Erabaru.net. Spesies liar dan semua pembela hak-hak hewan yang berjuang bersama untuk mempertahankan hak-hak mereka, terutama di pasar Asia, sekarang dapat mengklaim kemenangan.

Setelah Kota Wuhan, Tiongkok, dilanda gelombang kritik menyusul hipotesis yang ditemukan bahwa viru corona muncul dari pasar basah yang menyeramkan, tempat spesies eksotik dijual untuk konsumsi manusia, pihak berwenang kini mengambil langkah tanpa preseden.

Wuhan, pusat pandemi, secara resmi melarang konsumsi semua hewan liar, kata pihak berwenang. Ini adalah keputusan bersejarah di tengah-tengah pandemi, yang telah mendapat tepuk tangan dari seluruh dunia, tidak hanya karena pada akhirnya nasib banyak spesies yang terancam akan berbeda, tetapi karena efeknya, dalam hal masalah kesehatan global untuk masa mendatang.

Tetapi tindakan itu juga disertai dengan serangkaian keputusan luar biasa yang menguntungkan hewan. Wuhan sekarang akan menjadi “suaka margasatwa”, di mana perburuan hewan liar akan sepenuhnya dilarang.

Untuk memungkinkan ini, pihak berwenang telah menerapkan kontrol ketat pada pembiakan semua hewan liar, dan untuk menghindari perdagangan ilegal dengan segala cara, petani dan peternak yang didedikasikan untuk menyediakan pasar basah akan menerima kompensasi yang tak terhitung jumlahnya.

Kompensasi finansial terdiri dari 630 yuan (sekitar Rp 1,3 juta) per landak; 600 yuan (sekitar Rp 1,2 juta) per kucing dan musang; 75 yuan (sekitar Rp 155 ribu) per kilogram tikus bambu; 120 yuan (sekitar Rp 248 ribu) per kg ular kobra dll; dan 2.457 yuan (sekitar Rp 5 juta) untuk setiap angsa liar atau rusa .

Selain Wuhan, dua provinsi lain: Hunan dan Jiangxi, mengumumkan rencana insentif ekonomi bagi petani, yang mata pencahariannya bergantung pada pengembangbiakan spesies liar untuk konsumsi manusia.

Mereka akan memiliki kesempatan untuk menanam buah, sayuran, tanaman teh atau jamu untuk pengobatan tradisional Tiongkok. Mereka juga akan bisa memelihara hewan lain, seperti babi dan ayam.(yn)

Sumber: zoorprendente

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular