Epochtimes, oleh Xu Jialin- X-37B adalah sebuah pesawat bertenaga surya yang dapat dikendalikan dari jarak jauh tanpa awak.

Associated Press melaporkan bahwa para pejabat Amerika Serikat tidak mengungkapkan berapa lama X-37B akan bertahan di lintasan, juga tidak mengungkapkan tujuan misi. Namun Jim Chilton, pengembang pesawat X-37B yang juga merupakan wakil presiden senior Boeing menunjukkan bahwa waktu setiap kali pesawat bertugas semakin lama.

Misi penerbangan terakhir berlangsung yang paling panjang, yakni 2 tahun. Ketika X-37B kembali ke Bumi tahun lalu, ia mendarat pada malam hari di Pusat Luar Angkasa Kennedy.

Angkatan Udara Amerika Serikat memiliki setidaknya 2 buah pesawat ruang angkasa X-37B yang dapat digunakan berulang, dan masing-masing sudah pernah terbang beberapa kali. Pangkalannya adalah bekas hanggar pesawat ulang-alik di Kennedy Space Center.

Pesawat bertenaga surya ini memiliki panjang 9 meter dengan bentuknya yang seperempat dari pesawat ulang-alik, tingginya 2,9 meter dan berat 4.990 kg. Pesawat dapat melakukan percobaan atau mengakomodasi satelit kecil di kompartemen muatannya.

Roket yang baru diluncurkan memiliki kabin eksperimental tambahan, membawa beberapa peralatan laboratorium penelitian NASA dan Angkatan Laut Amerika Serikat, ini merupakan beban terbesar yang dibawa X-37B sejauh ini.

Kemampuan khusus proyek X-37B untuk menguji sistem baru di ruang angkasa dan kembali ke Bumi adalah unik. Ini yang membuat Amerika Serikat lebih efektif dan lebih efisien dalam mengembangkan kemampuan untuk mempertahankan keunggulannya di bidang luar angkasa. 

Jim Chilton mengatakan : “Anda dapat mengatakan bahwa X-37B berdiri di bahu pesawat ulang-alik”.

Keterangan foto: Sebuah pesawat ruang angkasa rahasia AS X-37B kembali ke Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg di California setelah menyelesaikan penerbangannya selama 2 tahun. (AFP)

X-37B biasanya beroperasi pada ketinggian 200 hingga 250 mil dari permukaan Bumi. Pesawat Tanpa Awak tersebut dilengkapi dengan panel surya untuk memberi daya pada instrumennya dan dilengkapi dengan mesin roket yang digerakkan propelan untuk bergerak di ruang angkasa.

Sejak penerbangan pertama pada tahun 2010, pesawat ruang angkasa rahasia ini telah berada di orbit selama 2.865 hari sampai hari Minggu, 17 Mei. 

Jim Chilton mengatakan : “Jika termasuk seluruh misi yang pernah diemban pesawat, maka X-37B telah berada di orbit selama hampir 8 tahun dengan jarak yang ditempuh kurang dari 1 miliar mil”.

Peluncuran pesawat ruang angkasa kali ini tertunda satu hari karena cuaca buruk. Ini adalah kedua kalinya Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat yang baru dibentuk meluncurkan roket. Pada bulan Maret tahun ini, Angkatan Luar Angkasa telah berhasil meluncurkan sebuah satelit keamanan nasional.

Pada hari Minggu 17 Mei, United Launch Alliance Amerika Serikat yang menyediakan roket Atlas V menyatakan peluncuran itu berhasil 1 setengah jam setelah roket lepas landas. Perusahaan mendedikasikan acara peluncuran   itu untuk staf medis dan personil lain yang bekerja di garis depan penanganan pandemi virus komunis Tiongkok.

Proyek X-37 selalu menjadi rahasia besar Angkatan Udara Amerika Serikat, dan telah dispesifikasikan oleh para pakar militer dari berbagai negara. Pada tahun 2015, Angkatan Udara Amerika Serikat mengungkapkan bahwa pada bulan Mei tahun itu, pihaknya melakukan uji terbang keempat pesawat ruang angkasa tak berawak rahasia X-37B, dalam rangkah untuk menguji jenis mesin pendorong ciptaan baru.

Sangat sedikit detail tentang misi pesawat X-37 yang diungkapkan. Selain menguji peralatan baru dalam misi perluasan ruang angkasa, X-37B juga dianggap melakukan misi intelijen, pengawasan dan pengintaian (Intelligence, surveillance and reconnaissance – ISR) untuk Angkatan Udara, memantau apakah Korea Utara dan negara-negara lain yang berpotensi mengancam Amerika Serikat.

Cape Canaveral Air Force Station akan segera mengantar misi peluncuran berikutnya. Pada hari Selasa, 19 Mei dini hari, SpaceX akan mencoba meluncurkan sejumlah satelit Starlink untuk menyediakan layanan Internet global. Ini akan menjadi penerbangan terakhir bagi SpaceX yang non-awak. Di kemudian hari SpaceX akan diterbangkan secara berawak. SpaceX yang berawak dijadwalkan peluncurannya pada 27 Mei dari Kennedy Space Center.

sin/rp 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular