Ntdtv.com- Saham di bursa Hongkong pada hari Jumat 22 Mei 2020 lalu mengalami kejatuhan sebesar 1.349 poin, dan turun kembali sebanyak 400 poin pada pembukaan bursa hari Senin 25 Mei 2020 lalu. 

Para pakar menunjukkan bahwa situasi di Hongkong sedang bergejolak, meskipun Taiwan dalam waktu singkat sulit menjadi pusat keuangan Asia, tetapi Taiwan dapat diharapkan bertindak sebagai pusat pembiayaan dan tempat penampungan SDM berbakat dari Hongkong.

Chang Chien-Yi, Dekan Institut Penelitian Ekonomi Taiwan mengatakan : “Status Hongkong yang tercipta di masa lalu berpotensi mengalami perubahan. Rancangan Undang Undang/ RUU Keamanan Nasional versi Hongkong akan membuat orang berpikir bahwa kebebasan Hongkong sedang menurun, termasuk perdagangan dan aliran modal akan terpengaruh. Bahkan, semua orang sedang memantaunya sekarang.

Sejumlah besar polisi bersenjata mengusir warga dan otoritas komunis Tiongkok secara paksa mendorong RUU Keamanan Nasional versi Hongkong itu direalisasikan yang akan menyebabkan rakyat Hongkong dan pengusaha asing menjadi sangat khawatir.

Laporan media menunjukkan bahwa perusahaan AS dan perusahaan Taiwan yang menginvestasikan dana mereka total sebesar 4,25 triliun New Taiwan Dollar mungkin menghadapi pelarian. Chang Chien-Yi mengatakan bahwa Taiwan memiliki kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari bergejolaknya Hongkong, termasuk menampung para SDM berbakat dan modal yang dilarikan, Taiwan mungkin menjadi pilihan.

“Taiwan memiliki kesempatan untuk menampung para SDM berbakat Hongkong. Dalam 2 tahun terakhir, ada saja warga Hongkong yang datang ke Taiwan untuk membeli properti, apakah lebih dari 10.000 ping area lahan, dan kemudian dibangun sampai 40.000 ping, pada kenyataannya, frekuensinya cukup tinggi,” kata Chang Chien-Yi.

Komite Manajemen Keuangan berencana untuk meluncurkan rencana manajemen kekayaan baru pada akhir tahun ini, agar dana yang berlabuh di Hongkong dapat ditarik masuk ke Taiwan, dan memperkuat bisnis manajemen kekayaan. 

Bank sentral sudah memberikan tanda persetujuan, membuka perusahaan domestik untuk membuka rekening di Offshore Banking Unit, untuk mempermudah pengiriman dana. Pakar percaya bahwa meskipun Taiwan tidak cukup terbuka untuk produk-produk keuangannya, tetapi Taiwan memiliki kesempatan untuk menjadi pusat pendanaan untuk menarik bakat-bakat dari Hongkong. 

Menurut Chang Chien-Yi, persyaratan dana yang ditetapkan Taiwan dalam masalah IPO (Initial Public Offering) cukup longgar. Taiwan berharap dapat menggantikan kedudukan Hongkong sebagai pusat keuangan Asia. 

Chang Chien-Yi menilai itu tidak mungkin terjadi dalam waktu pendek, tetapi menjadi pusat pendanaan ini masih ada peluang.

Pertumbuhan Domestik Bruto kuartal pertama Hongkong turun sebanyak 8,9%, dan RUU  Keamanan Nasional versi Hongkong menyebabkan kekacauan. Gedung Putih sedang mempelajari untuk membatalkan status tarif independen dan perlakuan khusus terhadap Hongkong. Dengan demikian, membuat kedudukan Taiwan di antara ketiga tempat lintas selat yakni daratan Tiongkok-Hongkong-Taiwan lebih menonjol. (sin/rp)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular