- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Pemerintah Terbitkan Aturan Ekspor Bahan Baku Masker, Masker, dan Alat Pelindung Diri

Erabaru.net. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2020 tentang Ketentuan Ekspor Bahan Baku Masker, Masker, dan Alat Pelindung Diri (APD). Permendag ini merupakan bentuk komitmen Kementerian Perdagangan   dalam   menjaga   neraca   perdagangan   dan   mendukung   pertumbuhan   ekonomi Indonesia di tengah wabah pandemi di Indonesia.

“Permendag yang telah saya tandatangani dan saat ini dalam proses pengundangan di Kementerian Hukum  dan  Hak  Asasi  Manusia  bertujuan  untuk  mendorong  pertumbuhan  ekonomi  nasional, khususnya pada sektor industri sekaligus mendorong peningkatan kinerja ekspor di tengah pandemi Covid-19,” ujar Mendag Agus dalam siaran persnya Selasa (16/06/2020).

Dengan  berlakunya  Permendag  Nomor  57  Tahun  2020,  Permendag  Nomor  23  Tahun  2020  j.o. Permendag Nomor 34 Tahun 2020 dinyatakan sudah tidak berlaku. Namun, pengecualian yang telah diterbitkan untuk eksportir berdasarkan Permendag Nomor 23 Tahun 2020 j.o. Permendag No. 34 Tahun 2020 tetap berlaku sampai dengan tanggal 30 Juni 2020.

Sebagai   respons   awal   penanganan   wabah   di   Indonesia,   sebelumnya   Kementerian Perdagangan  telah  mengeluarkan  Permendag  tentang  Larangan  Sementara  Ekspor  Antiseptik, Bahan Baku Masker, Alat Pelindung Diri, dan Masker melalui Permendag Nomor 23 Tahun 2020 jo. Permendag Nomor 34 Tahun 2020. Permendag ini diterbitkan untuk menjamin ketersediaan alat kesehatan di dalam negeri yang sangat dibutuhkan di seluruh wilayah Indonesia.

“Kebijakan   larangan   sementara   tersebut   memberikan   dampak   positif   berupa   ketersediaan antiseptik yang sangat berlebih. Hal ini berdasarkan data dan informasi Kementerian Kesehatan dan Kementerian  Perindustrian  selaku  pembina  industri  ketersediaan  dalam  negeri  atas  produk  alat kesehatan,” jelas Mendag.

Mendag  menambahkan,  dengan  ketersediaan  antiseptik,  bahan  baku  masker,  APD,  dan  masker yang  saat  ini  memadai  bagi  kebutuhan  dalam  negeri,  Kementerian  Perdagangan  melakukan degradasi  pengaturan  produk-produk  tersebut  dengan  menggunakan  mekanisme  pengaturan melalui Persetujuan Ekspor (PE).

Mekanisme pengaturan dengan PE berlaku terhadap produk bahan baku masker, masker bedah, masker N-95, APD Coverall, dan surgical gown.

Pengajuan PE dilakukan melalui sistem Indonesia National Single Window (INSW) yang terintegrasi dengan sistem Inatrade dengan persyaratan, yaitu melampirkan  Izin  Usaha  Industri,  rencana  ekspor  dalam  jangka  waktu  enam  bulan,  serta  surat pernyataan mandiri memiliki ketersediaan untuk kebutuhan dalam negeri.

Kementerian  Perdagangan  memiliki  kewenangan  untuk  membekukan  PE  yang  sudah  diterbitkan dan/atau  menolak  pengajuan  permohonan  PE.  Pembekuan  PE  dilandasi  adanya  data/informasi terjadinya peningkatan kebutuhan di dalam negeri terhadap bahan baku masker, masker, dan/atau APD. Pembekuan PE Bahan Baku Masker, Masker dan APD dapat diberikan pengecualian kepada eksportir yang telah mendapatkan nomor dan tanggal pendaftaran PEB dari Kantor Pabean. (asr)

Video Rekomendasi :