oleh Tong Yijia

Pada hari deklarasi Negara Federal Baru Tiongkok 4 Juni 2020 volume pencarian online mantan bintang sepakbola ‘Hao Haidong’ di WeChat mengalami lonjakan sampai 22 kali lipat dari hari-hari sebelumnya. Bahkan ada netizen yang mengungkapkan bahwa pengguna internet yang mencari ‘Deklarasi Negara Federal Baru Tiongkok’ melalui mesin pencari Google pada 4 Juni mencapai lebih dari 1,1 miliar kali.

Pada peringatan 31 tahun pembantaian mahasiswa di Tiananmen 4 Juni 1989, taipan asal Tiongkok yang berada di AS Guo Wengui menyiarkan langsung upacara pembacaan Deklarasi Negara Federal Baru Tiongkok melalui Internet pada 3 Juni pukul 20:00 waktu setempat.

Pada upacara pembacaan, Steve Bannon, mantan Penasihat Strategis Gedung Putih membacakan deklarasi dalam bahasa Inggris. 

Sedangkan mantan bintang sepkbola Tiongkok, Hao Haidong membacakan deklarasi dalam bahasa Mandarin. Hao Haidong menyebutkan : Membasmi Partai Komunis Tiongkok adalah kebutuhan akan keadilan. Partai Komunis Tiongkok adalah organisasi teroris yang didanai oleh Komunis Internasional untuk menggulingkan pemerintah sah Tiongkok di masa lalu. Pemerintahan totaliter yang dipimpin Partai Komunis Tiongkok kemudian menyebabkan kekejaman yang mengerikan terhadap kemanusiaan :  Mengabaikan hak asasi manusia, menghancurkan kemanusiaan, menginjak-injak demokrasi, melanggar hukum, mengingkari perjanjian yang sah, menyebabkan pertumpahan darah besar di Hongkong, membunuh warga Tibet, mengekspor korupsi ke seluruh dunia.

BACA JUGA : Mantan Bintang Sepakbola Hao Haidong Deklarasi Federasi Tiongkok Baru, Serukan Partai Komunis Tiongkok Bubar

Deklarasi Hao Haidong mengejutkan masyarakat baik dalam maupun luar negeri, dan media Reuters, The New York Times sampai bersaing untuk melaporkan. 

Menurut akun Twitter ‘caijingxiang’, volume pencarian untuk ‘Hao Haidong’ di WeChat pada 4 Juni sampai setinggi 9,87 juta kali, dibandingkan dengan jumlah pencarian pada 3 Juni yang 430.000 kali, lonjakan mencapai 2.195,34% dalam satu hari. 

Bahkan pengguna internet yang mencari ‘Deklarasi Negara Federal Baru Tiongkok’ melalui mesin pencari Google pada 4 Juni mencapai lebih dari 1,1 miliar kali.

Pihak berwenang segera memerintahkan pemblokiran berita maupun pencarian yang berkaitan dengan Hao Haidong dan istrinya Ye Zhaoying. Bahkan akun WeChat dan Weibo melik kedua suami istri tersebut pun kena blokir. Fungsi komentar tentang Hao Haidong di situs Sina Sports pun ditutup. Akun Weibo milik putra Hao Haidong, Hao Runze awalnya masih dapat dibuka, tetapi setelah masuknya sejumlah pujian dari netizen akhirnya pun kena blokir.

Nama Hao Haidong langsung menjadi kata sensitif di jaringan daratan Tiongkok. Media corong partai bahkan tidak berani menyebutkan namanya. Sebagai gantinya, mereka menggunakan huruf ‘H’ dalam tulisan-tulisan yang mengutuknya.

Dalam beberapa hari terakhir, tidak hanya ‘Hao Haidong’ dan ‘Negara Federasi Baru Tiongkok’ menjadi pencarian panas di internet, tetapi banyak netizen juga memusatkan perhatian mereka pada paspor Negara Federasi Baru Tiongkok. Mereka mengatakan bahwa sampai paspor Negara Federasi Baru Tiongkok diakui secara internasional, maka paspor ini pasti lebih berharga daripada paspor Komunis Tiongkok.

Cao Changqing, orang media senior juga kritikus di Amerika memuji Hao Haidong dan Ye Zhaoying melalui cuitannya. Ia memuji keberanian mereka untuk menyatakan perang terhadap kediktatoran komunis. Ia percaya bahwa untuk mencapai prestasi tersebut dari pasangan yang berasal dari dunia olahraga di Tiongkok tidak mudah, membutuhkan keberanian besar untuk mengabaikan keuntungan dan kerugian pribadi.

Cao Changqing juga mengatakan : “Dengan langsung diblokirnya informasi tentang kedua orang tersebut oleh otoritas komunis Tiongkok sudah cukup membuktikan bahwa sinyal anti-komunis yang dikirim oleh pasangan Hao Haidong ini cukup menggetarkan.” (sin/asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular