Ntdtv.com- Warga Hong Kong dan dunia internasional memrotes Undang-Undang Keamanan Nasional versi Hong Kong, yang telah disahkan melalui voting dalam sidang Kongres Rakyat Nasional Tiongkok. Aksi protes dilakukan para aktivis dan netizen. 

Xiao Yuhui, seorang aktivis hak asasi manusia di Guangdong, dan sejumlah netizen yang diduga meneruskan pesan “Satu orang, satu pesan untuk menyelamatkan Hong Kong” ditangkap oleh pihak berwenang dan kehilangan kontak setelah itu.

Sejauh ini, Xiao Yuhui telah kehilangan kontak selama lebih dari 5 hari. Pada 30 Mei, halaman Facebook “Southern Idiot” – sebuah komunitas di media sosial Hong Kong menerbitkan sebuah artikel yang mengatakan bahwa pada sore hari 27 Mei, Xiao Yuhui dibawa oleh polisi dari apartemen Distrik Huicheng, Kota Huizhou, Provinsi Guangdong. Selain itu beberapa netizen juga ditangkap pada saat yang sama.

Menurut artikel itu, seorang netizen yang dibebaskan dengan jaminan mengatakan, bahwa alasan penangkapan itu terkait dengan pesan “satu orang, satu pesan untuk menyelamatkan Hong Kong” di grup “WeChat” mereka, dan Xiao Yuhui juga meneruskan pesan itu.

Netizen itu mengatakan banyak netizen ditahan karena meneruskan pesan dari insiden Hong Kong, semuanya ditahan di kantor polisi distrik Yuantongqiao, Kota Huizhou, dan akan dibawa entah kemana setelah 3 hari penahanan.

Polisi setempat juga mengatakan, bahwa kasus Xiao Yuhui ditindaklanjuti oleh pemerintah provinsi Guangdong.

Wei, seorang warga Tiongkok, mengatakan bahwa siapa pun yang meneruskan informasi tentang insiden dan situasi epidemi di Hong Kong akan diciduk oleh Biro keamanan nasional dan keamanan publik.

Warga Tiongkok Daratan, Ms. Wei dengan berapi-api mengatakan: “Sehari sebelumnya biro keamanan nasional komunis Tiongkok juga mencari saya dan mengatakan bahwa saya juga membagikan informasi terkait epidemi dan semacamnya. Saya bilang itu adalah hak warga negara. Anda yang membangun jaringan platform WeChat ini, dengan demikian, bukankah Anda menyuruh orang-orang untuk lebih memahami tentang dunia luar dan perihal di lingkungan masyarakat, lantas mengapa memblokir akun masyarakat, mengapa mereka harus ditekan, dan mengapa harus ditahan?”

Wei mengatakan bahwa dia hanya membagikan gambar polisi Hong Kong yang menindih kepala seorang gadis dan kepala seorang bocah yang berlumuran darah karena dipukul, kemudian WeChat memblokirnya.

Sementara itu, Hu, seorang warga Tiongkok daratan, mengatakan bahwa Partai Komunis Tiongkok panik karena akan segera runtuh, dan menghapus postingan, memblokir akun netizen dan akses internet serta menangkap orang-orang. 

Hu, seorang warga Tiongkok daratan berkomentar, “Semakin kritis, semakin Komunis Tiongkok merasa takut, karena ia sendiri sadar keberlangsungan hidupnya (kekuasaan) akan segera berakhir, dan yang dihadapi adalah disintegrasi dan kepunahan, jadi Komunis Tiongkok menjadi panik dan takut. Ia takut sesuatu akan terjadi, yang akan memicu protes skala besar seperti di Hong Kong.”

Hu mengatakan bahwa hanya karena membagikan postingan berupa dukungan dan solidaritas pada Hong Kong, 40 personel dari biro keamanan nasional, keamanan publik dan agen komunis Tiongkok menangkapnya. Selama berlangsungnya sidang kongres rakyat nasional komunis Tiongkok, otoritas setempat memberikan 150.000 yuan kepada petugas keamanan, belum termasuk biaya lainnya, hanya untuk menjaga kestabilan dan menangkapnya seorang.

Setelah Kongres Rakyat Nasional mengesahkan “Undang Undang Keamanan Nasional versi Hong Kong” pada 28 Mei 2020 lalu, Apple Daily meluncurkan kampanye “Satu Orang, Satu Pesan untuk Menyelamatkan Hong Kong”. Pesan menyerukan warga dunia untuk menulis surat kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk melindungi kebebasan Hong Kong. 

Pada tanggal 29 Mei, Trump mengumumkan pembatalan kebijakan perlakuan khusus Hong Kong dan memberikan sanksi kepada pejabat Komunis Tiongkok dan Hong Kong yang mengancam otonomi Hong Kong.

Xiao Yuhui, kelahiran tahun 1980-an, warga Huizhou, Provinsi Guangdong, telah lama memperhatikan tentang kebijakan keluarga berencana dan membantu kepala keluarga dalam menangani masalah-masalah seperti pendaftaran kependudukan “anak kedua” dan biaya pengasuhan sosial. 

Pada tahun 2016, hanya karena biaya kartu kredit sebesar lebih dari 10.000 yuan, Xiao Yuhui dijatuhi 9 bulan hukuman penjara dengan alasan penipuan, dan dilarang keluar dari  Tiongkok.  (Johny / rp) 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular