oleh  Zhang Ting

James Jay Carafano, Wakil Ketua Penelitian Kebijakan Pertahanan Luar Negeri dan Nasional Washington, Heritage Foundation Amerika Serikat mengatakan bahwa kebijakan luar negeri Amerika Serikat tidak akan berhenti karena kerusuhan akibat unjuk rasa di kota-kota saat ini, terutama dalam menghadapi tantangan Komunis Tiongkok. Pada Jumat 5 Juni 2020  lalu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memperkenalkan serangkaian tindakan hukuman terhadap Tiongkok untuk menghentikan rezim Komunis Tiongkok yang semakin agresif dan mengancam. Sanksi minggu lalu benar-benar akan dilaksanakan.

Carafano menjelaskan beberapa cara efektif bagi pemerintahan Trump untuk melawan Komunis Tiongkok, termasuk tidak bermain-main, mengejar kebijakan garis keras, membentuk aliansi dengan negara-negara sekutu untuk urusan dan terus menerus mengalahkan Komunis Tiongkok.

Pertama, tidak bermain-main

Komunitas diplomatik sering percaya bahwa pertukaran timbal balik antar negara merupakan konsesi atas satu masalah dengan imbalan mendapatkan keuntungan atas masalah lain. Tetapi dalam hubungan rumit antara Washington dan Beijing, transaksi semacam ini tidak akan berhasil. 

Carafano percaya bahwa adalah bijaksana bagi Amerika Serikat untuk tidak berkompromi dengan Beijing dalam perdagangan. 

“Jangan berharap rezim akan membantu dalam masalah Korea Utara atau Laut Tiongkok Selatan. Itu tidak akan,” kata Carafano.

Carafano mengatakan bahwa pendekatan Washington saat ini benar, dan setiap perselisihan ditangani sesuai dengan situasinya sendiri. Bahkan selama fase pertama dari perjanjian perdagangan yang dicapai antara kedua negara, Presiden Trump masih menggunakan sanksi hak asasi manusia untuk menekan para pemimpin Komunis Tiongkok pekan lalu.

Kedua, mengejar kebijakan yang sulit

Presiden Trump menyampaikan pidato di Rose Garden Gedung Putih pada 29 Mei 2020 lalu. Pada saat itu Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan membatalkan perlakuan khusus untuk Hong Kong. 

Carafano percaya bahwa langkah Amerika Serikat ini dapat membuat Beijing berpikir dua kali tentang versi Hong Kong dari Undang Undang Keamanan Nasional. Jika pemerintah Komunis Tiongkok bersikeras untuk merampas hak orang-orang Hong Kong, satu-satunya pihak yang membahayakan kepentingan Hong Kong adalah Komunis Tiongkok.

“Amerika Serikat tidak dapat meninggalkan kebijakan keras ini. Pada akhirnya, selalu merupakan kebijakan terbaik untuk meminta pertanggungjawaban Komunis Tiongkok atas kesalahannya. Jika tidak, Beijing hanya akan memandang Washington sebagai akselerator untuk mewujudkan ambisi globalnya,” kata Carafano.

Ketiga, bentuk aliansi dengan sekutu untuk berurusan dengan Komunis Tiongkok

Carafano percaya bahwa di dunia bebas ini, negara-negara harus bergabung untuk memerangi kejahatan Komunis Tiongkok. Para kritikus mungkin tidak setuju dengan keputusan Trump untuk menarik diri dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tetapi tidak ada keraguan bahwa kecaman Amerika itulah yang telah mengilhami komunitas internasional untuk menuntut WHO lebih transparan.

Trump memutuskan untuk memperluas Konferensi Tingkat Tinggi/ KTT G7 dengan memasukkan Rusia, India, Australia dan Korea Selatan. Seorang juru bicara Gedung Putih mengungkapkan bahwa presiden ingin memanggil beberapa sekutu dan “korban” pandemi virus corona untuk menekan Komunis Tiongkok.

Carafano menilai itu adalah bentuk persatuan yang baik dari sekutu yang dilakukan oleh pemerintah Trump untuk bersama-sama berurusan dengan Komunis Tiongkok.

Keempat, terus mengalahkan Komunis Tiongkok

Untuk mendapatkan perhatian Beijing, Washington perlu mengambil beberapa langkah yang berarti untuk menargetkan rezim Komunis Tiongkok, termasuk memerangi mereka pada kondisi terburuknya.

Administrasi pemerintahan Trump sedang menyelidiki apakah perusahaan Tiongkok yang terdaftar di Amerika Serikat mematuhi standar akuntansi dan audit Amerika.

Carafano percaya bahwa Tiongkok membutuhkan pasar keuangan Amerika Serikat. Hukuman berkelanjutan seperti itu oleh administrasi Trump tentu akan menarik perhatian Beijing.

Kebijakan Amerika Serikat terhadap Tiongkok harus melindungi kebebasan, kemakmuran, dan keamanan Amerika. Trump mengumumkan pembatasan masuknya beberapa mahasiswa dan peneliti Tiongkok ke universitas dan lembaga penelitian Amerika adalah contoh yang baik. Komunis Tiongkok menggunakan mahasiswa dan cendekiawan Tiongkok untuk terlibat dalam spionase, pencurian kekayaan intelektual, dan kegiatan politik di Amerika Serikat.

Carafano menilai bahwa langkah pemerintahan Trump benar untuk mulai memerangi aktivitas ilegal ini. Mengirimkan peringatan kuat ke Beijing bahwa jika rezim Komunis Tiongkok melakukan pelanggaran yang memburuk, maka mungkin akan kehilangan akses ke sistem universitas Amerika. (hui/rp) 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular