Ntdtv.com- Menurut laporan US Newsweek pada 18 Mei 2020 lalu, sejauh ini ada 122 negara telah menyatakan dukungannya untuk mosi penyelidikan tentang asal usul virus Komunis Tiongkok.

World Health Assembly (WHA) atau Majelis Kesehatan Dunia ke-73 dijadwalkan akan diadakan dalam bentuk konferensi video pada tanggal 18 dan 19 Mei 2020. Sebagai badan dengan wewenang tertinggi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), WHA mengadakan konferensi global setiap tahun untuk menentukan arah kebijakan WHO.

Sejauh ini, 122 dari 194 negara anggota WHA telah menyatakan dukungannya untuk penyelidikan independen terhadap asal-usul virus Komunis Tiongkok. Rancangan resolusi itu akan disahkan jika mendapatkan mayoritas 2/3 suara saat voting pada tanggal 19 Mei 2020.

Penyelidikan independen terhadap asal-usul virus Komunis Tiongkok  pertama kali dicetuskan oleh Australia. Pemerintah Negeri Kanguru telah meminta penyelidikan begitu wabah menjangkau negaranya dan merebak di ratusan negara lainnya di dunia. 

Sementara gerakan ini tidak melibatkan Tiongkok, yang kemudian menimbulkan kemarahan di antara para pejabat Tiongkok. Bahkan pihak Beijing mengancam tindakan balasan ekonomi terhadap Australia, yang pertama kali mendorong adanya penyelidikan. Meskipun Komunis Tiongkok mengancam akan mengenakan tarif tinggi pada gandum Australia, namun, Australia tetap pada pendiriannya, mengatakan akan mematuhi nilai-nilai universal dan terus menyerukan penyelidikan menyeluruh terhadap Komunis Tiongkok.

Saat ini, negara-negara yang telah menyatakan dukungan untuk mosi itu, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru, Jepang, India, Inggris, 27 negara Uni Eropa, dan 54 negara Afrika. Bahkan Rusia, yang sebelumnya selalu membela Komunis Tiongkok tentang asal-usul virus, juga bergabung dengan jajaran yang mendukung penyelidikan terkait.

Sementara untuk Indonesia, seperti melansir dari kompas.com, Indonesia turut mendukung draf resolusi yang diajukan Uni Eropa dan Australia kepada WHA untuk menyelidiki secara internasional terkait Covid-19. Dukungan Indonesia dalam koridor untuk kepentingan bersama. Mengutip dari kompas.com, menurut Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah, pada Rabu 20 Mei 2020, Indonesia salah satu negara yang menjadi sponsor (co-sponsor) resolusi WHA yang berjudul Covid-19 Response. Inti dari resolusi adalah kerja sama internasional terhadap pandemi dengan berbagai saran tindak, salah satunya untuk melakukan evaluasi terkait Covid.

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mengatakan bahwa penyelidikan wabah ini bertujuan untuk menghindari terulangnya kesalahan yang sama di masa mendatang.

Di bawah tudingan internasional atas dasar bukti terkait, Komunis Tiongkok telah mengakui bahwa beberapa laboratoriumnya menghancurkan sampel virus Komunis Tiongkok sejak awal wabah.

Menghadapi tekanan lebih dari 100 negara yang mendukung penyelidikan, Zhao Lijian, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, menyatakan bahwa terlalu dini untuk melakukan penyelidikan semacam itu.

Namun, pada upacara pembukaan WHA 18 Mei lalu, sikap pemimpin Tiongkok Xi Jinping melunak. Dia mengatakan bahwa Tiongkok mendukung seruan bagi penyelidikan independen tentang asalusul wabah virus corona, tetapi penyelidikan tidak akan dilakukan sampai virus terkendali.

Selain itu, Komunis Tiongkok yang menghalangi Taiwan menghadiri pertemuan WHA dengan status sebagai pengamat, justeru memicu pertentangan dan peringatan dari sejumlah negara.

Menurut data terbaru dari Universitas Johns Hopkins, Amerika Serikat, hingga 18 Mei 2020 pukul 14:00 waktu setempat, jumlah total kasus corona yang didiagnosis di dunia telah mencapai 4.758.937 kasus dan 316.277 orang meninggal dunia. Angka itu diantaranya dari Tiongkok dan Iran, yang dipertanyakan keakuratan angka-angkanya.

Johny/ rp 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular