Ntdtv.com- Komunis Tiongkok mengklaim informasi epidemi yang dimilikinya transparan. Bahkan memberikan semua informasi yang diperlukan kepada WHO tepat waktu. 

Namun demikian, dokumen internal WHO terbaru yang diperoleh Associated Press menunjukkan bahwa pada tahap awal wabah, sebenarnya tiga laboratorium nasional Komunis Tiongkok menyimpan rahasia, setelah mereka memecahkan urutan kode genetik virus Komunis Tiongkok.

Baru kemudian pada tanggal 11 Januari 2020, sebuah laboratorium di Shanghai pertama kali mengumumkan kepada publik bahwa Komunis Tiongkok tak punya pilihan selain memberikan informasi yang relevan kepada WHO. 

Padahal lebih dari seminggu sejak tiga laboratorium menemukan genome virus itu. Komunis Tiongkok menunda selama setidaknya dua minggu lagi sebelum diberikan kepada WHO dengan data spesifik tentang pasien dan kasus pneumonia di Wuhan.

Mantan peneliti virologi Institut Penelitian Angkatan Darat AS Lin Xiaoxu mengatakan : “Penyembunyian hasil pengurutan genom adalah fatal. Penyembunyian hasil pengurutan jelas bukan masalah pemerintah daerah Wuhan. Pusat Pengendalian Penyakit Nasional Tiongkok dan Komisi Kesehatan Tiongkok menunggu pemerintah pusat untuk mengetahui hasilnya pada akhir Desember dan awal Januari. Jadi penyembunyian ini berlangsung dari pusat ke sampai ke daerah. “

Dokumen-dokumen menunjukkan bahwa pejabat WHO mengeluh pada pertemuan internal pada awal Januari bahwa Komunis Tiongkok. Pasalnya, tidak menyediakan data yang cukup untuk memungkinkan mereka menilai secara efektif kecepatan penularan virus dari manusia ke manusia. Termasuk risiko yang ditimbulkan terhadap bagian lain dari dunia. Sehingga membuang-buang waktu yang berharga. 

Namun demikian, di depan umum, para pejabat WHO memuji respon cepat Komunis Tiongkok dan informasi yang transparan. Dikatakan bahwa mereka ingin “mengorek lebih banyak informasi” dari Komunis Tiongkok.

Terkait WHO, Virologi Lin Xiaoxu menuturkan bahwa : “WHO  adalah mekanisme yang sangat birokratis. Pertimbangan politik pejabat mereka di tempat kerja jauh lebih besar daripada rasa tanggung jawab profesional. Sehingga, WHO khawatir tekanan berlebihan pada Beijing akan menyebabkan mereka tak bisa mendapatkan informasi apa pun. Mereka menyerah pada ketidakjujuran Komunis Tiongkok sejalan dengan kebijakan peredaan. Ini telah menyebabkan masyarakat internasional kehilangan platform berharga yang bisa mendapatkan informasi nyata. “

Menanggapi tindakan WHO dalam membantu Komunis Tiongkok untuk menyembunyikan informasi, Kongres AS telah secara resmi meluncurkan penyelidikan. Presiden Trump mengumumkan di Gedung Putih Jumat lalu bahwa Amerika Serikat resmi memutuskan hubungannya dengan WHO. (Hui/asr)

Wartawan NTD Wang Kaidi melaporkan dari ibukota AS Washington

Video Rekomendasi

Share

Video Popular