Epochtimes.com

Orang-orang Hong Kong terus berjuang dalam pawai 9 Juni 2020

Orang-orang Hong Kong menyerukan pawai akbar berupa “Lautan manusia”. Waktu pertemuan dijadwalkan pada malam hari pukul 18:30 waktu Hong Kong. Lokasi pertemuan akan diumumkan pada pukul 17:30 waktu setempat. 

Rincian tempat pertemuan akan diumumkan pada pukul 18:00, dan rute demonstrasi diumumkan pada pukul 18:30. 

Netizen meminta para peserta untuk datang ke lokasi yang ditentukan dengan “baju pelangi” dan diganti dengan baju hitam sesuai kondisi di lapangan. Namun, aksi itu belum mendapat surat izin dari kepolisian Hong Kong.

Mengingat kembali, pada 9 Juni tahun lalu, jutaan orang Hong Kong menggelar aksi pawai besar-besaran, menciptakan gerakan anti-ekstradisi atau Anti-Amandemen Rancangan Undang Undang/ RUU Ekstradisi Hong Kong, yang berlangsung selama lebih dari setengah tahun. 

Warga Hong Kong ikut berpartisipasi dalam ratusan demonstrasi di seantero Pulau Hong Kong, dan setidaknya ada 2 juta orang Hong Kong turun ke jalan menggelar aksinya, memaksa pemerintah Hong Kong mencabut amandemen RUU tersebut. 

Namun, selama berlangsungnya pawai, polisi Hong Kong menangkap lebih dari 8.000 orang. Orang-orang Hong Kong bersikeras dengan lima tuntutan mereka, yakni mencabut amandemen undang-undang ekstradisi, menarik pernyataan “kejahatan kerusuhan” terhadap aksi protes yang digelar pada 12 Juni 2019, dan menarik tuduhan kejahatan kepada para demonstran yang ditangkap, serta secara independen menyelidiki polisi Hong Kong yang melakukan tindak kekerasan, dan merealisasikan hak pilih universal, tetapi pemerintah Hong Kong menolak untuk menanggapinya. 

Keterangan foto : Partai komunis TIongkok dan pemerintah Hong Kong bersikeras mendorong draf revisi dari Rancangan Undang-undang (Amandemen) Peraturan Pelanggar Hukum Buronan. Front Hak Asasi Manusia Sipil Hong Kong yang melancarkan demonstrasi pada 9 Juni 2019 mencapai 1,03 juta orang yang berpartisipasi. (Jurnalis Cai Wenwen / the Epoch Times)

Pertemuan 12 Juni Ditunda 

Pada Senin 8 Juni 2020 lalu, Hong Kong Civil Assembly Team mengadakan konferensi pers untuk membahas konsep pertemuan 12 Juni 2020. Juru bicara Ventus Lau Wing-hong mengatakan belum bertemu dengan polisi untuk diskusi formal. Akan tetapi ketika anggota tim menghubungi polisi melalui telepon, pihak kepolisian memberitahu secara verbal, tidak akan mengeluarkan surat izin.

Sekadar diketahui Ventus Lau Wing-hong berusia 27 tahun adalah politisi Hong Kong. Dia adalah pengumpul Jaringan Komunitas Shatin dan pendiri pendiri Jaringan Komunitas, aliansi kelompok masyarakat lokal di berbagai distrik di Hong Kong.

Tim terkait kemudian mengatakan, akan menunda peringatan satu tahun demonstrasi yang rencananya digelar pada 12 Juni 2020 dan mengubahnya menjadi tanggal 19 Juni 2020, yang juga merupakan hari pertama dari akhir perintah pencabutan lockdown.

Ventus Lau Wing-hong menekankan bahwa waktu dan tempat tidak berubah, demikian juga dengan temanya tidak akan berubah. Pertemuan itu akan digelar di Taman Tamar, Admiralty, Hong Kong.

Menurut Ventus Lau Wing-hong jika pada Jum’at 19 Juni 2020 pekan depan “perintah lockdown” diperpanjang lagi, pertemuan akan dijadwal ulang ke hari pertama setelah berakhirnya kebijakan pemerintah terkait covid-19.

Namun, tim akan mendirikan stasiun jalan di Edinburgh Place, Central, Hong Kong pada Jumat 12 Juni 2020. Anggota dewan distrik dari partai Demokrat dari semua distrik juga akan mendirikan stasiun jalan di semua distrik di Hong Kong, menampilkan gambar yang terkait dengan demonstrasi anti-ektradisi.

Ventus Lau Wing-hong menegaskan bahwa pada 12 Juni 2020 adalah titik ledakan yang sangat penting dari seluruh gerakan anti-ekstradisi. 

“Pada 12 Juni tahun lalu, untuk pertama kalinya menunjukkan kekuatan massa Hong Kong, mencegah hukum jahat ekstradisi yang dipastikan oleh sebagian besar orang akan disahkan, karena itu, 12 Juni tahun ini adalah hari yang harus diperingati,” kata Ventus Lau Wing-hong.

Orang-orang Hong Kong tidak takut akan intimidasi oleh undang-undang keamanan nasional Komunis Tiongkok

Rancangan Undang Undang / RUU Keamanan Nasional versi Hong Kong yang diumumkan selama dua sesi sidang pleno Partai Komunis Tiongkok pada Mei 2020 lalu, telah memicu antipati yang sengit di Hong Kong. 

Anggota Dewan Legislatif Hong Kong, Dennis Kwok Wing-hang mengatakan bahwa RUU ini 100 kali lebih jahat daripada peraturan pelanggar hukum buronan yang direvisi tahun lalu, mengakhiri satu negara, dua sistem. 

Amerika Serikat mengusulkan undang-undang untuk memberi sanksi pada Undang-Undang Keamanan Nasional versi Hong Kong. Pejabat dan politisi dari berbagai negara mengecam keras Partai Komunis Tiongkok atas RUU itu.

Pada 24 Mei 2020, orang-orang Hong Kong meluncurkan pawai besar yang diikuti lebih dari 100.000 orang, namun lagi-lagi dibubarkan dan ditangkap oleh polisi Hong Kong. 

Pada 4 Juni, orang-orang Hong Kong mengadakan upacara perkabungan berupa penyalaan lilin di malam hari, yang diikuti puluhan ribu orang Hong Kong di Taman Victoria tanpa takut dengan blokade polisi. Tekad rakyat Hong Kong melawan Partai Komunis Tiongkok pun mengejutkan dunia. (Johny/rp) 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular