Ntdtv.com- Sekitar 20.000 ton diesel bocor dari fasilitas penyimpanan pembangkit listrik di Siberia, Rusia, mencemari saluran air dan membahayakan Laut Arktik karena banyaknya tumpahan minyak.

Tumpahan minyak terjadi di sebuah pembangkit listrik di dekat Norilsk, sebuah kota industri Siberia di Lingkaran Arktik, 2900 kilometer jauhnya dari Moskow, dan mengalir ke Sungai Ambarnaya tidak jauh dari sana.

Sungai Ambarnaya menyuplai air ke danau setempat, dan air dari danau ini akan mengalir ke sungai lain yang akan memasuki Laut Arktik, yang sangat rapuh secara ekologis.

Setelah insiden kebocoran diesel, otoritas terkait tidak melaporkan. Presiden Rusia  Vladimir Putin dengan keras menyerang penyelia yang bertanggung jawab untuk mengoperasikan pembangkit listrik NTEK pada konferensi video pada tanggal 3 Juni 2020. 

“Mengapa lembaga pemerintah mengetahui hal ini dua hari setelah kejadian? Apakah kita harus mengetahui keadaan darurat ini dari media masyarakat?” kata 

Putin dalam konferensi. Dia  langsung mengeluarkan keadaan darurat untuk mencurahkan lebih banyak sumber daya untuk dekontaminasi.

Keterangan foto: Pada 3 Juni 2020, sekitar 20.000 ton diesel bocor dari fasilitas penyimpanan pembangkit listrik di Siberia, Rusia. Selama konferensi video, Putin mengecam penyelia NTEK yang bertanggung jawab untuk mengoperasikan pembangkit listrik dan memerintahkan keadaan darurat. (ALEXEY NIKOLSKY / Sputnik / AFP via Getty Images)

Komisi Penyelidikan Rusia meluncurkan tiga investigasi kriminal ke dalam pelanggaran besar terhadap masalah lingkungan dan menahan seorang karyawan pembangkit listrik.

Menteri Lingkungan Hidup Rusia, Dmitry Kobylkin mengatakan bahwa hanya Departemen Darurat yang memiliki kemampuan untuk menangani dekontaminasi dan “mungkin tentara harus dikerahkan.”

Ahli WWF Alexei Knizhnikov mengatakan bahwa dalam hal tumpahan minyak, ini adalah tumpahan minyak terbesar kedua dalam sejarah modern Rusia, kedua setelah tahun 1994. Tumpahan minyak di Komi di wilayah barat laut yang berlangsung beberapa bulan.

Kanizkov mengatakan bahwa jumlah minyak yang tumpah keluar sangat besar, “sangat sulit bagi mereka untuk menutupi berita.” 

Diesel lebih ringan dari minyak, dan tingkat penguapannya lebih tinggi daripada masuk ke dalam sungai, tetapi lebih beracun ketika dibersihkan.

Raksasa logam Rusia Norilsk Nikel, yang bertanggung jawab untuk mengoperasikan pembangkit listrik NTEK, mengatakan bahwa kebocoran diesel disebabkan oleh tenggelamnya beberapa pipa yang digunakan untuk mendukung selama 30 tahun terakhir mulai tenggelam, yang mengakibatkan kerusakan pada tangki penyimpanan minyak.

Ini bukan kecelakaan pertama perusahaan ini. Pada tahun 2016, polutan di “bendungan penyaring” dari salah satu pabriknya mengalir ke sungai setempat, menodai sungai dengan warna merah darah. Pada saat itu, perusahaan  hanya di denda kurang dari US$ 1.000. (hui/rp) 

Video Rekomendasi

 

 

Share

Video Popular