nukleat  “terlepas dari biaya, tenaga kerja dan orang-orang yang menghamburkan uang.”

Selain itu, Wang Chen, seorang spesialis dalam pengobatan penyakit kritis di Tiongkok dan dekan Akademi Ilmu Kedokteran Tiongkok, mengatakan kepada media corong Partai Komunis Tiongkok, CCTV bahwa tidak semua orang yang terinfeksi dapat dideteksi asam nukleat secara positif. Ia mengatakan,  tingkat deteksi asam nukleat dalam kasus nyata hanya 30% hingga 50%. Dengan kata lain, lebih dari 50% dari tes asam nukleat orang yang terinfeksi menunjukkan negatif palsu. (Hui/asr)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular