- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Tak Ada Dusta yang Tak Berani Dikatakan? Diklaim 6,5 Juta Orang Ikuti Test di Wuhan, Tak Satupun yang Terinfeksi

Zheng Gusheng/Ming Xuan – NTDTV.com

Belum lama ini uji asam nukleat secara massal di Wuhan yang berpenduduk 11 juta jiwa telah menjadi topik hangat di media sosial daratan Tiongkok. Warga berdiri dalam antrean yang mengular di luar berbagai tempat pemantauan terbuka dan pengujian rumah sakit. Banyak warga harus mengantre lebih dari 3 jam. Bagaimana hasil uji test massal itu? 

Pada tanggal 25 Mei 2020, TV corong Partai Komunis Tiongkok, CCTV menyatakan bahwa dalam 9 hari dari tanggal 15 hingga 23 Mei, Wuhan “telah menyelesaikan pengambilan sampel lebih dari 9 juta penduduk dan menguji lebih dari 6,5 juta orang. Laporan itu juga mencantumkan jumlah spesifik “hasil tes asam nukleat ” per hari dalam 9 hari ini. Saat tes tertinggi adalah pada tanggal 22 Mei yang menyelesaikan “lebih dari 1,47 juta tes.”

Pejabat Wuhan sebelumnya  dalam dokumen 11 Mei 2020, mengklaim akan meluncurkan “pertempuran sepuluh hari” untuk menyelesaikan serangkaian pengujian asam nukleat terhadap virus Komunis Tiongkok atau Pneumonia Wuhan. Test massal itu dialkukan untuk semua warga negara dengan total lebih dari 10 juta orang. Berita di atas sama dengan mengumumkan bahwa “tugas Majelis Umum pada dasarnya telah selesai.”

Namun, berita ini hanya melaporkan data “pengambilan sampel lengkap dan pengujian”, tetapi tidak menyebutkan “hasil tes”.

Sebuah tinjauan Komisi Kesehatan Komunis Tiongkok menginformasikan bahwa dari tanggal 15 hingga tanggal 24 Mei, Wuhan tidak menambahkan satu kasus data infeksi. Termasuk kasus yang baru dikonfirmasi, dugaan kasus dan infeksi tanpa gejala, semuanya nol kasus. 

Selama periode ini, kasus harian yang baru didiagnosis dalam pemberitahuan terkonsentrasi di Kota Jilin dan Kota Shanghai.

Pada tanggal 25 Mei 2020, sejumlah besar poster yang diterbitkan di media sosial Tiongkok, dan isi teksnya sama, yang semuanya ditulis “Wuhan membuka rasa aman scara nasional.” Pesan lainnya berbunyi : “Pendeteksian asam nukleat untuk lebih dari 10 juta orang, dan sejauh ini tidak ditemukan pasien yang dikonfirmasi .” 

Komentator soal Tiongkok, Tang Jingyuan dalam cuitan di twitter menulis : “Di dunia ini tidak ada dusta yang mereka (Komunis Tiongkok) tidak berani katakan lagi.”

[3]
Pemberitahuan online dari School of Life Sciences, Universitas Wuhan. (Gambar web)

Laporan pemerintah terhadap dunia luar tentang keadaan Wuhan “Tidak ada diagnosis baru”. Tetapi yang menarik adalah bahwa laporan CCTV yang disebutkan di atas mengklaim bahwa Kota Wuhan secara resmi meluncurkan layanan pada tanggal 22 mei. Diumumkan warga dapat menggunakan ponsel mereka untuk menanyakan tentang hasil deteksi uji asam nukleat ini.

Setelah Wuhan mengklaim meluncurkan apa yang disebut “pertempuran sepuluh hari”, dilaporkan bahwa Universitas Wuhan, Universitas Sains dan Teknologi Huazhong dan Universitas Teknologi Wuhan telah mendeteksi sejumlah besar kasus positif.  Sebanyak 121 kasus terdeteksi oleh Universitas Wuhan , 7 di antaranya positif dengan test asam nukleat dan 114 kasus positif dengan test antibodi. 

Selain itu, Caixin mengungkapkan bahwa hasil uji acak dari 11.000 sampel serum Wuhan pada bulan April adalah 5-6% positif. 

Menurut beberapa laporan online, menurut perhitungan ini, jumlah orang yang terinfeksi di Wuhan setidaknya 500.000 orang. Tetapi text ini dengan cepat dihapus.

Selain kemungkinan menyembunyikan hasil tes, keaslian klaim Komunis Tiongkok atas “lebih dari 9 juta sampel dan 6,5 juta tes” turut dipertanyakan. 

Pada tanggal 15 Mei, sebuah video live mengungkapkan bahwa di Shengshi Oriental Community of Wuhan, para penguji hanya membawa lebih dari 600 reagen uji untuk lebih dari 6.000 orang. 

Mereka juga membawa lebih dari 20 sampel yang dikumpulkan secara acak dicampur dalam botol plastik. Sama sekali tidak diketahui sampel tersebut milik siapa?  Berita online berikutnya menunjukkan bahwa pengambilan sampel di berbagai komunitas di Wuhan ditangguhkan pada tanggal 16 Mei.

Akun @yangzhanqing, yang dalam bio disebut sebagai Aktivis HAM mencuitkan  tentang kabar itu.  (hui/asr)

Video Rekomendasi :