• Virus Komunis Tiongkok merebak di Heilongjiang, epidemi di tiga provinsi timur laut Tiongkok dilaporkan dalam keadaan darurat. Pada 11 Mei lalu, Pemkot Shulan, Provinsi Jilin mengumumkan kota Jilin dalam status perang melawan epidemi, dan pada 13 Mei kemudian, Pemerintah kota Provinsi Jilin memberlakukan lockdown
  • Pada saat yang sama, epidemi dengan cepat menyebar ke Kota Shenyang, Provinsi Liaoning, sebuah rumah sakit militer setempat ditutup
  • Saat ini, lebih dari 8.000 orang di kedua provinsi diisolasi. Informasi terkait menyebutkan bahwa situasi aktual di Shenyang lebih parah, dan pejabat setempat diduga menyembunyikan situasi epidemi yang sebenarnya

oleh Yi Ru – Reportase The Epoch Times 

Media Partai Komunis Tiongkok melaporkan pada 14 Mei bahwa situasi epidemi di Kota Shulan, Provinsi Jilin menyebar ke seluruh Shenyang. Jumlah yang dikonfirmasi di Shenyang telah meningkat menjadi tiga kasus. Saat ini, Shenyang telah mengisolasi dan memantau lebih dari 7.500 orang dan melakukan pengujian asam nukleat.

Pada 13 Mei, sepenggal video yang beredar di Internet menunjukkan bahwa “Rumah sakit nomor 463” di kota Shenyang, provinsi Liaoning, ditutup sepenuhnya. Namun berita itu diblokir terhadap dunia luar. 

Rumah Sakit nomor 463 kota Shenyang yakni Rumah Sakit Angkatan Udara wilayah Utara, provinsi Liaoning ditutup sepenuhnya. Penutupan rumah sakit setempat   menunjukkan telah terjadi ledakan infeksi di dalam rumah sakit dan tidak dapat mencegah penyebarannya.

Entah berapa banyak dokter maupun perawat yang terpapar virus, dan tidak tertutup kemungkinan terjadi ledakan infeksi di kamp militer Tentara Pembebasan Rakyat / PLA. Dari Harbin ke Jilin hingga Shenyang, tiga provinsi di timur Tiongkok sudah tampak ledakan infeksi yang membara.  

Seorang warga kota Shenyang bermarga Bian (baca : Pien) mengatakan kepada jurnalis the Epoch Times bahasa mandarin pada 16 Mei lalu, bahwa epidemi setempat sangat serius. Seorang perawat di sebuah rumah sakit militer yang jatuh sakit kemudian menularkannya kepada orang lain. Rumah sakit itu sekarang telah ditutup sepenuhnya.

Perawat rumah sakit itu terinfeksi oleh pacarnya yang berasal dari kota Shenyang. Dia terinfeksi setelah kembali dari tugasnya di Jilin selama beberapa hari. Perawat itu tidak memiliki gejala setelah terinfeksi, kemudian dia menginfeksi kepada orang lain di rumah sakit.

Rumah sakit itu pun terinfeksi olehnya. Sekarang pihak rumah sakit setempat melarang siapa pun keluar-masuk.

Rumah sakit militer yang dikatakan Bian adalah Rumah sakit nomor 463 yakni Rumah Sakit Angkatan Udara wilayah Utara. Itu  rumah sakit militer, bukan Rumah sakit besar, tapi juga terbuka untuk umum. 

Keterangan foto: Laporan investigasi jejak Lv Hongchao yang mengadakan kontak dekat dengan Liu Siyao (Internet)

Menurut informasi di internet, perawat di “Rumah sakit nomor 463” adalah perawat bedah umum bernama Liu Siyao, yang terinfeksi oleh pacarnya sejak 7 hingga 8 Mei 2020. Lv Hongchao (Baca : Lii Hung chau), pacarnya  saat ini merupakan pasien yang dikonfirmasi.

Selain itu, orang yang juga terinfeksi olehnya adalah teman sekamarnya Li Mengmeng. Hingga 13 Mei, Liu Siyao tidak memiliki gejala seperti demam, batuk dan sesak napas. Tetapi Liu dan Li yang kontak dekat ini telah dikarantina.

Bian mengatakan bahwa epidemi itu ditularkan dari Heilongjiang, kemudian menyebar ke Jilin, lalu menyebar lagi dari Jilin ke Shenyang” Kota Shenyang pada dasarnya sudah terinfeksi. Ada satu kasus yang terjadi pada 10 Mei lalu yang menyebar dari kota Jilin yang jaraknya masih jauh dari Shenyang, termasuk pinggiran kota yaitu Distrik Sujiatun, ibukota Provinsi Liaoning, Tiongkok Timur Laut.

Menurut Bian   proporsi infeksi di Kabupaten Sujiatun relatif kecil, saat itu ada satu kasus  dan tidak terkendali, menyebar saat naik taksi, dan tidak diketahui secara pasti berapa banyak orang yang terkontak.

Menurut Xu, seorang warga kota Shenyang,   situasi epidemi di Shenyang sekarang jauh lebih serius daripada sebelumnya. Ada 3 kasus infeksi di Shenyang yang dikonfirmasi yang terjadi diantara kontak dekat yang berasal kota Jilin. 

“Saya juga pernah menyaksikan sepenggal video di internet, mengatakan bahwa sebuah lingkungan pemukiman setempat telah ditutup, tetapi tidak diketahui secara rinci,” kata Xu.


Shenyang: Biaya karantina selama 14 hari adalah 8286 yuan atau sekitar Rp. 17.2 juta (Internet)

Secara umum, kasus penyakit di Shenyang sangat jarang, tidak ada kasus penyakit lokal di Shenyang, Xu merasa was-was  setelah ada kasus virus corona di kota itu.

 Menurut Bian ada lebih dari 7.000 orang di Shenyang yang mengadakan kontak dekat sekarang dikarantina.

Sebenarnya masih ada ledakan wabah virus di rumah sakit lain di sekitar rumah sakit nomor 463. 

“Kami menyebutnya Rumah Sakit Provinsi Liaoning. Ada seorang dokter yang ke Heilongjiang untuk menjenguk putrinya. Dia tidak mengatakan pergi ke Heilongjiang ketika dia kembali, tetapi dinyatakan positif saat deteksi asam nukleat setelah dia mengalami gejala demam,” kta Bian. 

Video di twitter menunjukkan bahwa pada tanggal 24 April lalu, epidemi dilaporkan dari Rumah Sakit Renmin Provinsi Shenyang. Setelah seorang dokter dideteksi terinfeksi tanpa gejala, rumah sakit pun ditutup dan memeriksa 3.000 orang.

 Ledakan wabah virus di Kota Shenyang, Provinsi Liaoning, Tiongkok!

Seorang dokter dari Departemen Kardiologi di Rumah Sakit Rakyat Provinsi, berkunjung ke Harbin pada 12 April. Dia kembali pada tanggal 17 April, dan mulai bekerja pada tanggal 20 April. Namun dokter itu tidak mengatakan yang sebenarnya tentang daerah epidemi kepada manajemen perumaha. Dia berbohong perg ke Dalian. 

Setelah bekerja pada tanggal 20 April itu, dia membuka praktik selama 3 hari, dan memeriksa 116 pasien dan melakukan kontak luas dengan staf di rumah sakit.  

Sekarang Rumah Sakit Renmin Provinsi Liaoning ditutup sepenuhnya, semua karyawan atau staf yang akan diperiksa berjumlah lebih dari 3.000 orang. Penyelidikan darurat di kota tersebut memeriksa orang-orang yang pernah mengunjungi rumah sakit itu setelah tanggal 20 April ! 

Menurut Bian, situasi di Shenyang pasti akan terulang. Dia mengatakan, “Karena epidemi di Shenyang relatif padat, di samping itu, penduduk di sana juga cukup padat dan banyak yang ke rumah sakit.”

Pejabat daerah setempat hanya mengumumkan situasi kontak dekat dengan personel, tetapi sumber virus tidak jelas,” kata Bian.

Netizen curiga pejabat daerah menutupi informasi epidemi

Berita terbaru dari Jilin menunjukkan bahwa pada 18 Mei, area padat akan ditingkatkan menjadi area berisiko tinggi. Pada tanggal 17 Mei lalu, semua klinik individu dan departemen rawat jalan telah ditutup di Kota Jilin, dan semua apotek telah berhenti menjual obat antipiretik. 

Mereka yang demam harus diperiksa di rumah sakit yang ditunjuk. Pada tanggal 15, rumah sakit nomor 465, umah sakit yang berafiliasi dengan Jilin Medical College sepenuhnya telah dikosongkan, dan sekarang menjadi rumah sakit yang ditunjuk untuk gejala demam atau rumah sakit kabin persegi. 

Pejabat pemda Jilin melaporkan 29 orang dikonfirmasi, tetapi situasi sebenarnya jauh lebih buruk. Pada tanggal 15 Mei, rumah sakit nomor 465 yang dikosongkan menjadi rumah sakit yang ditunjuk. 

Seorang warga Shenyang bermarga Li mengatakan kepada jurnalis the Epoch Times bahasa mandarin pada tanggal 18 Mei, bahwa blokade informasi oleh pejabat pemda setempat sekarang sangat ketat. Tidak jelas bagaimana dengan situasi epidemi yang sebenarnya. 

Menurut Li, saat ini, Distrik Hunnan dan Distrik Yuhong juga dilaporkan terinfeksi. Namun, pejabat pemda sama sekali tidak mengumumkannya kepada dunia luar terkait berapa banyak sebenarnya orang yang terinfeksi. 

Sekarang kontrol pasar tidak terlalu ketat, tetapi prosedur sangat ketat. Mereka ke rumah warga dengan iringan puluhan mobil, berjejeran di jalan raya. Semuanya mengenakan pakaian pelindung. Siapa pun yang diduga terpapar langsung dikarantina.

Johny / rp

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular