Epochtimes.com- Situs web Komisi Kesehatan dan Kesejahteraan Jilin menginformasikan pada tanggal 19 Mei 2020 bahwa kota itu baru saja menambahkan 5 kasus lokal yang dikonfirmasi. 3 kasus diantaranya merupakan kontak dekat dari kasus yang dikonfirmasi di Distrik Fengman Kota Jilin. Salah satunya adalah anak laki-laki berusia 5 tahun, dua lainnya adalah personil dari Shulan ke Jilin.  2 orang dari 5 kasus yang dikonfirmasi  beralamat di distrik Gaosin Kota Jilin.

Menurut laporan dari situs web Komisi Kesehatan dan Kesejahteraan Jilin, pada 19 Mei 2020  pukul 00:00, ada 26 kasus Kota Jilin dirawat secara terpisah dan 2 orang meninggal. Sekarang ada 3 kasus berat yang ada di Kota Jilin, dan satu kasus berat adalah dari tipe kasus biasa menjadi berat.

Laporan pada tanggal 18 Mei 2020 lalu menyatakan bahwa Kota Jilin menambahkan dua kasus baru diagnosis lokal pada tanggal 17 Mei 2020, dengan total 40 kasus terinfeksi. 

Dua pasien yang baru didiagnosis semuanya adalah laki-laki, dan mereka semua terkait dengan pekerja binatu perempuan berusia 45 tahun dari Biro Keamanan Publik Kota Shulan yang pertama kali didiagnosis sebelumnya. Akan tetapi sumber infeksi dalam rantai transmisi belum ditemukan. 

Selain penyebaran lebih dari 30 orang yang terinfeksi di Kota Jilin, rantai penularan juga terjadi di Kota Changchun, Provinsi Jilin. Epidemi ini juga menyebar di seluruh provinsi ke provinsi tetangga Shenyang, Provinsi Liaoning.

Karena Komunis Tiongkok menyembunyikan epidemi, menyebabkan virus Komunis Tiongkok menyebar ke seluruh dunia. Semua kalangan di dunia ragu dengan data resmi yang dikeluarkan oleh Komunis Tiongkok.

Menurut sebuah laporan oleh China News Service, “China Philanthropist”, suami dari pekerja binatu dari Biro Keamanan Publik Shulan yang didiagnosis itu juga bekerja di Biro Keamanan Publik Kota Shulan. Dia menderita hidung tersumbat, hidung meler, batuk, dan demam akhirnya didiagnosis terinfeksi.

Sebelumnya, ia bekerja secara normal di unit kerjanya dan melakukan tugas dengan banyak rekan. Namun, beberapa hari setelah ibu wanita itu meninggal karena epidemi, para pejabat menyembunyikannya dan baru mengungkapkan ada kematian baru pada tanggal 18 Mei 2020.

Laporan itu juga menunjukkan bahwa Biro Keamanan Publik Kota Shulan memiliki setidaknya ada satu polisi dan satu calon polisi yang didiagnosis.

Pada tanggal 18 Mei, bangsal rumah sakit di Kota Jilin ditutup selama 24 jam, melarang kunjungan. Kota Shulan juga menerapkan langkah-langkah kontrol yang paling ketat pada siang hari pada hari itu. Tidak ada yang diizinkan keluar dan masuk.

Karena tingkat risiko wabah di Kota Shulan ditingkatkan menjadi risiko tinggi, semua karyawan dan keluarga mereka yang bekerja di gedung Biro Keamanan Publik harus diisolasi. Pasukan polisi dari setiap provinsi harus dikerahkan untuk mempertahankan operasi sehari-hari.

Epidemi Jilin terus meningkat, memicu penanganan intensif oleh pejabat Komunis Tiongkok. Menyusul Li Pengfei dibebastugaskan di jabatan sekretaris Komite Partai Kota Shulan, ada lima pejabat lainnya juga dibebastugaskan dari jabatan itu pada 16 Mei di Kota Jilin. Mereka termasuk Geng Jianjun, wakil sekretaris komite partai dan komisaris polit Biro Keamanan Publik Shulan, dan ia adalah satu-satunya yang bukan lima pejabat sistem kesehatan.

Sebelum dua sesi kongres, Beijing masih berada di negara “masa perang”

Menjelang Kongres Nasional Komunis Tiongkok, Beijing sangat gugup. Pada 17 Mei, Beijing mengadakan konferensi pers tentang kerja epidemi virus Komunis Tiongkok.

“Orang dalam yang tinggal di Jalan Changan” melaporkan bahwa Wakil Walikota Beijing Lu Yan mengatakan pada konferensi pers bahwa pada 24 Januari, Beijing memasuki tanggapan tingkat pertama, dan pada 30 April, Beijing memasuki tanggapan tingkat kedua. 

Saat ini, Beijing masih dalam tanggapan tingkat kedua. Akan tetapi Beijing masih berada di negara “masa perang”, menekankan bahwa selama dua sesi kongres, untuk memastikan keamanan ibukota, harus belajar tentang perang dalam masa perang.

Zhang Ge, wakil direktur Departemen Organisasi Komite Partai Kota Beijing, mengatakan bahwa saat ini terdapat lebih dari 10.000 komunitas perumahan dan lebih dari 3.000 desa administratif di Beijing. Ada 3,65 juta orang yang masuk ke Beijing telah melakukan pengamatan dan diisolasi di rumah.

Selain itu, delegasi lokal dan media yang mendampingi delegasi telah melakukan pengujian asam nukleat sebelum pergi ke Beijing. Anggota kru kereta api dan maskapai penerbangan yang mengangkut delegasi juga harus melakukan penyaringan tes asam nukleat dan isolasi. Tidak ada kontak dengan dunia luar sampai keberangkatan. Setelah tiba di Beijing, rombongan dikawal ke hotel residen untuk diisolasi.

hui/rp

Video Rekomendasi

Share

Video Popular