Epochtimes.com- Video conference  sidang Majelis Kesehatan Dunia resmi digelar. Kantor berita CNA melaporkan, video conference terpaksa diadakan karena pandemi pneumonia komunis Tiongkok sejak akhir tahun 2019. 

Meskipun telah memperpanjang periode pendaftaran negara-negara anggota sebelum pertemuan dimulai, namun, informasi yang relevan menunjukkan bahwa WHO tetap menolak mengundang Taiwan ikut serta.

Topik pembahasan konferensi majelis adalah masalah pneumonia komunis Tiongkok. Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus  berpidato tentang masalah ini.

Sejak wabah mulai menyebar dari kota Wuhan hingga hari ini, hampir 190 negara di dunia  menjadi korban virus komunis Tiongkok itu. Sejumlah kritik internasional terhadap situasi epidemi yang disembunyikan komunis Tiongkok,  menyulut tuntutan terhadap WHO untuk melakukan penyelidikan.

Misalnya, dalam pembahasan majelis hari ini, rancangan resolusi yang disponsori bersama oleh sekitar 60 negara yang dipimpin oleh Uni Eropa akan diadopsi.  Mereka meminta Tedros untuk bekerja sama dalam penyelidikan lapangan mengenai pengungkapan sumber virus. Selain itu, secepatnya memulai tinjauan tanggapan terhadap epidemi.

Selain meminta penyelidikan tentang situasi epidemi, yang lebih penting adalah banyak negara juga tidak puas dengan status kerja sama kesehatan global saat ini. Akan tetapi WHO bersikeras untuk mengikuti prinsip komunis Tiongkok untuk memboikot Taiwan dalam pertemuan. 

Tindakan WHO yang lebih mementingkan kepentingan politik daripada kesehatan telah menyebabkan meluasnya kritik internasional. Bagaimana negara peserta membahas masalah Taiwan ini akan menjadi fokus lain pada konferensi.

Sejumlah negara dengan ide-ide serupa selama pertemuan juga akan bergabung untuk membicarakan soal keikutsertaan Taiwan. Mungkin mereka juga akan mengekspresikan sikap menentang WHO. Dikarenakan mengesampingkan kesehatan demi mementingkan kepentingan politik.

Taiwan dari tahun 2009 hingga 2016 selama 8 tahun telah berpartisipasi sebagai pengamat di majelis kesehatan dunia. Namun, sejak tahun 2017, WHO  menolak untuk mengundang Taiwan. Namun, mendapat perhatian internasional pada tahun ini. Dikarenakan prestasi Taiwan dalam mencegah penyebaran epidemi di Taiwan. Oleh karena itu gelombang mendukung Taiwan ikut berpartisipasi dalam konferensi sidang majelis kesehatan dunia sangat tinggi.

14 negara sahabat termasuk Paraguay dan Swadini  menyerahkan proposal kepada Sekretariat WHO untuk mengundang Taiwan dalam pertemuan kali ini. 

Kementerian Luar Negeri Jerman mengkonfirmasi bahwa mereka telah menulis surat bersama dengan Inggris, Perancis, Selandia Baru, Amerika Serikat, Kanada, Australia dan negara-negara lain.Negara-negara itu mendesak Tedros mengundang Taiwan untuk berpartisipasi sebagai pengamat dalam konferensi kali ini.

Tahun ini, melalui beberapa tindakan termasuk desakan MenluMike Pompeo dan Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat, Alex Azar menyatakan Amerika Serikat membantu dengan lebih banyak tindakan agar Taiwan diikutsertakan dalam kegiatan Majelis Kesehatan Dunia. Selain itu, Kementerian Luar Negeri AS dan Institut Amerika di Taiwan, juga meluncurkan serangkaian topik melalui Twitter untuk mendukung Taiwan.

Majelis Kesehatan Dunia atau WHA adalah badan pembuat keputusan tertinggi WHO. Tanggung jawab utamanya adalah memutuskan arah kebijakan WHO, menunjuk Direktur Jenderak, mengkaji dan menyetujui rencana anggaran perencanaan dan sebagainya. Agenda lainnya menyelenggarakan pertemuan Majelis Umum di Jenewa pada bulan Mei setiap tahunnya. (sin/asr)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular