Ntdtv.com- Asal mula virus yang kini melanda seluruh dunia masih terus diperbincangkan. Laporan TV AS melaporkan tentang polemik itu. Pembawa Acara TV AS Fox News,  Brett Baier dalam programnya pada 24 Mei menyebut bahwa dinas intelijen AS merangkum informasi publik dan rahasia. Laporan itu menyimpulkan bahwa mereka percaya virus itu berasal dari laboratorium.

Dia juga mengatakan bahwa sumbernya mengungkapkan bahwa pemerintah AS akan merilis informasi dalam waktu 6 bulan. Akan tetapi jika diumumkan sekarang, akan ada perlawanan besar. Dikarenakan sejumlah besar data sumber medis penting masih di bawah kendali Komunis Tiongkok.

Ketika Trump menuduh Komunis Tiongkok menyembunyikan epidemi awal bulan ini, ia mengatakan bahwa pemerintah AS mengetahui sumber virus Komunis Tiongkok . Trump mengatakan akan merilis laporan investigasi yang kuat pada suatu waktu di masa mendatang.

Menlu AS Pompeo juga mengatakan bahwa ada banyak bukti bahwa sumber virus Komunis Tiongkok berasal dari Laboratorium Virus Wuhan, bukan Pasar Makanan Laut Tiongkok Selatan yang diklaim Komunis Tiongkok sebelumnya.

Menurut beberapa laporan media asing, “Aliansi Lima Mata” yang terdiri dari agen-agen intelijen di Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia dan Selandia Baru sedang menyelidiki sumber virus Komunis Tiongkok. Mereka menduga bahwa virus tersebut berasal dari kebocoran Lembaga Penelitian Virus P4 Wuhan, dan virus P4 Wuhan Dua peneliti Shi Zhengli dan Zhou Peng adalah target dari “Aliansi Lima Mata”.

“Daily Telegraph” Australia menyatakan bahwa laporan intelijen dari “Aliansi Lima Mata” mengindikasikan bahwa Komunis Tiongkok sengaja menyebarkan virus di seluruh dunia. Bahkan, menekan bukti bahwa virus dapat ditularkan dari orang ke orang. 

Selain itu, membiarkan menangkap dokter yang membocorkan berita epidemi. Lebih parah lagi, menutup media sosial yang memberitakan tentang wabah. Sedangkan yang terburuk, menghancurkan sampel virus yang dapat membantu mengembangkan obat terapeutik atau vaksin lebih cepat. (Hui/asr)

(Reporter Jinghui / Editor Bertanggung Jawab: Yun Tao)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular