Ntdtv, oleh Gu Fan- Pada hari Jumat, 22 Mei 2020 lalu, Amerika menuduh Tiongkok  mencegah maskapai penerbangan Amerika dan memerintahkan 4 maskapai penerbangan Tiongkok untuk menyerahkan rencana penerbangan mereka kepada otoritas  Amerika Serikat. 

Dalam perintah tersebut pemerintahan Trump mengutip kebijakan otoritas penerbangan sipil Tiongkok pada bulan Maret lalu yang menyebutkan bahwa jumlah penerbangan pesawat penumpang milik perusahaan penerbangan Amerika Serikat ke daratan Tiongkok tidak boleh melebihi dari jumlah yang telah ditetapkan sebelum 12 Maret.

Pemerintah Amerika Serikat menuduh bahwa karena perusahaan penerbangan Amerika telah menghentikan semua penerbangan mereka ke daratan Tiongkok pada 12 Maret. Kebijakan tersebut sebenarnya bermaksud melarang perusahaan penerbangan untuk melanjutkan kembali penerbangan ke Tiongkok.

Pemerintah Amerika Serikat secara khusus menyebutkan bahwa Delta Airlines dan United Airlines berharap untuk melanjutkan penerbangan ke daratan Tiongkok pada bulan Juni 2020 lalu. Delta Airlines meminta izin otoritas Tiongkok untuk melanjutkan penerbangan Detroit dan Seattle ke Shanghai setiap hari. Sementara United Airlines meminta izin melanjutkan penerbangan jalur San Francisco dan Newark ke Shanghai setiap hari dan San Francisco ke Beijing.

Karena virus komunis Tiongkok (pneumonia Wuahan) sedang mewabah, pada bulan Januari lalu Amerika Serikat melarang semua warga asing yang pernah mengunjungi daratan Tiongkok dalam 2 pekan itu, memasuki wilayah Amerika Serikat. Namun tidak membatasi maskapai penerbangan Tiongkok terbang ke Amerika Serikat. Sejak itu, banyak maskapai penerbangan Amerika Serikat secara sukarela menghentikan penerbangan mereka ke daratan Tiongkok. Namun masih ada 4 perusahaan penerbangan Tiongkok yang menerbangkan pesawatnya ke Amerika Serikat.

Sebagai pembalasan, Amerika Serikat pada hari Jumat 22 Mei 2020 lalu  memerintahkan perusahaan penerbangan Tiongkok seperti China Eastern Airlines, China Southern Airlines, Hainan Airlines dan anak perusahaannya menyerahkan jadwal penerbangan mereka sebelum 27 Mei 2020.

Kepada Reuters Kementerian Transportasi Amerika Serikat mengungkapkan, pihaknya menyampaikan protes atas situasi yang tercipta dan menentang upaya komunis Tiongkok untuk mencegah perusahaan penerbangan Amerika menggunakan hak-hak mereka sepenuhnya dan merampas hak perusahaan Amerika untuk berkompetisi secara adil dengan perusahaan penerbangan Tiongkok. Kementerian Transportasi Amerika Serikat menyebut situasi itu “mendesak”.

Otoritas Penerbangan Sipil Tiongkok kepada Amerika Serikat pada 14 Mei mengatakan bahwa pihaknya sebenarnya sedang mempertimbangkan untuk menghapus peraturan “tidak lebih dari jumlah penerbangan sebelum 12 Maret”, tetapi membatasi setiap rute penerbangan hanya satu penerbangan per minggu.

Tuduhan Amerika Serikat muncul pada saat ketegangan antara Washington dan Beijing sedang meningkat. Akibat Amerika Serikat menuduh komunis Tiongkok menyembunyikan fakta tentang epidemi, dan menyebabkan virus menyebar ke seluruh dunia.

Selain itu, Kementerian Perdagangan Amerika Serikat memasukkan 33 perusahaan dan lembaga Tiongkok ke dalam daftar hitam pada hari Jumat 22 Mei 2020 lalu. Pasalnya perusahaan dan lembaga itu dinilai  melanggar hak asasi manusia, berpartisipasi dalam senjata pemusnah massal dan kegiatan militer lainnya yang mengancam keamanan nasional Amerika Serikat. (sin/rp )

Video Rekomendasi

Share

Video Popular