Epochtimes, oleh Chen Ting- Seorang pejabat militer komunis Tiongkok  mengakui mencuri hasil penelitian medis dari University of California, San Francisco (UCSF). Tujuannya untuk membantu laboratorium militer komunis Tiongkok untuk mereplikasi penelitian serupa.

Dalam sebuah pernyataan bersama, Jaksa Agung AS  di San Francisco, David Anderson dan Penanggung Jawab FBI di San Francisco, John Bennett mengatakan bahwa mata-mata militer komunis Tiongkok tersebut bernama Wang Xin (Xin Wang). Ia ditangkap pada hari Minggu, 7 Juni ketika yang bersangkutan akan naik pesawat untuk terbang kembali ke Tianjin, Tiongkok. Wang diduga membuat pernyataan palsu tentang permohonan visa non-imigran J1 yang dikeluarkan kepadanya pada 17 Desember 2018.

Visa non-imigran J1 adalah jenis visa yang dirancang khusus oleh Kementerian Luar Negeri AS untuk program pengunjung berdasarkan pertukaran kerja dan belajar.

Jaksa Agung AS David Anderson mengatakan bahwa Wang Xin masuk Amerika Serikat pada 26 Maret 2019 dengan paspor palsu, menyamar sebagai peneliti medis yang tertarik pada pekerjaan penelitian. Ia berhasil memasuki laboratorium Universitas California, San Francisco, dan mengambil kesempatan untuk mencuri hasil penelitian AS.

Selama menjalankan interogasi di depan agen-agen Biro Pabean dan Perlindungan Perbatasan AS, Wang Xin mengakui bahwa ia adalah teknisi tingkat 9 di Angkatan Darat Komunis Tiongkok dengan pangkat setara dengan mayor. Ia dipekerjakan pada lembaga penelitian universitas militer. Ketika mengajukan permohonan visa masuk, Wang Xin berkali-kali membuat pernyataan palsu, bahkan ia mengaku bahwa ia telah mundur dari lembaga militer pada tahun 2016 dan mulai dengan kegiatan pribadi dalam bidang penelitian.

Selama di Amerika Serikat, selain menerima gaji dari Universitas California San Francisco, Wang Xin juga menerima upah dari pihak militer komunis Tiongkok dan Lembaga Beasiswa Tiongkok atau China Scholarship Council.

Pejabat federal AS mengatakan bahwa bagian dari pekerjaan penelitian di Universitas California San Francisco, disponsori oleh National Institutes of Health Amerika Serikat.

Kementerian Kehakiman Amerika Serikat akan menuntut Wang Xin atas penipuan visa. Jika terbukti bersalah, ia dapat dikenai hukuman sepuluh tahun penjara dan denda sebesar 250.000 dolar AS. (Sin/asr)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular