Epochtimes, oleh Xiao Lusheng- Belakangan ini beredar sepenggal video online yang menunjukkan sejumlah besar orang yang mengenakan masker mengantri di kota Xinfadi untuk naik bus menuju ke hotel untuk diisolasi.

Terdengar suara dari videografer yang mengatakan, “Oh ibuku sayang, semua bus telah dialihkan. Dua atau tiga puluh ribu orang dipindahkan ke hotel untuk diisolasi.”  

“Xinfadi” di Baidu Baike, sebuah  situs web ensiklopedia, menunjukkan bahwa Xinfadi memiliki 5.526 bilik tetap. Lebih dari 8.000 pelanggan, dan volume lalu lintas harian rata-rata lebih dari 30.000 kendaraan dan lebih dari 50.000 penumpang. Di antaranya itu, pasokan sayuran dan buah-buahan menyumbang lebih dari 70% dari total permintaan di Beijing, dan itu bagai “keranjang sayuran besar” dan “piring buah besar” di Beijing.

Sehubungan dengan itu, beberapa netizen khawatir. Mereka berkomentar, “Pendapatan staf garis depan di Xinfadi tidaklah tinggi, banyak dari mereka adalah pekerja migran dari daerah lain. Bagaimana mereka harus menanggung biaya karantina seperti itu?”

Netizen lain memperkirakan: “Isolasi adalah bisnis yang bagus, jika dihitung 8000 per orang, itu sama dengan 200-300 juta yuan, sebuah angka yang menggiurkan. Biaya inap + biaya katering + biaya inspeksi …”

Sementara Beijing terus dilanda kasus yang dikonfirmasi dari virus Komunis Tiongkok (Wuhan Pneumonia). Menurut pengumuman resmi ada lonjakan 36 kasus  hanya dalam sehari pada 13 Juni 2020. 

Laporan resmi menyatakan bahwa sumber ledakan epidemi ini adalah pasar grosir Xinfadi, di Distrik Fengtai, Beijing. Di antara kasus yang dikonfirmasi ini adalah penjual dan sopir yang bekerja di pasar itu dan pelanggan yang ke pasar  itu untuk membeli produk daging. Ada juga  dua karyawan dari lembaga penelitian yang melakukan pengambilan sampel makanan.

Melansir laporan Sound of Hope, penduduk lokal di Beijing mengatakan bahwa ruang lingkup deteksi saat ini kecil. Banyak orang yang kontak dekat belum didiagnosis. Data aktual jauh lebih tinggi daripada angka resmi pemerintah daerah setempat. Beberapa orang mengatakan dalam diskusi bahwa di belakang angka atau jumlah orang yang terinfeksi itu harus ditambah dengan satu “0”.

Dalam pertemuan epidemi pada 13 Juni 2020 lalu, Cai Qi, sekretaris Komite Partai Kotamadya Beijing, menyatakan bahwa Beijing telah memasuki periode yang luar biasa.

Editor : Liu Yi

Johny

Video Rekomendasi

Share

Video Popular