Ntdtv, oleh Gu Fan- Sebagian dari 350.000 orang Hongkong pemegang paspor Inggris, langsung mempertimbangkan untuk meminta suaka negara Barat usai komunis Tiongkok mengesahkan UU Keamanan Nasional versi Hongkong yang berarti memperketat pengawasannya terhadap Hongkong.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab pada 28 Mei memberikan isyarat, pemerintah Inggris akan merumuskan kebijakan untuk memudahkan warga Hongkong bekerja di Inggris dan menjadi warga negara Inggris.

Langkah Inggris disambut oleh aktivis demokrasi dan pemegang paspor Inggris di luar negeri. 

Jika komunis Tiongkok terus merusak prinsip Satu Negara Dua Sistem, dan secara langsung mencampuri urusan Hongkong, mengancam hak asasi manusia, para warga Hongkong tersebut dapat meninggalkan komunis Tiongkok melalui jalur ini.

Setelah komunis Tiongkok mengesahkan UU tersebut, Menlu AS Mike Pompeo juga menuduh komunis Tiongkok menghancurkan status keistimewaan antara Hongkong dengan bagian lain dari daratan Tiongkok.

Presiden AS Trump mengumumkan pada 29 Mei bahwa ia akan membatalkan status perdagangan khusus Hongkong. Status khusus ini dinilai telah membantu Hongkong menjadi makmur dan berkembang menjadi pusat keuangan internasional.

Paspor Inggris yang dikeluarkan kepada warga seberang laut, diberikan kepada warga Hongkong yang lahir sebelum tahun 1997 penyerahan kedaulatan. Namun, berdasarkan peraturan saat ini, pemegang paspor tersebut hanya diperkenankan untuk berkunjung di Inggris selama masa 6 bulan.

Menurut data terbaru dari Kementerian Dalam Negeri Inggris, 2,9 juta orang warga Hongkong memenuhi syarat sebagai pemegang paspor Inggris seberang laut. Akan tetapi hanya 349.881 orang yang memiliki paspor yang masih berlaku.

Seorang wanita warga Hongkong memberitahu ‘The Telegraph’ bahwa pengumuman pemerintah Inggris memberinya ‘Plan B’.

Charlotte Chen adalah pegawai bank. Dia mengatakan : “Jika situasi di Hongkong di luar kendali, kebijakan ini memungkinkan saya mempertimbangkan untuk bermigrasi ke negara lain. Dengan situasi politik di Hongkong yang semakin sensitif, saya merasakan urgensi untuk memperpanjang berlakunya paspor Inggris seberang laut. Jadi ketika saya bepergian ke negara lain saya bisa membuktikan bahwa saya memiliki status sebagai warga luar negeri Inggris. Dengan itu, saya merasa lebih aman.”

Charlotte Chen berkata : “Dengan memperluas hak visa, pemerintah Inggris akhirnya memikul tanggung jawab yang telah lama dipegang untuk melindungi warga Hongkong setelah pengalihan kedaulatan. Saya khawatir bahwa Undang-Undang Keamanan Nasional versi Hongkong akan dimanfaatkan oleh komunis Tiongkok untuk secara brutal menghukum warga Hongkong yang tidak berjalan seirama dengan Beijing.”

Banyak warga Hongkong lainnya sedang mempertimbangkan untuk mencari kehidupan baru di negeri rantau dengan modal penjualan aset dan saham mereka di Hongkong, terutama setelah Kongres Rakyat Nasional mengesahkan UU Keamanan Nasional pekan lalu. Sampai-sampai jumlah orang yang mencari informasi tentang keimigrasian melalui mesin pencarian Google berbahasa Mandarin melonjak secara dramatis.

Elsa Lee adalah seorang eksekutif pemasaran dan seorang ibu. Dia mengatakan kepada ;The Guardian’ bahwa setelah berita tentang Undang-Undang Keamanan Nasional keluar, dia langsung menukarkan sebagian besar dana tabungannya dalam dolar Hongkong menjadi poundsterling. Ia menjual saham perusahaan Hongkong dan perusahaan daratan Tiongkok,  membeli saham perusahaan Amerika. Dirinya juga sudah mengajukan permohonan bermigrasi.

Ia mengatakan : “Langkah Amerika tidak akan mengubah fakta tentang kehancuran Hongkong. Tetapi karena kita ditakdirkan untuk hancur, kita berharap bahwa daratan Tiongkok akan menderita karena kehancuran kita.”

Seorang wanita pemegang paspor Inggris seberang laut bermarga Chen, adalah konsultan pemasaran peralatan olahraga. Dia sudah mulai mengajukan permohonan bermigrasi ke  Kanada. Dia mengatakan kepada media ‘South China Morning Post’ : “Gejolak sosial bukan merupakan faktor (yang mendorong saya bermigrasi), tetapi bagaimana otoritas Tiongkok dan pemerintah Hongkong menangani situasi inilah penyebabnya”.

Kongres Rakyat Nasional mengesahkan UU Keamanan Nasional versi Hongkong untuk memicu putaran protes baru di Hongkong. Polisi menembakkan bom lada dan meriam air, menangkap ratusan demonstran.

Perdana Menteri Inggris mendukung niat pemerintah Inggris untuk mengubah status pemegang paspor seberang laut, dengan mengatakan bahwa Inggris semestinya menyambut kedatangan mereka.

Bob Seely dari Komite Urusan Luar Negeri Dewan Rakyat Britania Raya mengatakan kepada ‘The Telegraph’ : “Orang-orang ini adalah jenis orang yang giat bekerja dan wirausaha tangguh yang diinginkan oleh Inggris. Begitu warga Hongkong yang mengajukan suaka ini tiba di sini Mereka akan segera mulai bekerja. Kita seharusnya menyambut kedatangan mereka”. (Sin/asr)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular