Epochtimes.com- Kementerian Luar Negeri Burundi menyatakan dalam sebuah surat kepada kantor pusat WHO di Afrika pada 12 Mei menyatakan kepala perwakilan WHO di Burundi, Walter Kazadi Mulombo dan Empat pejabat lainnya, yang telah terdaftar sebagai orang yang tidak disukai. Oleh karena itu,  harus meninggalkan negara itu sebelum tanggal 15 Mei. Laporan ini dikutip di situs web “Breaking Israel News.” 

Seorang pejabat Burundi kepada kantor berita AFP berkata “Ini adalah seluruh tim WHO yang bertanggung jawab untuk mendukung Burundi melawan pneumonia Komunis Tiongkok. Mereka dideportasi dan Kementerian Kesehatan telah sepenuhnya mengabaikan WHO. Karena manajemen mereka terhadap penanganan wabah memiliki intervensi yang tidak dapat diterima.”

Burundi mengadakan pemilihan umum pada 20 mei 2020  untuk memilih presiden baru, anggota parlemen dan pejabat lokal. Pemilu digelar sejak pecahnya perang saudara di negara itu pada tahun 1993. 

Kandidat presiden dari partai yang berkuasa, Evariste Ndayishimiye , baru-baru ini mendesak orang-orang untuk terus menjalani kehidupan normal di rapat umum. Ia menyerukan orang-orang tidak usah takut akan wabah pneumonia Komunis Tiongkok.

Evariste Ndayishimiye berkata, “Tuhan mencintai Burundi. Jika seseorang tes positif, mungkin Tuhan menunjukkan kekuatannya di Burundi.”

Dia meyakinkan bahwa orang yang percaya pada perlindungan Tuhan akan beruntung. Epidemi ini merenggut banyak nyawa di seluruh dunia. Akan tetapi Tuhan melindungi Burundi dari epidemi. Sementara negara-negara lain menerapkan isolasi, orang-orang Burundi dapat menikmati kehidupan yang bebas, yang merupakan hadiah dari Tuhan.

Meskipun bandara internasional di Bujumbura, kota terbesar Burundi, ditutup tiga minggu lalu, negara itu belum mengambil tindakan untuk menjaga jarak sosial dan lockdown. 

Toko-toko masih beroperasi secara normal, gereja-gereja dan masjid-masjid masih buka. Adapun acara-acara olahraga, pernikahan, dan pemakaman juga dapat diselenggarakan secara normal. 

Negara ini baru saja memasang wastafel cuci tangan di pintu masuk toko-toko dan restoran, mengharuskan orang untuk mencuci tangan sebelum masuk.

Di antara 11 juta orang di Burundi, jumlah diagnosis  per 20 mei 2020,  hanya 42 orang positif dan jumlah kematian hanya satu orang.  (hui/asr)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular