Epochtimes, oleh Xia Yu- Dalam wawancara eksklusif dengan Sean Spicer, pembawa acara newsmax TV dan mantan juru bicara Gedung Putih, pada hari Rabu 3 Juni 2020 lalu,  Trump mengatakan bahwa perjanjian perdagangan fase pertama antara Amerika Serikat dengan Tiongkok bagai “tinta belum mengering wabah besar telah pecah.”

Setelah virus Komunis Tiongkok menyebar secara global, Komunis Tiongkok mengalami tahun terburuknya dalam 67 tahun karena pendekatan garis kerasnya.

Organisasi global mendukung Komunis Tiongkok, merusak dunia dan Amerika Serikat

Trump mengatakan bahwa organisasi globalisasi telah merugikan negara-negara lain, terutama Amerika Serikat, dalam keterlibatannya dalam memungkinkan Komunis Tiongkok menjadi kekuatan ekonomi dunia. Trump menyebutkan bahwa Komunis Tiongkok telah menjarah Amerika Serikat selama 30 tahun.

Trump mengatakan: “Organisasi Perdagangan Dunia adalah bencana dalam berurusan dengan Tiongkok, dan begitu pula Organisasi Kesehatan Dunia. Kami sekarang telah secara resmi menarik diri dari organisasi tersebut. Jadi, yang berhubungan dengan Tiongkok dan apa yang terjadi di antara mereka sangat membuat frustasi.”

Trump juga menunjukkan bahwa status khusus Tiongkok adalah “negara berkembang”, yang memungkinkannya untuk “menggunakan” negara lain memperoleh kekayaan dan kekuatan, dan membuat perdagangan, manufaktur, teknologi, dan inovasi. 

Trump menyimpulkan, dengan memperoleh status itu, Komunis Tiongkok memiliki keuntungan besar atas Amerika Serikat. Itu yang tidak dapat diterima.

Selama perang perdagangan Amerika Serikat dengan Tiongkok, Amerika  menyebutkan lebih dari satu kali bahwa Tiongkok tidak boleh lagi terdaftar sebagai negara berkembang. 

Pada konferensi pers Gedung Putih pekan lalu tentang Tiongkok, Trump juga mengutuk Komunis Tiongkok karena menjarah pekerjaan orang Amerika dan melanggar komitmennya di Organisasi Perdagangan Dunia – WTO. 

“Lebih buruk lagi, mereka   dianggap sebagai negara berkembang dan mendapatkan berbagai manfaat yang tidak dimiliki negara lain, termasuk Amerika Serikat,” kata Trump.

Pada 22 Januari 2020 silam, Trump mengatakan di Davos, Swiss bahwa ia akan mengambil “tindakan besar” untuk mempromosikan reformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Trump mengatakan bahwa salah satu alasan mengapa Amerika Serikat telah lama berdebat dengan anggota WTO mengenai masalah tertentu adalah bahwa Beijing dan India diakui sebagai negara berkembang di WTO, dan menikmati perlakuan istimewa yang diberikan oleh WTO.

“Jika Tiongkok  adalah negara berkembang, maka seharusnya Amerika Serikat juga demikian,” kata Trump.

Trump sekali lagi mengkritik Komunis Tiongkok karena menyembunyikan epidemi, menyebabkan sejumlah besar kematian dan berdampak pada ekonomi

Ketika berbicara tentang hubungan  Amerika Serikat dengan Tiongkok, Trump menyebutkan bahwa  Amerika   dan Tiongkok mencapai perjanjian perdagangan tahap pertama.

“Ini adalah salah satu perjanjian utama yang pernah ada. Tetapi tinta perjanjian itu belum kering, wabah besar telah pecah,” kata Trump.

Trump mengkritik Komunis Tiongkok karena menangani wabah dengan cara yang tidak benar. Trump mengatakan: “Mereka  pada awalnya harus menghentikannya dari sumbernya, tetapi mereka tidak melakukannya, dan seluruh dunia telah terkena dampak yang sangat parah, yang menyebabkan kematian begitu parah.”

Dalam wawancara dengan Fox Radio “Brian Kilmeade Show” sebelumnya, Trump juga menyebutkan bahwa wabah besar berasal dari Tiongkok.

“Saya membangun ekonomi terbesar yang pernah ada. Saya membangun ekonomi terbesar di dunia hanya dalam tiga setengah tahun, dan kemudian wabah datang dari Tiongkok. Mereka seharusnya tidak membiarkan itu terjadi. Virus berasal dari Tiongkok,” kata Trump. 

Trump sangat yakin dengan rebound ekonomi  Amerika Serikat. Trump menegaskan bahwa sekarang perlu untuk membangunnya lagi  ekonomi. 

“Saya percaya bahwa pada saat pemilihan umum, ekonomi akan mencapai pertumbuhan yang luar biasa. Pekerjaan telah meningkat banyak dan PDB telah tumbuh, itu akan terjadi sebelum pemilihan,” jelas Trump.  (hui/rp) 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular