Sound of Hope, oleh Yue Wenxiao- Situasi politik Tiongkok sedang memasuki kondisi yang aneh. Para elite partai yang menentang Presiden Tiongkok Xi Jinping terus melonjak. Baru-baru ini, beredar luas di dalam negeri Tiongkok sebuah rekaman audio dalam rapat internal Partai Komunis Tiongkok yang diduga membahas penggulingan Xi Jinping dari tampuk kekuasaannya.

Rekaman audio itu beredar pula di media sosial luar negeri. Berikut isi rekaman yang beredar pada 2 Juni 2020. 

  1. Ekonomi sampai pada tahap seperti ini, tidak dapat bergerak maju karena sistem itu sendiri tidak memiliki jalan keluar, dan tidak ada gunanya juga mengubahnya, sistem ini pada dasarnya harus dicampakkan. Tetapi bukan dengan cara revolusi.
  2. Partai Komunis Tiongkok memiliki masalah mendasar dengan teori ini, dan harus disingkirkan.
  3. Partai Komunis Tiongkok sudah menjadi “zombie politik”, dan Xi (tanpa menyebutkan nama) telah menjadi “bos gengster”, dan tidak ada yang bisa menyelamatkan situasi genting ini.
  4. Partai ini sudah berada di penghujung jalan, jalan keluarnya adalah meminta orang ini untuk pensiun lini kedua secara layak, dan hilangkan kekacauan, kembalikan ke ketertiban normal atau dengan kata lain membalikkan kekacauan dan kembali ke jalur yang benar. Kembalikan mengacaukan kekacauan.
  5. Jika orang ini tidak dibereskan/ disingkirkan, sistem ini akan terjun bebas, dan dalam waktu lima tahun, Tiongkok akan mengalami kekacauan besar, dan situasi/ kekacauan melahirkan pahlawan, kemudian menata kembali sistem /roda pemerintahan baru.

Berikut ini adalah teks lengkap rekaman audio. (Jika ada perbedaan/ kekeliruan dalam teks, silakan dengarkan langsung dari rekaman audio sebagai acuan).

Mengapa kita bisa sampai seperti ini sekarang? Ada dua masalah utamanya. Ditilik dari akar masalahnya, pertama adalah sistem kita dan kedua adalah teori kita. Dari perspektif sistem, sejak awal guru pernah mengatakan, Mao Zedong menggunakan sistem itu untuk Revolusi Kebudayaan, Deng Xiaoping menggunakannya untuk reformasi. Setelah reformasi dan terbuka, ekonomi pasar digunakan sebagai sarana teknis manipulasi. Dan kita pun menggunakannya, dan dengan cepat ekonomi pun meningkat, tetapi itu adalah ekonomi pasar, dari setiap lapisan faktor, reformasi pasar komoditas yang melibatkan faktor pasar belum benar-benar bergerak maju.

Karena itu pasar komoditas itu tidak mungkin benar-benar menjadi ekonomi pasar komoditas yang sebenarnya, harganya selalu dimanipulasi oleh orang lain, dan sumber daya selalu dimonopoli oleh orang lain, bukankah begitu?

Karena pasar faktor itu tidak direformasi, lalu mengapa masih terkait dengan kekuasaan, jadi sistem kita ini, dan jika masalah itu tidak diselesaikan, maka sistem yang telah mencapai tahap seperti ini, dan menghasilkan orang seperti itu, atau para elite lain yang duduk di posisi atas, itu apa artinya. Sistem itu sendiri sudah tidak memiliki jalan keluar. Tidak ada gunanya juga mengubahnya. Sistem ini pada dasarnya harus disingkirkan, jadi kita berbicara tentang reformasi itu bukan lagi sistem kerangka kerja yang dirancang, kemudian Anda yang melakukannya. Ini adalah bagian pertama saya. Ada yang mungkin akan berpikir begitu. Jika sistem ini disingkirkan, maka apakah kita akan berevolusi? Bukan itu maksudnya, jadi ini adalah poin pertama. 

一个广为流传的蔡霞教授录音。

تم النشر بواسطة ‏‎Jie Zhang‎‏ في الاثنين، ١ يونيو ٢٠٢٠

Poin kedua adalah teori kita pada dasarnya bermasalah, apalagi lagi Marxisme-Leninisme yang diadopsi oleh Partai Komunis Tiongkok itu, betul ? 

Partisi ini kita kesampingkan dulu. Sebenarnya, banyak hal dalam teori ini yang harus disingkirkan. Dalam kongres rakyat nasional yang beranggotakan 4.000 orang ketika itu. Jika pada saat itu, Deng Xiaoping tidak menghentikan partai untuk merenungkan Revolusi Kebudayaan, tidak menyingkirkannya dalam urusan politik, tetapi juga menyingkirkannya secara teoritis, maka itu tidak akan sampai membuka kembali kasus Revolusi Kebudayaan. Karena masalah politik itu akan berubah dari waktu ke waktu dan dapat dijungkirbalikkan, tetapi jika Anda secara teoritis menyingkirkannya, maka akan sangat sulit untuk membuka kembali kasus Revolusi Kebudayaan. Jadi saya pikir setelah reformasi dan keterbukaan, dua masalah paling mendasar belum diselesaikan. Satu adalah sistem dan satunya lagi adalah teori.  Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang? 

Pendapat pribadi saya, jika berbicara tentang situasi, kita bisa melihat partai ini, sebenarnya telah menjadi “zombie politik.” Jelas amandemen konstitusional yang bermula dari internal partai itu cacat hukum. Ia telah menyandera Sidang Pleno ke-3 komite sentral Partai Komunis Tiongkok ke-18. Dua hari sebelum Sidang Pleno ke-3, ia bergegas membatalkan sistem masa jabatan, memaksa Sidang Pleno Ke-3 itu tetap berlangsung. Namun, dari sekian banyak anggota Komite Sentral, tidak ada satupun yang berani mengangkat masalah ini di Sidang Pleno Ke-3 itu. 

Jadi partai itu sendiri sudah menjadi “zombie politik”, dan seseorang, seorang pemimpin utama bisa menyandera sistem itu dengan “gagang pisau” dan “laras senapan”. Salah satu di dalam partai adalah korupsi oleh pejabat itu sendiri, kedua adalah tidak ada hak asasi manusia dan aturan hukum apa pun untuk melindungi kekuasaan anggota partai dan kader. Keduanya ini berada dalam genggamannya, sehingga 90 juta anggota partai menjadi budak dan alat yang digunakan individu. Dan Anda bukan lagi kader partai ketika ia tidak membutuhkannya lagi. Anda akan menjadi elemen korup di mana pun anda ditugaskan olehnya. Lihat saja bagaimana dengan kondisi kita sekarang, para pemimpin dalam partai itu adalah orang-orang yang ditangani oleh Komite Pengawasan Nasional. 

Saya bukan bilang orang-orang yang menangani itu sendiri apakah bermasalah atau tidak. Saya pikir meskipun tidak ada masalah juga mereka akan menciptakan masalah, apalagi sistem itu sendiri sudah membuat mati banyak orang. Sudah terlanjur kotor, tetapi masalahnya adalah orang-orang yang Anda tuduh bersalah itu juga harus diperiksa secara hukum nasional dan melihat mana yang melanggar disiplin partai. Anda cukup menjatuhkan sanksi hukum kepadanya melalui disiplin partai. Anda bisa mengeksekusi mereka yang telah ditetapkan secara hukum nasional dan memiliki kejahatan dalam hukum pidana. Sekarang kita menjadi orang yang bersalah jika  tidak mendukung ekonomi riil, dan kemudian para anggota partai dan kader yang tidak mengikuti prosedur dan saluran hukum dan secara sewenang-wenang membahas dan mengkritik kebijakan partai itu juga dinyatakan sebagai kejahatan. Tidak jujur ​​pada partai, apakah ini juga kejahatan? Mana ada lagi aturan hukumnya, di partai politik sana masih ada sedikit rasa partai, dan sepenuhnya menjadi “bos gengster”, menangani semaunya antek-antek dalam cengkramannya. Karena itu saya bilang partai ini sudah menjadi “zombie politik.” 

Di saat mendesak ini, saya pikir substitusi (mengganti pemimpin) adalah poin pertama. Tetapi Anda bisa melihat apa yang dia lakukan sekarang, dia menggenggam “gagang pisau” di tangannya (mengacu pada kekuasaan). Tentara dalam cengkramannya, dia mencengkram komisi politik dan hukum dan polisi juga dalam cengkramannya. Dia bisa mengawasi semua orang dengan teknologi tinggi, siapa yang bisa menonjolkan diri dengan mengatakan mari kita selesaikan masalahnya, itu mustahil.

Anda membuka Komite Tetap Pusat, apa ada kita bilang minoritas mematuhi yang mayoritas, tidak. Hanya dalam situasi saat ini, saya bilang jika komite tetap ini akhirnya mencapai resolusi kolektif, minoritas mematuhi mayoritas, Anda tidak dapat melakukannya dengan baik, dan Anda tidak boleh menyeret negara atau partai ke jalan buntu hanya karena masalah pribadi yang rumit dan kompleks. 

Membuat 90 juta anggota partai dan 1,4 miliar rakyat mati bersama Anda. Ini tidak dibenarkan, jadi jika orang-orang di Komite Tetap Biro Pemerintah Pusat kita memiliki rasa tanggung jawab terhadap partai, dan mereka yang masih memiliki sedikit rasa tanggung jawab untuk negara dan bangsa. Saya pikir tujuh komite itu sebaiknya menggelar rapat dan membuat resolusi. Ganti pemimpinnya, jika Anda mengganti pemimpin, lingkungan eksternal akan mulai melonggar, karena ini adalah tanda yang memberitahu kepada dunia luar bahwa kita akan mengubah haluan. (ganti sistem).

Selama orang ini berada di atas panggung (tampuk kekuasaan), lingkungan eksternal hanya akan semakin tegang, dan tidak dapat meredakan kondisi kita, sebaliknya lingkungan eksternal akan tenang, setelah anda mengganti pucuk pimpinan. Karena Anda telah melakukan sesuatu yang diketahui orang bahwa Anda mungkin akan mengubah haluan meski anda tidak bicara, dan saya pikir ini adalah hal yang terbaik. Jadi, apakah ada di antara anggota komite lainnya memiliki rasa tanggung jawab terhadap partai dan rakyat? Tidak. Saya pikir mereka semua adalah budak seseorang. Jadi tentu saja, apa yang saya katakan ini, mungkin akan menggelitik sosok orang yang punya kuasa besar seperti Perdana Menteri  Li Keqiang, bukankah begitu? 

Sebenarnya mereka juga tidak mudah dengan masing-masing jabatan yang diembannya. Mereka bekerja keras di posisi masing-masing untuk meringankan krisis. Dan kita tahu itu, namun, partai ini, saya pikir baik itu orang-orang tua sekarang, atau para anggota komite tetap partai ini sekarang, apakah demi membangkitkan perjuangan orang-orang di negara ini, bisa kembali membuat resolusi minoritas mematuhi mayoritas. Minta orang ini untuk pensiun kedua secara beradab. Jangan campur tangan lagi dalam urusan partai. Partai ini mungkin dapat memimpin. Jika orang ini tidak turun dari pucuk pimpinannya, maka partai ini tidak punya peluang lagi. 

Jika memungkinkan untuk melakukan pergantian, maka yang harus kita lakukan sekarang adalah tidak bergerak maju, tetapi menghentikan hal-hal itu agar tidak bergerak maju, seperti misalnya menghapus akun WeChat, menjatuhkan hukuman secara verbal, hal-hal ini dapat dihentikan. Misalnya, sewenang-wenang menangkap pengusaha swasta. Tidak termasuk penangkapan terhadap Ren Zhiqiang (mantan tycoon real estate Tiongkok, berjuluk “Big Gun Ren”, ia dikenal karena kritik terbukanya terhadap Partai Komunis Tiongkok), misalnya dua pemimpin Alasa/ Liga Alxa, Tiongkok ditangkap.

Qian Xiaolan ditangkap oleh mereka dua hari yang lalu. Atas dasar apa dia menangkapnya? Mudah bagi Anda untuk menangkap seseorang, tetapi Anda membuat takut banyak pengusaha, karena itu, jarang ada yang mengatakan perusahaan swasta Tiongkok yang anda lihat sekarang itu bisa menghasilkan uang. Semua orang mengutamakan aset dan hidup mereka. Kaum berada sudah pindah ke luar negeri, yang punya uang juga sudah mengalihkan dananya, dan kaum profesional juga sudah pindah ke luar negeri. Sementara para pejabat tinggi yang masih bisa merongrong kepentingan rakyat jelata tetap tinggal di sini, dan sejumlah besar orang miskin yang tidak pernah bisa kemana-mana. Kedua bagian ini masih di sini. Jadi, apakah negara ini masih punya harapan? 

Tidak ada harapan, jadi berhenti setelah mengganti pucuk pimpinan, bukan mau melakukan sesuatu, hilangkan kekacauan, kembalikan ke ketertiban normal atau dengan kata lain membalikkan kekacauan dan kembali ke jalur yang benar. Langkah ini harus dilakukan, sama seperti Revolusi Kebudayaan ketika itu. Untuk mengatur kembali roda pemerintahan, secara teoritis harus disingkirkan, era baru apalah, atau sosialisme di era baru apalah. Tak disangka semua omong kosong itu, digunakan sebagai agama untuk dipelajari oleh seluruh partai.

Sebuah partai politik sebesar itu menggunakan itu semua untuk menipu 9.000 orang dan membelenggu 1,4 miliar penduduk. Membuat dunia menertawakan orang-orang Tiongkok. Itu adalah partai yang telah berakhir. Saya pikir itu perlu menghilangkan kekacauan, kembalikan ke ketertiban normal.

Jika bisa memilih jalur sendiri, hal-hal berikutnya mudah untuk ditangani. Kita tetap harus percaya bahwa sebagian besar kader partai dalam sistem ini memahami apa yang benar dan apa yang salah. 

Masyarakat sekarang juga tidak bisa diandalkan. Dia telah menghancurkan seluruh masyarakat seperti pasir, dia menghancurkan semua tatanan masyarakat sipil, menggunakan kekerasan gaya polisi, memantau semua orang. Masyarakat ini sendiri tidak lagi baik. Orang yang berkuasa dalam kondisi sosial ini pastilah sosok orang jahat yang membawa bencana. Jadi itu tergantung pada apakah orang-orang di partai itu memiliki kemampuan untuk menyelamatkan dan menolong diri mereka sendiri!

Adapun yang dimaksud dengan mencampakkan sistem itu, dan jika Tiongkok ingin maju dengan reformasi, masih dibutuhkan kader-kader tingkat menengah dan tinggi dalam sistem itu, atau dalam partai kita, karena masyarakat bawah juga tidak dapat diharapkan.

Karena pada kenyataannya, masyarakat Tiongkok bukan tanpa vitalitas, tanpa orang-orang berbakat. Saya percaya semua orang akan bangkit. Kita harus percaya bangsa ini memiliki vitalitas, tetapi sekarang seseorang menghadangnya secara nasional dan partai. 

Jika orang ini tidak dibereskan, tunggu dan lihat saja sistem ini akan runtuh dengan bebas. Kemudian mulai dari awal, kemungkinan besar akan seperti itu.

Saya pribadi berpikir bahwa sampai pada akhir tahun ini dan paruh pertama tahun depan, ekonomi akan berdampak pada perusahaan, dan kita lihat saja akan seperti apa negara ini bila tiba saat itu, sekarang tergantung pada tekanan eksternal, masih bisa bertahan untuk sementara waktu, dan uang belum sepenuhnya kosong. Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi ketika uang itu sudah habis, dan tak tahan lagi, dan saat terjadi konflik domestik. Generasi kita sekarang, dimana ketika kita masih hidup, dalam kurun waktu lima tahun, kita masih bisa menyaksikan kekacauan besar yang dialami Tiongkok. Ada yang mengatakan akan lahir sosok pahlawan dalam kekacauan, dan kemudian mulai dari awal lagi.

Pembicara dalam rekaman audio itu adalah Cai Xia, seorang profesor di Sekolah Partai Pusat, baru-baru ini memosting sekaligus mengecam Partai Komunis Tiongkok adalah musuh umat manusia.

Saat ini tidak diketahui kapan waktu pertemuan dan  pertemuan seperti apa rekaman audio di atas.

Salah satu netizen Tingkok bertanya: “Apakah orang yang berbicara itu adalah anggota senior atau anggota partai biasa?”

Seseorang merespons: “Cai Xia, Central Party School.”

Cai Xia adalah seorang profesor di Departemen Penelitian Sekolah Partai Pusat Partai Komunis Tiongkok. Cai Xia menarik perhatian karena membela Ren Zhiqiang yang mengkritik Xi Jinping dalam “Kasus Ren Zhi -qiang” pada tahun 2016 silam.

Zhao Changqing, seorang aktivis demokrasi Tiongkok di Amerika Serikat, menuturkan di twitternya pada 31 Mei 2020 lalu, pesannya berbunyi: “Cai Xia, yang pernah secara terbuka membela Ren Zhiqiang, telah tiba di New York. Tetapi Zhao tidak membeberkan kapan Cai Xia ke Amerika.”

Menurut postingan Zhao Changqing tentang kepergian Cai Xia di Amerika Serikat, Cai Xia menuturkan pandangannya terkait Partai Komunis Tiongkok yang menerapkan Rancangan Undang Undang/ RUU keamanan nasional versi Hong Kong yang diterbitkan di media sosialnya pada 30 Mei 2020. 

Cai Xia dengan blak-blakan mengatakan bahwa kedaulatan atas Hong Kong adalah Tiongkok, tetapi pemerintahan Hong Kong dikelola oleh rakyat Hong Kong, dan status serta tatanan ketertiban Hong Kong itu milik dunia. Sekarang Partai Komunis Tiongkok menghancurkan status Hong Kong sebagai pelabuhan perdagangan bebas dan status Hong Kong sebagai salah satu dari tiga pusat keuangan terbesar di dunia, apa maksudnya? Ini berarti Partai Komunis Tiongkok menantang dunia. Partai Komunis Tiongkok mencetuskan RUU keamanan nasional versi Hong Kong itu untuk menegakkan aturan otoriter dari minoritas Partai Komunis Tiongkok dan memerkosa orang-orang Hong Kong.

Cai Xia mengatakan bahwa di permukaan, Partai Komunis Tiongkok mengancam akan menantang hak-hak bebas rakyat Hong Kong, tetapi sebenarnya mengancam tatanan global dan nilai-nilai peradaban manusia. Dari perspektif ini, Partai Komunis Tiongkok memusuhi dunia, terutama musuh peradaban manusia. Partai Komunis Tiongkok adalah musuh umat manusia. 

Jika rekaman yang disebutkan di atas memang dari Cai Xia, dapat diketahui dari nada ucapan Cai Xia tentang Undang-undang Keamanan Nasional versi Hong Kong bahwa ia telah memutuskan hubungan dengan Partai Komunis Tiongkok, yang sangat jauh berbeda dengan pemikiran partai dalam rekaman terkait.

Li Yuanhua, mantan associate professor Beijing Capital Normal University dan seorang ahli sejarah Tiongkok, menekankan dalam sebuah wawancaranya dengan media Sound of Hope.

Li Yuanhua mengatakan, “Jangan berharap apapun dari partai ini, satu-satunya jalan keluar adalah dengan menghancurkannya. Setelah disintegrasi, hal itu akan seperti masyarakat sosial lain, yaitu masyarakat yang normal. Setiap negara memiliki sistem politik yang relatif lengkap, ada demokrasi, sistem hukum, nilai-nilai universal, dan sebagainya. Tetapi selama Partai Komunis Tiongkok itu eksis, ini semua mustahil bisa terwujud. Selama itu adalah Partai Komunis Tiongkok, hanya mengganti pucuk pimpinan sama saja dengan mengganti ‘sup tanpa mengganti obatnya’.”

Istilah  ‘sup tanpa mengganti obatnya’ bermakna, meskipun berubah secara bentuk, tetapi materinya atau sistem masih tetap seperti dulu.  

Xin Haonian, seorang rekan pasca doktoral dan sarjana tamu di Universitas Columbia, juga secara terbuka mentweet, bahwa dia setuju dengan pengunduran diri Xi Jinping. Akan tetapi menurut Xin Haonian, Partai Komunis juga harus disingkirkan, jadi itu bukan masalah Xi Jinping seorang. (Johny / rp) 

 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular