Epochtimes, oleh Li Fan- Pemerintah Amerika Serikat pada hari Rabu 3 Juni 2020 lalu memberitakan bahwa mereka akan menerapkan larangan terhadap semua penerbangan penumpang Tiongkok ke dan dari Amerika Serikat. Larangan itu akan diterapkan mulai 16 Juni, atau mungkin lebih cepat. 

Langkah ini dimaksudkan untuk menanggapi upaya Beijing menolak pesawat penumpang Amerika untuk melanjutkan penerbangan ke daratan Tiongkok.

Kementerian Transportasi Amerika Serikat dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Rabu 3 Juni 2020 lalu, menyebutkan bahwa dengan tidak mengizinkan pesawat penumpang milik United Airlines dan Delta Airlines untuk melanjutkan penerbangan ke daratan Tiongkok berarti pemerintah Tiongkok telah melanggar perjanjian penerbangan bilateral yang ditandatangani Amerika Serikat dan Tiongkok.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa instruksi melarang pesawat penumpang Tiongkok melakukan jasa penerbangan ke Amerika Serikat yang dikeluarkan Kementerian Transportasi Amerika Serikat akan mulai efektif pada 16 Juni mendatang. Tetapi jika Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menghendaki pelaksanaannya lebih awal, mungkin tanggal efektifnya dipercepat.

Kementerian Transportasi Amerika Serikat akan terus berkomunikasi dengan mitranya di Tiongkok sehingga maskapai kedua negara dapat sepenuhnya menggunakan hak-hak bilateral mereka.  

Dalam pernyataan itu juga disebutkan bahwa  tujuan utamanya bukan untuk mempertahankan situasi secara permanen, tetapi untuk memperbaiki lingkungan. Otoritas penerbangan Tiongkok semestinya menyesuaikan kebijakannya untuk memberikan perbaikan yang diperlukan bagi maskapai penerbangan Amerika. Kementerian Transportasi Amerika Serikat juga sudah sepenuhnya siap untuk mempertimbangkan kembali tindakan yang diambil dalam pesanan yang dikeluarkan pada hari Rabu 3 Juni 2020 lalu.

Reuters sebelumnya mengutip berita dari sumber-sumber yang mengatakan bahwa langkah yang diumumkan itu adalah hukuman terhadap komunis Tiongkok oleh pemerintahan Trump karena Beijing gagal mematuhi perjanjian penerbangan Amerika Serikat – Tiongkok.

Maskapai Delta Airlines dalam sebuah pernyataannya pada hari Rabu 3 Juni 2020  menyebutkan: “Kita mendukung dan menghargai tindakan yang diambil oleh pemerintah Amerika Serikat untuk memastikan keadilan dan hak-hak kami.”

Maskapai United Airlines menyebutkan, pihaknya berharap untuk memulihkan layanan penumpang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok jika lingkungan peraturan mengizinkan.

Pemerintahan Trump sebelumnya pada 22 Mei 2020 lalu menuduh otoritas penerbangan Tiongkok mencegah maskapai penerbangan Amerika untuk melanjutkan kembali layanan penerbangan ke Tiongkok. Pemerintahan Trump memerintahkan 4 maskapai penerbangan Tiongkok untuk menyerahkan jadwal penerbangan ke pemerintah Amerika Serikat.

Kementerian Transportasi Amerika Serikat pada 22 Mei menyebutkan bahwa Delta Airlines dan United Airlines telah meminta izin pihak Tiongkok untuk melanjutkan penerbangan ke Tiongkok mulai bulan Juni 2020 ini. Sementara operator maskapai Tiongkok selama wabah COVID-19 terus menyediakan layanan penerbangan ke Amerika Serikat.

Untuk menghindari penyebaran virus komunis Tiongkok (pneumonia Wuhan), pemerintah Amerika Serikat melarang sebagian besar warga negara non- Amerika  yang telah berada di daratan Tiongkok dalam waktu 14 hari terakhir  memasuki wilayah Amerika Serikat. Larangan itu berlaku mulai 31 Januari 2020, tetapi tidak memberlakukan pembatasan bagi penerbangan pesawat penumpang milik Tiongkok.

Sedangkan maskapai penerbangan utama Amerika Serikat memutuskan sendiri untuk menghentikan sementara semua penerbangan penumpang ke daratan Tiongkok mulai bulan Februari lalu.

Otoritas penerbangan Tiongkok (CAAC) pada akhir bulan Maret mengumumkan bahwa setiap maskapai asing hanya dapat mempertahankan satu rute penerbangannya ke Tiongkok, dan frekuensi operasi mingguan tidak boleh lebih dari satu. Jumlah penerbangan maskapai tidak boleh melebihi penerbangan yang tercatat pada 12 Maret 2020 lalu.

Tetapi Kementerian Transportasi Amerika Serikat mengatakan bahwa karena maskapai penerbangan Amerika telah menghentikan semua penerbangan sebelum 12 Maret lalu. Pemberitahuan CAAC itu sebenarnya tidak berbeda dengan maksud ingin mencegah maskapai penerbangan Amerika melanjutkan penerbangan reguler ke daratan Tiongkok.

Dalam instruksi yang dikeluarkan pada 3 Juni 2020 lalu, Kementerian Transportasi Amerika Serikat menekankan  pihaknya berpendapat, pembatasan yang dilakukan CAAC itu tidak konsisten dengan kesepakatan yang dicapai antara Amerika Serikat dengan Tiongkok, sehingga mengajukan protes kepada CAAC. (sin/rp) 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular