Epochtimes, oleh Cai Rong- Setelah Presiden Amerika Serikat  Donald  Trump memenangkan pemilu pada 2016 silam, jumlah gerakan sayap kiri melonjak. Dalam sebuah video yang direkam oleh Project Veritas pada Januari 2020, juru kampanye senior sayap kiri Bernie Sanders telah memperkirakan bahwa jika Trump menang lagi tahun ini, kekerasan jalanan yang serius akan terjadi. Saat ini, kekerasan jalanan telah tiba lebih awal menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat  pada November mendatang. 

Seperti peristiwa kerusuhan  yang dipicu kematian George Floyd, seorang warga Amerika  kulit hitam di Minneapolis saat ditangkap polisi, yang telah membuat gerakan Antifa  menjadi fokus perhatian di seantero negeri Amerika Serikat. Aksi Antifa penuh kekerasan. Menutup wajah dengan kain hitam, merusak, menjarah dan membakar bendera nasional.  

Antifa adalah kependekan dari Anti-Fascist (anti-fasis). Berdiri dari tahun 1930-an dan tersebar di Benua Eropa dan Amerika Serikat. Sebagian besar anggotanya adalah kaum muda, yang mengadvokasi kekerasan dan menganggap bahwa serangan kekerasan adalah sarana yang diperlukan. Anti-pemerintah dan mengabaikan hukum, tergolong dalam gerakan ekstrim kiri. Antifa di Italia dan Spanyol secara langsung mempraktikkan ideologi komunisme.

Menurut laporan sebelumnya dari media the Epoch Times versi bahasa Inggris,  berdasarkan catatan dalam buklet berjudul ’80 Jahre Antifaschistische Aktion’ (80 tahun Gerakan Anti-fasis) yang ditulis oleh Bernd Langer, seorang tokoh Jerman yang menduduki tingkat tinggi dalam organisasi ‘Autonome Antifa’,  Antifa sebenarnya dapat ditelusuri kembali ke Internasionale Ketiga, perhimpunan partai-partai komunis dari berbagai negeri di Uni Soviet pada tahun 1921.

Dibalik pendanaan Antifa

Bagaimana Antifa dapat segera membayar uang jaminan, mendapatkan advokasi hukum gratis dan terhindar dari jeratan hukum ? 

Mereka mengandalkan National Lawyers Guild (NLG) atau Persatuan Pengacara Nasional, sehingga dengan demikian, program kekerasan politik ekstrim baru dapat dilanjutkan. Organisasi itu berasal departemen hukum informal Antifa dan secara historis terkait erat dengan Partai Komunis Amerika Serikat.

NLG menerapkan “aksi langsung militan dan konfrontatif”. Anggota “anti-hukum” kerap menghancurkan properti tanpa ragu-ragu, atau karena hak asasi manusia melebihi hak property/ harta benda yang dianjurkan oleh NLG.

NLG didirikan pada tahun 1937 sebagai alternatif dari American Bar Association untuk memprotes undang-undang produksi keanggotaan eksklusif organisasi dan orientasi politik konservatif.

NLG didanai oleh para dermawan besar seperti Ford Foundation dan investor   Amerika Serikat  George Soros, yang terdiri dari ribuan orang pengacara sayap kiri dan tersebar di lebih dari 150 cabang di seluruh negeri. 

NLG dengan jelas dan terbuka mengkoordinasikan hubungan antara proses hukum dan kegiatan publik untuk mendukung gerakan Antifa. Informasi kontak dan saluran telepon pengacara NLG kerap muncul di situs web Antifa dan media sosial. 

Pada 29 Juni 2019, di jalanan Portland, Oregon, sebuah kelompok Antifa menyerang Andy Ngo, seorang jurnalis Vietnam yang telah berkali-kali menulis laporan tentang kelompok tersebut. 

15 orang anggota Antifa menyerang Andy yang tak berdaya, tetapi hanya 2 orang dari mereka yang dijebloskan ke penjara setelah serangan itu. Meskipun gerakan ini menggunakan cara-cara kekerasan sewenang-wenang, tetapi mereka bisa terbebas dari jeratan hukum. Sebagian besar karena “jasa” NLG. 

Menurut situs web petisi Gedung Putih ‘We the People’ pada bulan September 2017, sebuah petisi yang ditandatangani lebih dari 100.000 orang meminta Gedung Putih untuk menetapkan Soros sebagai teroris domestic.

Isi dari petisi itu adalah: “George Soros dengan sengaja dan terus-menerus mencoba merusak stabilitas, melakukan aksi anti-pemerintah melalui penghasutan untuk menentang Amerika Serikat dan rakyatnya. Dia mendirikan dan mendanai puluhan (mungkin ratusan) organisasi yang terpisah dengan tujuan utamanya adalah menggunakan strategi terorisme model Alinsky untuk menghancurkan sistem Amerika dan pemerintahan konstitusional. Soros juga telah menyebabkan banyak gejolak di pasar keuangan, diantaranya gejolak keuangan Asia pada tahun 1997.”

Sejarah ekstremisme NLG

Menurut situs web Discover the Networks, bahwa pada tahun 1940-an dan 1950-an, NLG dan anggotanya melakukan pembelaan terhadap anggota Partai Komunis Amerika Julius dan Ethel Rosenberg, Alger Hiss, Judith Socolov dan tokoh lainnya serta komunis Hollywood yang melakukan kegiatan mata-mata untuk Uni Soviet. Komite Aktivitas Antar-Amerika melabeli NLG sebagai benteng hukum bagi partai komunis.

Menurut situs web Discover the Networks, pada tahun 1940-an dan 1950-an, NLG dan anggota-anggotanya, anggota Partai Komunis Julius dan Ethel Rosenberg, Alger Hiss, dan Sokolov memata-matai untuk Uni Soviet. Judith Socolov dan tokoh-tokoh lainnya dan Komunis Hollywood dipertahankan. House Un-American Activities Committee atau komite penyelidikan Dewan Perwakilan Amerika Serikat melabeli NLG sebagai benteng hukum Partai Komunis.

Hingga tahun 1970-an, NLG, seperti kebanyakan kelompok penganut komunisme, telah memasuki politik rasial dan mewakili organisasi teroris rasial termasuk Black Panther, Gerakan Indian Amerika, dan Gerakan Kemerdekaan Puerto Rico. 

Partai Black Panther adalah organisasi radikal kulit hitam yang aktif dari tahun 1966 hingga 1982. Mereka menganut Ideologi Mao Zedong.

Pada kenyataannya, NLG secara teratur menuntut polisi dan juga memimpin kegiatan yang disebut kampanye pengamat hukum, dimana ratusan relawan melakukan pemantauan terhadap polisi selama protes untuk memastikan hak-hak peserta tidak dilanggar dan memberikan penasehat hukum secara cuma-cuma kepada mereka yang ditangkap. 

Namun, ketika hak para konservatif dalam insiden serupa dilanggar, beberapa pengamat NLG dituding hanya “menutup mata”.

Editor : Li Yue

Johny / rp 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular