The Epoch Times, oleh Xiao Ziming- Ini adalah inflection point atau titik perubahan yang menyangkut kelangsungan hidup rakyat Hong Kong. Berita utama media pro-Komunis Tiongkok “The China Press” di Amerika Serikat yang terbit pada 22 Mei adalah pembukaan pertemuan Kongres Rakyat Nasional Tiongkok di bawah epidemi corona.

Berita utama seri C6 tersebut menggunakan pernyataan 3 media pro-Beijing, yakni Wen Wei Po-Hong Kong, Ta Kung Pao-Tiongkok dan The Sing Tao Daily-Hong Kong sebagai “Pendapat Publik Hong Kong.” Ketiganya menyatakan dengan suara bulat mendukung “Undang-undang Keamanan Nasional” versi Hong Kong yang diinisiasi Tiongkok.

Judul utama The Sing Tao Daily di New York yang diterbitkan pada 22 Mei adalah “Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional Tiongkok akan merumuskan ‘Undang-Undang Keamanan Nasional versi Hong Kong”. 

Sementara itu, seri A10 menerbitkan artikel yang ditandatangani Charles Ho Tsu-kwok, yang secara langsung menunjukkan sikapnya mendukung komunis Tiongkok.

Untuk diketahui, Charles Ho Tsu-kwok adalah pengusaha Hong Kong yang merupakan ketua Sing Tao News Corporation Limited dan direktur independen non-eksekutif Shun Tak Holdings. 

Kata pengantar dalam artikel yang ditulis Charles Ho Tsu-kwok, mengatakan, “Mengapa negara-negara Barat mempertahankan hukum keamanan nasional mereka sementara menentang berlakunya undang-undang serupa di Hong Kong?” 

Sebagai tanggapan, seorang warga masyarakat yang tidak ingin menyebutkan namanya dengan blak-blakan menyatakan bahwa Undang-undang Keamanan Nasional Amerika Serikat  sangat jauh berbeda dengan latar belakang Undang-undang yang dipaksakan Beijing. Warga itu mengatakan bahwa artikel Charles Ho menyesatkan.

“Amerika Serikat memiliki undang-undang keamanan nasional, yang diseimbangkan oleh sistem demokrasi, dan tiga kekuasaan atau wewenang yang saling menyeimbangkan satu sama lain. Undang-undang keamanan nasional di negara Barat bukanlah kaisar, sementara undang-undang keamanan nasional versi Hong Kong adalah alat pembunuh ala “Dong Chang” (Baca : Tung Chang). Otokrasi Partai Komunis bertindak sewenang-wenang, menginginkan apapun yang diinginkannya. Bagaimana bisa menyamaratakan antara jeruk dan apel? “

Istilah  “Dong Chang” mengacu pada Agen Dinas Rahasia Dinasti Ming -1368 – 1644 M.

Warga itu dengan blak-blakan mengatakan,” Sing Tao Daily biasanya merupakan bagian dari publisitas Komunis Tiongkok, dan telah secara sistematis dimasukkan ke dalam manajemen publisitas.”  

Warga itu mengatakan bahwa hal itu dapat dilihat dari tata letak koran yang biasa dari Sing Tao. 

Terbetik berita bahwa selain tata letak berita New York, tata letak lainnya termasuk edisi internasional, edisi Tiongkok, dan edisi Hong Kong, sebagian besar tata letak, ulasan berita, dan lay-out dijalankan di pusat Shenzhen, Hong Kong. Bias ideologis Sing Tao Daily tampak jelas seperti laporan Hong Kong News pada tanggal 22 Mei 2020.

Warga di komunitas ini mengatakan bahwa Charles Ho telah menjadi anggota Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok selama bertahun-tahun, sehingga tidak mengherankan posisinya cenderung ke Beijing. Tetapi yang tidak ia sukai adalah “Jika hanya berkonsentrasi membantu Komunis Tiongkok dan menjadi corong Partai Komunis, maka sebaiknya tidak mengambil keuntungan dari Tiongkok dan Amerika Serikat, dan menduduki identitas kedua-duanya.

Banyak orang Tionghoa perantauan yang memiliki karier yang sukses di New York adalah bagian dari pelarian Tiongkok ke Hong Kong pada tahun-tahun awal. Mereka memperoleh dokumen perjalanan pengungsi dari Amerika Serikat di Hong Kong dan berimigrasi ke New York. Banyak dari mereka berterima kasih kepada Hong Kong dan mereka mengikuti setiap saat perkembangan dan nasib Hong Kong di masa depan.

Cai Kefeng, penulis yang kini tinggal di Amerika Serikat, mengatakan bahwa tidak mudah bagi seseorang untuk melepaskan pandangan dan mengakui kesalahan mereka. Seringkali membutuhkan proses yang sangat menyakitkan, namun demonstrasi anti-ekstradisi Hong Kong dan epidemi global telah membangkitkan komunitas internasional dan memberikan pelajaran bagi masyarakat Taiwan.

Menurut Cai Kefeng, Komunis Tiongkok secara terbuka telah meruntuhkan komitmen “satu negara, dua sistem”. Itu juga akan membawa orang-orang berseberangan dengan Partai Komunis, yang akan menyadarkan semakin banyak orang akan sosok Komunis Tiongkok  yang sebenarnya, dan dipastikan akan runtuh jika Komunis Tiongkok terus melakukannya.

“Ketika Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok dibuka diiringi dengan gelegar petir, saat itu suasana langit tampak seperti malam hari. Itu hanya dapat dijelaskan dengan amarah langit. Sekarang adalah titik balik yang baru. Ini adalah Inflection point atau titik perubahan yang semakin dipahami dunia terhadap Komunis Tiongkok melalui insiden Hong Kong,”  kata Cai Kefeng.  (Johny/ rp) 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular