oleh Li Chen

Juru bicara Kementerian Pertahanan AS Letnan Kolonel Robert Carver pada 9 Juni mengatakan kepada reporter Epoch Times  bahwa Pentagon sedang bekerja sama dengan dunia industri untuk mengembangkan sistem 5G yang aman. Ia mengatakan bahwa sistem baru ini dapat mencegah serangan dari pesaing yang bermusuhan.

Ketika ditanya apakah jaringan 5G yang dibangun oleh militer AS dapat membendung serangan militer komunis Tiongkok, Letnan Kolonel Robert Carver membuat jawaban di atas. Ia menjelaskan bahwa militer AS sedang membangun sistem jaringan lokal dan asing berdasarkan konsep ‘nol kepercayaan’ untuk mencegah kebocoran data. “Kita harus berasumsi bahwa musuh kita akan secara aktif menyerang jaringan dan kemampuan komunikasi kita”.

“Kita akan mengembangkan fungsi pemanfaatan spektrum dinamis (Dynamic Spectrum Utilization), sehingga tidak peduli bagaimana lawannya memblokir, kami dapat mengakses spektrum”.

Penasihat keamanan nasional mantan presiden AS, pensiunan jenderal berbintang empat James Jones ketika menghadiri seminar tentang menanggapi bahaya komunis Tiongkok saat ini yang diadakan pada 3 Juni mengisyaratkan bahwa militer AS telah mengembangkan sebuah teknologi jaringan baru untuk menghadapi ancaman sistem 5G Huawei. Dengan demikian teknologi jaringan luar negeri tidak dapat masuk untuk menyerang dan tidak dapat pula digandakan.

Jenderal James Jones mengatakan : “Dengan senang hati saya katakan bahwa saya tahu kita setidaknya sudah memiliki satu teknologi yang tidak hanya aman dan tidak tertembus, tetapi juga tidak dapat direkayasa balik (membalikkan analisis penelitian untuk mereplikasi)”.

Pada hari yang sama, Direktur Komunikasi 5G Pentagon Joseph Evans dalam konferensi pers Pentagon mengatakan, bahwa militer AS ternyata memiliki kemampuan kompetitif dalam bidang teknologi 5G, meskipun menghadapi tantangan dari lawan, “Tetapi kita percaya bahwa, bagaimanapun juga kita tidak akan ketinggalan”, katanya.

Ia juga menyinggung soal militer as saat ini juga sedang mempercepat pengembangan sistem jaringan ke generasi 6G, 7G. Dan militer AS juga berada di posisi terdepan dalam ‘berbagi spektrum’.

Pentagon pada hari yang sama juga mengumumkan, sudah ada 12 pangkalan militer AS yang telah berpartisipasi dalam pengujian 5G untuk mempercepat penerapan taktis teknologi komunikasi 5G.

Jenderal James Jones mengatakan bahwa Huawei menyediakan teknologi 5G dengan harga murah, tetapi risikonya sangat tinggi.

“Di arena kompetisi 5G, Huawei (berjanji) menyediakan teknologi yang sangat, sangat murah, tetapi dengan aturan bahwa merekalah yang melakukan segalanya – instalasi, pemeliharaan, kontrol, dan tidak memberikan pelatihan, dan tidak mengizinkan tenaga kerja negara tuan rumah untuk ikut dalam bagian pekerjaannya”.

Jenderal James Jones mengatakan bahwa karena Huawei dikendalikan oleh Partai Komunis Tiongkok, teknologi 5G yang disediakannya sangat berisiko. “Di Tiongkok, setiap perusahaan Tiongkok wajib sejalan, menjalin hubungan baik dan mendukung pemerintah komunis Tiongkok, jadi itu menjadi gagasan demi pengamanan perusahan, meskipun hal itu sama sekali tidak masuk akal. tetapi apa boleh buat karena mereka dikelola oleh pemerintah komunis.” (Sin)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular