NTD, oleh Zhong Gusheng- Pemenuhan kecukupan pangan kini menjadi sorotan di daratan Tiongkok. Pada 26 Mei 2020, media partai di Guangdong ycwb.com menerbitkan sebuah artikel yang berjudul ‘Menenangkan Hati Rakyat.’ Isinya menyebutkan bahwa cadangan biji-bijian Tiongkok di Guangzhou mendekati 100.000 ton.  Jika dikonversikan menurut per kapita per kilogram sehari, dapat menjamin 1 juta orang makan lebih dari 6 bulan.

Namun, netizen segera menemukan bahwa judul laporan ini, yang tampaknya ‘penuh percaya diri’ sebenarnya tidak tahan uji.

Menurut data resmi, populasi penduduk Guangzhou pada akhir tahun 2019 berjumlah 15 juta 306 ribu jiwa. Jika biji-bijian yang tersedia cukup untuk dimakan 1 juta orang untuk makan selama setengah tahun, maka stok itu hanya akan cukup bagi semua warga Guangzhou untuk dimakan selama 12 hari. Dengan kata lain, jika benar terjadi krisis pangan di Guangzhou, maka stok itu akan habis dalam waktu singkat.

Di media sosial luar negeri, banyak netizen Tionghoa menyampaikan bahwa media partai telah menyampaikan tanda-tanda, warga seyogyanya bersiap siaga dan segera menyimpan bahan makanan.

Cadangan pangan di gudang pusat di Guangzhou hanya cukup untuk 12 hari makan. Guangzhou yang masih merupakan kota tingkat pertama di daratan Tiongkok masih mengalami krisis pangan, bagaimana situasi di kota-kota lain di daratan Tiongkok. 

Selain itu, cadangan gabah yang dilaporkan oleh media partai adalah angka resmi, sangat mungkin stok nyata gabah lebih sedikit. 

Dalam beberapa tahun terakhir, setiap kali komunis Tiongkok berencana mengadakan inventarisasi stok pangan di depot-depot penyimpanan di seluruh negeri, langsung muncul “kebakaran” sejumlah depot. Ini menunjukkan bahwa korupsi yang dilakukan pejabat komunis Tiongkok masih merajalela, itu mereka lakukan untuk menghilangkan jejak.

Sebelumnya, empat kalimat untuk ‘menenangkan hati’ dikeluarkan oleh Han Changbin, Menteri Pertanian dan Urusan Pedesaan Komunis Tiongkok. Ia mengklaim : “Panen biji-bijian terjadi dari tahun ke tahun, persediaannya relatif berlimpah, jatah pangan setiap orang benar-benar aman, mangkuk nasi ada dalam genggaman tangan”. 

Netizen menunjukkan bahwa panen dari tahun ke tahun” itu jelas-jelas berbohong, dan premis mengenai “jatah pangan setiap orang benar-benar aman” ini tidak terbentuk, berarti kekurangan pangan akan datang setiap saat.

Sejak awal tahun ini, bencana salju terjadi di Tiongkok Utara dan Timur Laut, dan hujan es dan banjir terus melanda di wilayah Selatan Tiongkok. Ditambah lagi dengan ancaman bencana serangga, hasil panen biji-bijian merosot sudah pasti. 

Di sisi lain, selain panen biji-bijian Tiongkok yang memang sudah tidak memadai, sehingga mengandalkan impor, namun karena epidemi, banyak negara penghasil biji-bijian besar telah membatasi ekspor biji-bijian. Karena itu, Tiongkok bakal menghadapi ancaman krisis pangan. (Sin/asr)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular