Ntdtv.com- Hu Weifeng adalah seorang kolega mendiang whistleblower epidemi Dr. Li Wenliang dan wakil direktur Departemen Urologi, Rumah Sakit Pusat Wuhan. Ia meninggal dunia karena infeksi pada pagi  1 Juni 2020 setelah menerima perawatan selama lebih dari empat bulan, karena infeksi virus Komunis Tiongkok atau coronavirus. 

Menurut sumber di rumah sakit yang melaporkan kepada media Tiongkok daratan bahwa Hu Weifeng pada pertengahan hingga akhir Januari dikonfirmasi terinfeksi. Ia kemudian memasuki unit perawatan intensif. Pada bulan Maret, kondisinya membaik. Perawatan dengan mesin jantung-paru buatan  dicabut. Pada 11 April, tabung trakeostomi Hu Weifeng  dilepaskan. Ia kemudian dipindahkan ke bangsal umum pada tanggal 14 April.

Akan tetapi masa-masa indah tidak berlangsung lama. Pada tanggal 22 April 2020, Hu Weifeng mengalami pendarahan otak. Kemudian pada tanggal 21 Mei, ia menderita pendarahan otak lagi dan kondisinya semakin memburuk.

Laporan itu mengatakan Yi Fan, dokter lain yang terinfeksi virus Komunis Tiongkok di Rumah Sakit Pusat Wuhan, juga sudah pulih dan dipulangkan.

Pada akhir April, media resmi Komunis Tiongkok melaporkan Hu Weifeng dan Yi Fan juga sedang menjalani perawatan. Pada saat itu, keduanya baru saja lolos dari kematian. Ia kembali siuman, tetapi seluruh tubuh berubah drastis.  Tubuhnya menghitam yang menyebabkan kegemparan bagi dunia luar.

Terlihat jelas di layar video laporan yang diposting di Internet bahwa Yi Fan berbaring di ranjang rumah sakit dalam kondisi melemah dan memiliki kulit gelap. Gambar potret keluarga sebelum epidemi tergantung di sebelah tempat tidurnya, menunjukkan bahwa sebelumnya ia memiliki kulit yang putih.

Kulit Dokter Hu Weifeng Menghitam dan Wajahnya Berubah

Laporan itu mengutip Song Jianxin, anggota Kelompok Ahli Anti-epidemi Provinsi Hubei dan kepala dokter Departemen Infeksi, Rumah Sakit Huake Tongji, menjelaskan bahwa ini adalah tanda kerusakan hati. 

Jika hati rusak dan tidak dapat dimetabolisme secara normal, zat besi dalam tubuh akan mengalir ke pembuluh darah. Sehingga menyebabkan kandungan zat besi dalam darah meningkat  lalu menghasilkan kulit yang gelap.

Song Jianxin mengatakan bahwa disfungsi hati jangka panjang juga akan menyebabkan kelainan metabolisme. Sehingga mengakibatkan pigmentasi kulit kusam, tidak bersinar, dan kulit mengelupas dan pecah-pecah pada beberapa pasien yang parah.

Gong Zuojiong, direktur Departemen Infeksi, Rumah Sakit Rakyat Universitas Wuhan, percaya bahwa kerusakan hati yang disebabkan oleh infeksi mungkin adalah kerusakan hati sekunder.  Dapat juga disebabkan oleh kerusakan obat yang disebabkan oleh lebih banyak obat selama perawatan. Selain itu, sindrom gangguan pernapasan pada pasien yang sakit kritis. Kerusakan pada hati, paru-paru, jantung, ginjal dan organ-organ lainnya.

Song Jianxin juga mengatakan bahwa untuk pasien yang kritis, perang melawan virus Komunis Tiongkok adalah proses membunuh 10.000 musuh dan 8.000 penghancuran diri. Meskipun nyawa berhasil diselamatkan, akan tetapi banyak organ di seluruh tubuh mengalami kerusakan.

Sebelumnya, Dr. Zhan Qingyuan, direktur Departemen Perawatan Pernafasan dan Perawatan Kritis di Rumah Sakit Persahabatan Tiongkok-Jepang, menunjukkan bahwa virus Komunis Tiongkok tidak hanya melukai paru-paru. Akan tetapi juga jantung, saluran pencernaan, ginjal, dan fungsi pembekuan darah, serta melumpuhkan sistem kekebalan tubuh.

Menurut laporan resmi, ada sekitar 230 dokter dan perawat di Rumah Sakit Pusat Wuhan yang terinfeksi. Hingga kini, 5 dokter meninggal dunia, termasuk Zhu Heping, pensiunan wakil kepala dokter mata oftalmologi, Jiang Xueqing, kepala dokter bedah tiroid dan payudara, dan Mei Zhong Ming, dokter kepala oftalmologi. Hu Weifeng, wakil direktur Departemen Urologi, Ming dan Li Wenliang, dokter mata.

Ai Fen, seorang dokter gawat darurat di Rumah Sakit Pusat Wuhan, disebut sebagai “whistleblower” dari epidemi yang melanda di Tiongkok. Dia mengungkapkan informasi wabah parah kepada dokter lainnya seperti Li Wenliang. Akhirnya ia ditegur oleh para pemimpin rumah sakit, ia dilarang berbicara. 

Ai Fen sebelumnya telah diwawancarai oleh majalah People, ketika dia berbicara tentang begitu banyak kolega dan orang yang terinfeksi virus, dia berulang kali menyesalinya. Dia berkata, “Jika aku tahu bisa seperti ini, dan aku menyebarkan ke mana-mana.” (Hui/asr)

(Reporter Luo Tingting / Editor yang bertanggung jawab: Wen Hui)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular