Ntdtv.com- Insiden berdarah terjadi di Tiongkok. Pada pukul 8 pagi waktu setempat 4 Juni 2020, seorang sekuriti di Sekolah Dasar Wangfu Central di Wuzhou, Guangxi, Tiongkok melukai lebih dari 40 guru dan siswa dengan pisau. 

Tiga orang termasuk kepala sekolah terluka parah. Menurut pejabat setempat, korban luka sudah dilarikan ke pusat kesehatan kota setempat.

Saksi mata mengatakan bahwa sekitar pukul 9 pada hari itu, beberapa ambulans dan mobil polisi tiba di pintu masuk sekolah dasar di Kota Wangfu. Staf medis membawa beberapa anak yang terluka ke ambulans. Banyak anak-anak mengalami cedera di kepala, bahu, dan lengan. 

Orang Tua yang tinggal di seberang sekolah mengungkapkan bahwa setelah kejadian itu, dia mendengar tangisan histeris. Ia berlari keluar dengan cepat untuk memeriksa situasi.

Sedangkan Video yang beredar lainnya menunjukkan bahwa banyak ambulans tiba di pintu masuk Pusat Kesehatan Kota Wangfu. Sejumlah siswa naik ambulans dengan bantuan orang tua dan staf medis. Sejumlah kepala siswa dibalut akibat benda tajam itu.  

Seorang anggota staf Pusat Kesehatan Kotapraja Wangfu mengatakan bahwa mereka menerima sejumlah yang terluka dari Sekolah Dasar Pusat Kota Wangfu. Semuanya telah dikirim ke rumah sakit di Kota Wuzhou untuk perawatan lebih lanjut.

Seorang warga Wuzhou mengatakan, dia hanya melihat lebih dari 10 anak yang terluka di Rumah Sakit Pekerja Wuzhou. Mereka semuanya dalam keadaan sadar.

Video lainnya menunjukkan bahwa banyak siswa yang sedang diinfus dan duduk di kursi observasi yang berjajar di rumah sakit. Beberapa mengalami cedera kepala. Beberapa lainnya mengalami cedera bahu dan lengan.

Seseorang yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa, lebih dari 40 siswa, guru, dan staf yang terluka belum sepenuhnya ditentukan kondisinya karena keadaan darurat. Saat ini, tiga orang diketahui terluka parah, yaitu wakil kepala sekolah, seorang penjaga keamanan dan seorang siswa.

Video lainnya menunjukkan bahwa si pelaku sekuriti itu dibawa pergi oleh polisi. Ia mengenakan celana panjang dan atasan biru.

Seorang saksi mata di Kota Wangfu mengatakan bahwa pelaku masih bekerja di sekolah dasar ketika insiden itu terjadi. Dua penjaga keamanan lainnya di sekolah dasar lebih tua dan kesulitan membekuknya.

Pelaku disebut bernama Li Xiaomin. Ia berusia sekitar 50 tahun dan saat ini berada di bawah kendali.

Insiden itu memicu diskusi hangat dari kalangan netizen Tiongkok. 

Ada yang menulis : “Penjaga keamanan sekolah tugasnya adalah menjaga para siswa, dan bahkan para penjaga keamanan pada gilirannya melukai para siswa? Di mana lagi masih ada keamanan di Tiongkok?”

Netizen lainnya menulis : “Begitu banyak anak-anak terluka, masih ada beberapa yang dalam penyelamatan. Yang menjengkelkan adalah bahwa untuk insiden keselamatan publik yang begitu besar, Weibo bahkan tidak melaporkan, mengatakan bahwa itu telah dikendalikan, hanya melaporkan kabar baik dan tidak ada melaporkan kabar buruk. . “

Ada lagi netizen menambahkan ; “Penjaga keamanan sekolah menyerang dan melukai beberapa orang. Anak-anak yang lemah berlutut memohon belas kasihan. Berlaku kejam terhadap anak-anak yang lemah, sangat keji tidak berprikemanusiaan. Ini adalah karakter rakyat nasional yang paling dicari oleh sebuah organisasi. Ini adalah hasil yang sangat baik dari publikasi, pendidikan dan pelatihan selama bertahun-tahun.”

Media Tiongkok daratan mengatakan bahwa pelaku menderita penyakit mental. Tetapi netizen mempertanyakan mengapa sekolah memperkerjakan orang yang berpenyakit mental untuk menjadi penjaga keamanan? (Jon/asr)

(Reporter Li Yun / Editor Bertanggung Jawab: Li Quan)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular