Epochtimes, oleh Zhang Yujie- Pemerintah India mengumumkan 3 program stimulus di bidang manufaktur elektronik. Ketiga program stimulus utama yang dicanangkan India itu adalah Program Insentif Produksi (Production Linked Incentive/ PLI), Promosi Komponen Elektronik dan Program Manufaktur Semikonduktor (Scheme for Promotion of Manufacturing of Electronic Components and Semiconductors/ SPECS), dan versi terbaru dari Program Cluster Manufaktur Elektronik (Modified Electronics Manufacturing Clusters/ EMC 2.0). Kesemua program bertujuan untuk mendorong perkembangan industri elektronik di India.

Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India mengatakan bahwa dalam 5 tahun ke depan, pertumbuhan penjualan produk elektronik yang diproduksi di India dapat menerima 4% hingga 6% insentif finansial.

Menteri Elektronika dan Teknologi Informasi India, Ravi Shankar Prasad mengatakan, sebagai langkah awal, program diharapkan mampu menarik 5 merek ponsel global utama yang daftarnya akan diumumkan dalam waktu 2 bulan. Selain itu, program juga menargetkan 5 perusahaan lokal India yang terpilih untuk berpartisipasi dalam  Program Insentif Produksi – PLI sebelum tahun 2025.

Ketiga paket stimulus di atas akan membantu India menghasilkan smartphone dan komponen elektronik senilai INR. 10 triliun atau setara USD. 133 miliar yang diharapkan menjadikan India sebagai pusat manufaktur ponsel global sekaligus menciptakan sekitar 1 juta pekerjaan.

Selain itu, pemerintah India telah memutuskan untuk melonggarkan pembatasan program PLI yang ada, termasuk perusahaan asing yang berinvestasi di India dapat membawa mesin dari daratan Tiongkok dan Korea Selatan, juga tidak diharuskan untuk mengungkapkan terlalu banyak tentang informasi bisnis. 

Saat itu, sejumlah perusahaan OEM untuk Apple seperti Foxconn dan Wistron, serta OEM untuk Samsung dan merek lain berencana untuk mengalihkan produksi ponsel mereka dari daratan Tiongkok menuju India.

Sejak perang dagang Amerika Serikat dengan  Tiongkok tahun lalu hingga pandemi pneumonia komunis Tiongkok, banyak perusahaan multinasional dunia sedang mempertimbangkan dan melakukan pemindahan rantai produksi mereka dari daratan Tiongkok. India telah menjadi salah satu pilihan populer. 

Perusahaan Apple telah merencanakan untuk memindahkan seperlima dari kapasitas produksinya dari daratan Tiongkok ke India, perusahaan Foxconn dan Wistron mempercepat pembangunan pabrik di India, Samsung juga akan meningkatkan produksi di India.

Perdana Menteri India Narendra Modi pada bulan Desember tahun lalu telah bertemu dengan eksekutif Apple dan Samsung khusus membicarakan soal penerapan program PLI di India.

Manish Sharma, Presiden dan CEO India dan Asia Selatan dari Matsushita Corporation of Japan memperkirakan bahwa, industri elektronik India memiliki potensi naik berganda pada tahun 2025, diperkirakan akan mencapai nilai USD. 400 miliar, dengan peluang impor potensial sebesar USD. 150 miliar .(sin/rp) 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular