Epochtimes.com- Komunis Tiongkok diduga menyembunyikan informasi terkait epidemi domestik dengan serius. Media Amerika Serikat baru-baru ini menyebutkan, bahwa dari peta data besar epidemi yang dibuat Universitas Pertahanan Nasional Tiongkok ditemukan lebih dari 640.000 kasus diperbarui, mencakup 230 kota di seluruh negeri. Data tersebut masih merupakan data statistik yang tidak lengkap.

“Data internal akademi militer, setidaknya 640.000 didiagnosis di Tiongkok”

Pada 13 Mei 2020 lalu, Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat melaporkan basis data yang diduga “rujukan internal” Komunis Tiongkok dari seseorang yang merahasiakan namanya. Basis data ini dibuat oleh Universitas Sains dan Teknologi Pertahanan Nasional di Changsha, yang berafiliasi dengan Komisi Militer Pusat Partai Komunis Tiongkok. Database telah diintegrasikan ke dalam peta situs yang disebut “fighting against the epidemic by big data”. Meskipun peta situs terbuka untuk umum, tetapi tidak diketahui secara luas.

“Kebijakan Luar Negeri” Amerika Serikat melaporkan, bahwa meskipun basis data tersebut tidak cukup komprehensif, namun, sudah cukup lengkap, termasuk lebih dari 640.000 pembaruan informasi, yang mencakup setidaknya 230 kota di seantero negeri Tiongkok. 

Dengan kata lain, ada lebih dari 640.000 informasi yang menunjukkan jumlah kasus di lokasi tertentu. Setiap pembaruan data mencakup garis lintang, garis bujur, dan jumlah kasus yang dikonfirmasi. Rentang tanggal mulai dari awal Februari 2020 hingga akhir April 2020.

Harian “Shang Bao” Taiwan mencoba menelusuri situs web tersebut pada 15 Mei dan menemukan peta itu dapat menampilkan data epidemi setiap lingkungan pemukiman. Data termasuk jumlah diagnosa, jumlah yang diduga (terjangkit virus corona), jumlah kematian, jumlah yang sembuh, penyembuhan, dan jumlah infeksi tanpa gejala setelah data itu diperbesar.

Namun, ketika memeriksa ratusan tanda-tanda epidemi, tidak satupun yang menunjukkan “jumlah kematian.” Selain itu, banyak tempat yang hanya menunjukkan “pernah dilanda epidemi”, tetapi tidak ada jumlah infeksi.

Di sudut kiri bawah peta itu menunjukkan tim Litbang dan daftar produksi database, dan menyebutkan peta tersebut dibuat dengan mengumpulkan informasi dari komisi kesehatan berbagai provinsi dan kota atau platform lainnya. Akan tetapi pernyataan itu tidak menjamin data tersebut sepenuhnya akurat, “harap dipahami dan gunakan data dengan benar.”

Pada gambar besar peta tersebut, jelas menunjukkan jumlah diagnosis yang dikonfirmasi di setiap provinsi yang dilaporkan oleh Komunis Tiongkok. Namun, lebih dari 640.000 pembaruan data menunjukkan jumlah diagnosis yang dikonfirmasi dalam database jauh lebih besar daripada angka pemberitahuan resmi. Meskipun 640.000 informasi itu tidak secara akurat merupakan 640.000 kasus yang dikonfirmasi, tapi sebagian mencerminkan data infeksi yang sebenarnya.

Di sejumlah titik peta tersebut terdapat tanda “pernah dilanda epidemi”, menunjukkan bahwa database masih belum lengkap dari data yang dikonfirmasi. Selain itu, apa yang disebut “Pasien terinfeksi tanpa gejala” atau pasien yang diuji secara positif tetapi tanpa gejala, tidak dihitung dalam data diagnosis resmi.

Pada akhir Maret, penasihat ilmiah Inggris pernah melaporkan kepada Perdana Menteri Johnson bahwa jumlah infeksi di Tiongkok disembunyikan 15 hingga 40 kali oleh Komunis Tiongkok. Dengan kata lain, berdasarkan 80.000 diagnosis yang dikonfirmasi yang diumumkan oleh Komunis Tiongkok pada waktu itu, jumlah infeksi sebenarnya di Tiongkok adalah antara 1,2 juta hingga 3,2 juta orang. Ini hanya perkiraan untuk bulan Maret.

“Lebih dari 300.000 orang tewas oleh virus corona di dunia, dan lebih dari 1/3 pasien mengalami kerusakan pada ginjalnya

Selain Tiongkok, sekitar 4,55 juta orang didiagnosis terpapar virus Komunis Tiongkok, dan lebih dari 300.000 orang tewas karenanya. Moskow mulai menguji semua penduduk dan Jerman membuka perbatasannya. Penelitian di Amerika menemukan bahwa lebih dari sepertiga pasien virus komunis Tiongkok mengalami cedera ginjal akut.

Lebih dari 10.000 orang didiagnosis di Rusia pada hari Jumat 15 Mei 2020 lalu, dan secara total terdapat lebih dari 263.000 orang yang didiagnosis. Sejak itu di Moskow, 30 klinik menyediakan tes antibodi virus gratis dengan target 200.000 orang per hari.

Walikota Moskow Sergey Semyonovich Sobyanin mengatakan bahwa data uji akan membantu pihak berwenang untuk mengkoordinasikan pencegahan epidemi dan memutuskan untuk memperluas atau mengendorkan pembatasan blokade.

Pada hari Jumat 15 Mei 2020, Jerman melonggarkan kontrol perbatasan dengan Prancis, Austria dan Swiss untuk pertama kalinya.

Karena dampak epidemi, ekonomi Jerman mengalami kontraksi sebesar 2,2% pada kuartal pertama, lebih rendah 5,8% dari Perancis dan 4,7% dari Italia, sebagian karena Jerman mengizinkan pabrik dan lokasi konstruksi tetap beroperasi dan meluncurkan program penyelamatan skala besar.

Ekonom meramalkan ekonomi Jerman akan mengalami penurunan yang lebih parah pada kuartal kedua.

Sementara itu, Belgia membuka kembali sekolah dasar dan menengah pada hari Jumat 15 Mei 2020, tetapi harus menjaga jarak sosial yang ketat. Belgia memiliki populasi 11,5 juta, dengan total 54.000 orang yang didiagnosis dan 8.959 orang meninggal.

Brasil menambahkan 13.944 diagnosa baru pada hari Kamis 14 Mei 2020, total lebih dari 200.000 orang terinfeksi dan hampir 14.000 orang meninggal. Negara Bagian Sao Paulo merencanakan membangun 13.000 peti mati yang terbuat dari bahan daur ulang di tiga tempat pemakaman.

Pada hari Jumat 15 Mei 2020, jumlah kasus baru yang dikonfirmasi di klub malam Itaewon, Seoul, Korea Selatan meningkat menjadi 153 kasus, dengan jumlah kasus terbanyak dari usia 19 hingga 29 tahun, dengan 93 kasus. Pihak berwenang mendesak masyarakat untuk menghindari tempat yang padat untuk pertemuan akhir pekan.

Peneliti Amerika mengatakan pada hari Kamis bahwa lebih dari sepertiga pasien virus komunis Tiongkok menderita cedera ginjal akut.

Tim peneliti di Northwell Health Center, New York State mengatakan bahwa di antara 5.449 pasien, 36,6% mengalami cedera ginjal akut, dan hampir 15% di antaranya harus menjalani proses cuci darah. Sembilan puluh persen pasien sakit kritis mengalami gagal ginjal saat menggunakan respirator.

“Pantai di empat negara bagian New York dibuka, dan pencegahan epidemi di sebagian pemukiman penduduk diperpanjang”

Seiring dengan cuaca yang semakin panas, empat negara bagian di wilayah New York akan membuka pantai pada 22 Mei, tetapi kontrol tertentu akan diterapkan. Selain itu, lima area di Negara Bagian New York memenuhi standar pembukaan kembali akan dibuka pada hari Jumat 15 Mei 200, tetapi area lain yang tidak memenuhi standar, seperti New York City, diperpanjang hingga 28 Mei.

Pada hari Jumat 15 Mei 2020, New York, New Jersey, Connecticut dan Delaware menandatangani perjanjian untuk membuka pantai pada saat bersamaan pada Hari Memorial atau Hari Pahlawan, 22 Mei 2020, dan menerapkan kontrol tertentu.

Kontrol pantai Negara Bagian New York meliputi:

  • Kapasitas pantai tidak melebihi 50%, memastikan akses terkontrol dan membatasi jumlah parkir kendaraaan.
  • Melarang kegiatan kontak secara kelompok, seperti bola voli, bola basket, dan olahraga lainnya.
  • Area pertemuan sosial ditutup, dan area piknik, paviliun, taman bermain dan semacamnya ditutup.
  • Memperkuat langkah-langkah alienasi sosial antara karyawan dan wisatawan.
  • Menutup konsesi di area yang diizinkan.
  • Ketika jarak sosial tidak dapat dipertahankan, karyawan dan wisatawan harus mengenakan masker.

Karena pembukaan pantai dan kota tingkat kabupaten diputuskan pemerintah daerah. Walikota New York Bill de Blasio telah mengumumkan pada hari Jumat 15 Mei 2020 lalu, bahwa  tidak akan membuka pantai pada akhir pekan di Hari Memorial.

Selain itu, pada 15 Mei, setengah dari Negara Bagian New York mencapai 7 standar pembukaan kembali yang ditetapkan oleh Gubernur New York, Andrew Mark Cuomo dan mulai mengaktifkan ekonomi, termasuk: Finger Lakes, Mohawk Valley, North Country, Central New York, dan Southern Tier .

Daerah di bawah standar lainnya, termasuk New York City, perintah pencegahan epidemi berbasis rumah tangga diperpanjang hingga 28 Mei 2020.

Area yang memenuhi standar akan memulai fase pertama dari pembukaan kembali industri, termasuk: konstruksi, industri manufaktur, pertanian, kehutanan, perikanan, rantai pasokan grosir dan eceran dan sebagainya. Pada saat yang sama, kegiatan hiburan luar ruangan yang berisiko rendah diperbolehkan, seperti tenis dan bioskop Teater  mobil.

Gubernur New York Andrew M. Cuomo mengatakan Jumat 15 Mei 2020 bahwa dengan pembukaan kembali lima wilayah, jumlah kasus diperkirakan akan meningkat. Cuono memperingatkan para pejabat untuk siap sedia, jika epidemi memanas terlalu cepat, mereka harus menarik kembali pencabutan lockdown.

Menurut data kantor gubernur, indikator epidemi saat ini terus menurun, tetapi jumlah rawat inap baru sedikit meningkat. Menurut Cuomo   sebagian besar kasus ini terinfeksi di rumah. Selain itu, jumlah kematian turun di bawah 150 orang untuk pertama kalinya, sementara pada 14 Mei lalu, 132 orang dilaporkan meninggal.

Jumlah kematian dalam satu hari di Negara Bagian New York seperti berikut :

8 Mei: 226 orang

9 Mei 207 orang

10 Mei: 161 orang

11 Mei 195 orang

12 Mei: 166 orang

13 Mei: 157 orang

14 Mei 132 orang

Johny/rp

Video Rekomendasi

Share

Video Popular