Epochtimes, oleh Lin Nan- Fox News melaporkan bahwa setelah menyatakan simpati mendalam atas kematian pria Afrika-Amerika George Floyd selama penangkapan polisi di Minneapolis, William Barr mengatakan pada konferensi pers bahwa demonstrasi melibatkan tiga jenis peserta, yaitu demonstran damai, predator dan penghasut ekstremis yang membajak protes.

William Barr mengatakan ada bukti bahwa para ekstremis  termasuk gerakan anti fasis/ Antifa  dan kelompok lain dari keyakinan politik yang berbeda, serta faktor-faktor asing yang berperan dalam memperdalam kekerasan.

Christopher Wray, direktur FBI, menjelaskan ini secara rinci, mencatat bahwa orang-orang ini sudah mulai bermain trik dan mencoba menyebabkan kekacauan.

Pejabat senior Departemen Kehakiman mengatakan kepada Fox News pada hari Rabu 3 Mei 2020 lalu bahwa pemerintah federal percaya bahwa berdasarkan tanda-tanda koordinasi “sangat terorganisir” oleh agitator “profesional”. Beberapa diantaranya terkait dengan Antifa. 

William Barr menjelaskan  bahwa ada berbagai “keributan” ekstremis ideologis, termasuk kaum anarkis dan mereka yang mencoba melancarkan perang saudara.

Pejabat federal mengatakan lebih dari 100 orang ditangkap di Washington DC selama protes dan kerusuhan terkait dengan kematian Floyd di Minneapolis. Sekitar 20 dari orang-orang ini belum dituntut. 

Pada saat yang sama, 70 hingga 75 orang dituduh melakukan penyerangan, melakukan pelanggaran terhadap rumah-rumah pribadi, menghancurkan properti dan pelanggaran lainnya.

William Barr mengatakan Kementerian Kehakiman telah menggunakan intelijen waktu nyata dan sumber daya lainnya untuk memadamkan kerusuhan dan pemerintah akan terus menyelidiki, menangkap, dan menuntut.

William Barr menilai tentang kematian Floyd bahwa Kementerian Kehakiman dan Biro Investigasi Federal sedang “melakukan penyelidikan simultan” untuk melihat apakah ada pelanggaran hukum hak sipil federal. William Barr menegaskan hari itu  akan segera tiba. (hui/rp) 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular