Epochtimes, oleh Xu Jian- Akhir-akhir ini Partai Kuomintang semakin sering mengalami pukulan, sejak kalah suara dalam pemilu presiden dan legislatif pada bulan Januari 2020 lalu. Sekarang Walikota Kaohsiung Han Kuo-yu dilengserkan. Hal itu menyebabkan Partai Kuomintang yang baru berhasil menggaet kembali kota Kaohsiung yang sudah 20 tahun dikuasai Partai Progresif Demokratik kembali terlepas. 

Pada hari yang sama Han Kuo-yu dipecat, Hsu Kun-yuan, Ketua Dewan Kota Kaohsiung yang selama ini setia mendukung Han Kuo-yu tiba-tiba “jatuh” dari gedung apartemen tempat kediamannya dan langsung tewas. Peristiwa itu membuat Partai Kuomintang semakin stress.

Melansir dari Reuters, Kuomintang terus menghadapi tuduhan dari para penentang bahwa Kuomintang ingin menjual Taiwan kepada komunis Tiongkok dan dapat menerima kebijakan Satu Negara Dua Sistem, meskipun dibantah oleh Partai Kuomintang.

Setelah Han Kuo-yu diberhentikan, Partai Kuomintang menegaskan pandangannya yang tidak lagi ingin pro-Beijing dan menggantikannya dengan konsep ‘mendahulukan kepentingan Taiwan’.

Menurut laporan Reuters, Ketua Partai Kuomintang Johnny Chiang dalam pernyataannya pada 6 Juni 2020 lalu menegaskan bahwa partai yang ia pimpin senantiasa akan mendahulukan kepentingan Taiwan, dan menentang komunisme. Menegaskan  bersama-sama dengan segenap anggotanya  membangun Taiwan yang demokratis, bebas, makmur dan bersatu.

Slogan kampanye presiden Han Kuo-yu adalah ‘Taiwan aman, rakyat berduit’. Han Kuo-yu pada bulan Maret 2019 silam mengunjungi Hongkong, Makau, dan Shenzhen. Selain bertemu dengan direktur Kantor Penghubung Partai Komunis Tiongkok di Hongkong dan Makau, Han Kuo-yu juga menerima jamuan makan  dan mengadakan pertemuan tertutup yang menimbulkan kegemparan dalam opini publik Taiwan. Bahkan sejumlah anggota parlemen demokratis Hongkong pun menyatakan ketidakpuasan.

Upaya melengserkan Han Kuo-yu dari kedudukan Walikota Kaohsiung dilatarbelakangi juga oleh komunis Tiongkok memaksakan penerapan Undang Undang Keamanan Nasional versi Hongkong.  Pelanggaran komunis Tiongkok terhadap komitmen Satu Negara Dua Sistem jelas disambut dengan protes keras dari semua partai politik besar di Taiwan. Partai besar di Taiwan dalam sikap melawan Partai Komunis Tiongkok telah menunjukkan kekompakan yang luar biasa. 

Melansir dari Reuters, sikap rakyat Taiwan terhadap komunis Tiongkok semakin memburuk, tidak hanya karena penindasan yang mereka lakukan terhadap para pengunjuk rasa di Hongkong, tetapi juga selama masa pandemi ini, komunis Tiongkok terus memberikan tekanan kepada komunitas internasional untuk menyingkirkan Taiwan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Saat ini, Ketua partai baru Partai Kuomintang sedang meninjau kembali kebijakan partai terhadap Beijing, guna memutuskan apakah masih perlu menjalin hubungan dekat dengan Beijing. Padahal Beijing tidak henti-hentinya untuk mengancam akan menggunakan kekuatan militer untuk menyatukan Taiwan.

Aktivis demokrasi Hongkong, Nathan Law memberi selamat atas keberhasilan rakyat Kaohsiung memecat walikotanya yang pro-Beijing. Nathan Law mengatakan bahwa rakyat Hongkong patut iri hati karena  tidak dapat memecat kepala eksekutif Hongkong.

“Ketika Hongkong mendapat kebebasan, saya berharap Hongkong akan sama seperti Taiwan sekarang. Juga memberikan daya tarik kepada setiap orang,” kata Nathan Law.  (sin/rp) 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular