Ntdtv, oleh Jinghui- Melansir dari  Reuters yang mengutip dari dua orang sumber pada 1 Juni 2020 lalu  memberitakan bahwa komunis Tiongkok telah menurunkan instruksi kepada perusahaan BUMN mereka untuk sementara menghentikan pembelian produk pertanian dari Amerika Serikat, seperti kedelai, produk daging babi, dan produk pertanian lainnya. 

Selain itu Tiongkok  juga mengancam akan membatalkan perjanjian perdagangan Amerika Serikat dengan Tiongkok tahap pertama.

Menurut informasi yang diterima oleh Reuters, otoritas Tiongkok akan menunggu dan melihat sejauh mana tekanan yang diberikan Amerika Serikat terhadap komunis Tiongkok untuk menentukan langkah pembalasan. Begitu Amerika Serikat membatalkan status ekonomi dan perdagangan khusus Hongkong, Partai Komunis Tiongkok langsung memerintahkan perusahaan BUMN mereka untuk menunda pembelian produk pertanian Amerika Serikat.

Seorang sumber mengatakan, komunis Tiongkok telah menurunkan instruksi kepada COFCO Group dan China Grain Reserves Corporation untuk menangguhkan rencana pembelian produk pertanian Amerika Serikat. Beberapa perusahaan Tiongkok lainnya juga telah membatalkan rencana pembelian produk daging babi Amerika Serikat.

Sumber itu juga mengungkapkan, jika pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump masih memiliki kebijakan lebih lanjut untuk menyerang kebijakan rezim komunis Tiongkok, maka komunis Tiongkok secara sepihak akan membatalkan perjanjian perdagangan Amerika Serikat dengan Tiongkok tahap pertama.

“Sekarang Partai Komunis Tiongkok tinggal melihat apa yang akan dilakukan Amerika Serikat selanjutnya,” kata sumber itu.

Setelah otoritas Partai Komunis Tiongkok mendorong pelaksanaan Undang-undang Keamanan Nasional versi Hongkong, pemerintah Trump pada 29 Mei 2020 lalu memperkenalkan beberapa kebijakan anti-kebijakan yang keras terhadap Partai Komunis Tiongkok.

Kebijakan itu seperti membatalkan perlakuan ekonomi dan perdagangan khusus kepada Hongkong, pengusiran sejumlah mahasiswa Tiongkok, mengecam dan memberlakukan sanksi terhadap bank yang didanai Tiongkok serta individu yang memiliki hubungan dengan Undang-undang Keamanan Nasional versi Hongkong. Kebijakan tersebut membuat dolar Hongkong terancam menghadapi decoupling dari dolar Amerika Serikat, dan status pusat keuangan Hongkong sulit dipertahankan.

Samuel M. Chu Yiu Ming, direktur eksekutif Hong Kong Democracy Council setuju dengan kebijakan Trump, bahwa siapapun yang terlibat dalam penindasan kebebasan dan otonomi Hongkong harus menghadapi sanksi. Ini adalah peringatan keras dan terakhir yang dikirim Trump kepada Xi Jinping. Mereka berharap melalui cara ini menginspirasi dunia dalam memperbanyak suara dukungan mempertahankan Hongkong.

Meningkatnya Konfrontasi Amerika Serikat dengan Tiongkok membuka era Perang Dingin baru

Pakar keuangan internasional Taiwan Wang Hao pada 1 Juni mengatakan bahwa beberapa kebijakan yang diperkenalkan oleh pemerintahan Trump baru-baru ini tidak hanya sebagai tanggapan atas isu Hongkong, tetapi sebenarnya merupakan eskalasi dari deklarasi perang total kepada Partai Komunis Tiongkok. 

Harry J. Kazianis, direktur senior Center for the National Interest dan seorang pakar tentang masalah-masalah Asia mengatakan : “Presiden Trump dengan jelas menyatakan bahwa komunis Tiongkok adalah musuh Amerika Serikat. Trump selain mengecam secara verbal, tetapi juga melalui aksinya untuk melawan musuh tersebut”.

Yuan Gongyi, seorang industrialis di bidang industri elektronik Amerika di Hongkong  mengatakan kepada Epoch Times bahwa komunis Tiongkok kali ini benar-benar mencari kematian. Amerika Serikat akan memainkan peran utamanya dalam bidang militer dan keuangan. 

Pada awal bulan Mei Trump telah bertemu dengan Sekretaris Pertahanan Amerika Serikat dan Sekretaris Negara di Camp David. Tampaknya pengerahan militer di Pasifik Barat sudah selesai dilakukan.

Pada Konferensi Tingkat Tinggi- KTT G7 yang dijadwalkan pada bulan Juni 2020 ini, Trump akan mempromosikan sanksi terhadap Partai Komunis Tiongkok. Trump telah dengan giat mempromosikan masalah ini. Ditambah dengan kerja sama negara-negara G6 lainnya. Komunis Tiongkok sekarang benar-benar tidak lagi memiliki teman.

Yuan Gongyi percaya bahwa Amerika Serikat pada dasarnya merasa Partai Komunis Tiongkok sudah nyaris tumbang. 

“Apakah kamu komunis Tiongkok yang ingin menghancurkan saya (Amerika Serikat) terlebih dahulu, lebih baik saya (Amerika Serikat) yang lebih dulu menghancurkan kamu (komunis Tiongkok). Sekarang sudah bukan lagi kita saling menikam dengan jumlah yang sama,  tetapi masalah hidup mati, darah dibayar dengan darah juga,” kata Yuan Gongyi. (sin/rp) 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular