Epochtimes, oleh Su Jinghao- Senator dari dua partai di Kongres AS yakni Senator Demokrat Christopher Van Hollen dan Senator Republik Ben Sasse mengusulkan Undang-undang, yang disebut Protecting American Intellectual Property Act.  

RUU tersebut mengharuskan presiden AS mengirimkan pembaruan rutin kepada perusahaan dan individu asing yang mencuri rahasia dagang AS yang penting. Selain itu, diharuskan menjatuhkan berbagai hukuman termasuk sanksi ekonomi.

Senator Van Hollen mengatakan, untuk waktu yang lama, perusahaan asing, yang biasanya didukung oleh pemerintah asing mencuri teknologi AS. Tindakan itu membahayakan ekonomi AS dan keamanan nasional. 

Oleh karena itu, AS tidak dapat semata berpangku tangan. Dikarenakan perusahaan-perusahaan itu mengorbankan bisnis Amerika. Hal demikian sebuah jalan menuju kesuksesan dengan menipu. “

Senator kelahiran Pakistan itu mengatakan, Undang-undang bipartisan ini akan membantu mengakhiri pencurian  teknologi asing yang ditemukan oleh Amerika Serikat. Selain itu, sebagai sinyal yang kuat kepada aktor-aktor jahat di seluruh dunia. Ia mengatakan, merasa terhormat untuk memperkenalkan undang-undang ini bersama Senator Sasse dan mendesak Kongres segera menerimanya. 

Sedangkan senator Sasse mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak bisa lagi mentoleransinya. Akan tetapi, mengejar para pencuri dan peretas itu. Sekarang sudah saatnya pemerintah AS tidak berdiam diri dan menyaksikan tindakan Komunis Tiongkok serta lawan lainnya, mencuri kekayaan intelektual dan melemahkan kekuatan Amerika Serikat.

 “Kami memiliki metode ekonomi yang serius untuk melawan, mari kita gunakan,” katanya.

Dalam keterangannya kepada Reuters,  Senator Van Hollen mengatakan bahwa RUU tersebut adalah “metode langsung” untuk menindak penggunaan alat ilegal Komunis Tiongkok untuk mendapatkan teknologi dengan instan.

Van Hollen berkata : “Saya pikir sebelumnya dinyatakan dengan jelas bahwa begitu pencurian ditemukan, maka akan dihukum, yang akan memberikan efek jera.”

Jika kemudian Rancangan Undang-undang itu sudah diterapkan, Presiden AS diharuskan mengenakan denda pada perusahaan-perusahaan tersebut termasuk “sanksi pembekuan.” Seperti melarang perusahaan atau individu A.S. dari melakukan bisnis dengan mereka.

Sementara itu, Devin Nunes, anggota Komite Intelijen Dewan Perwakilan Kongres Amerika Serikat dan anggota Partai Republik, juga menulis sebuah artikel pada hari Kamis 10 Juni untuk memperkenalkan the Holding China Accountable Act atau  “Undang-Undang meminta pertanggungjawaban dari Tiongkok. ” 

Tujuannya untuk melindungi teknologi dan aset AS. Dia mengatakan bahwa Amerika Serikat perlu mengambil langkah-langkah kuat untuk melindungi rakyat Amerika dari kerusakan perilaku Komunis Tiongkok. Pada akhirnya mencegah Beijing untuk melanjutkan perilaku berbahaya di masa lalu.

Nunes mengatakan bahwa RUU tersebut bertujuan untuk meningkatkan keamanan inovasi Amerika dan menghindari serangan berkelanjutan Komunis Tiongkok.

Amerika Serikat telah lama menuduh Komunis Tiongkok tidak hanya tidak melindungi hak kekayaan intelektual Amerika, tetapi juga mencuri atau memaksa perusahaan-perusahaan Amerika untuk mentransfer teknologi.

Senat AS mengeluarkan laporan pada November lalu bahwa pemerintah federal merespons terlalu lambat terhadap pencurian teknologi AS oleh Komunis Tiongkok. Beijing merekrut peneliti AS untuk mentransfer kekayaan intelektual dari laboratorium AS. Sementara itu, pembayar pajak AS secara tak sengaja mendanai pertumbuhan ekonomi Tiongkok. (Hui/asr)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular